
“Ekliptika?“ sahut Kin sambil memandang Leta yang sedang berdiri memegang sebuah photo.
Leta berjalan menghampiri Kin, lalu duduk di posisi dia sebelumnya di atas sofa. Kemudian Dia memberikan photo itu kepada Kin.
Kin menata photo di dalam bingkai kayu berwarna hitam tersebut dengan seksama. Sebuah photo hitam putih yang menggambarkan kebersamaan lima orang pria di dalamnya. Hendrik Morgan, Bobban, Davin Dhananjaya, Hyde dan Bobby nampak serasi menggunakan setelan jas formal di photo itu. Di belakang kelima pria itu, nampka sebuah rak buku yang berada di dalam ruangan bawah tanah Dhananjaya Guest House. Kin memandang ke arah rak buku yang berada di depannya, sambil mengira-ngira di mana posisi photo itu di ambil.
“Ayahmu berambisi mengumpulkan ke-dua belas Zodiac dan membentuk sebuah team bernama Ekliptika,“ ucap Leta kepada Kin yang duduk di sebelahnya.
Di sisi lain ruangan, nampak kondisi Cassandra mulai pulih. Dia berdiri di bantu Gavin dan Putri lalu berjalan menuju sofa yang berada di samping sofa yang sedang diduduki Kin dan Leta.
Cassandra duduk sambil menyenderkan punggungnya di sofa, sedangkan Gavin duduk menghadapnya. Kedua tangan Gavin nampak memegang lembut telapak tangan kanan Cassandra.
“Putri,“ panggil Sonia Robert dari arah bar.
Putri melirik ke arah Sonia, kemudian bergegas menghampirinya.
“Ajari aku membuat akun Instagram,“ ucap Sonia Robert sambil menunjukkan layar handphone yang dia genggam.
Putri duduk di kursi berbentuk bulat berwarna hitam yang berada di samping Sonia. Kemudian dia menjelaskan langkah-langkah membuat akun Instagram kepada Sonia yang nampak serius memperhatikan dan mengikuti arahan Putri.
Gavin melirik ke arah Sonia, lalu mendekatkan wajahnya ke Cassandra. “Kenapa Sonia bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa?“ bisik Gavin pada Cassandra.
Cassandra tersenyum sambil memandang Gavin. “Sepertinya Aquarius sudah terbiasa dalam posisi berbahaya,“ balasnya.
Kembali ke Kin dan Leta yang sedang berbincang-bincang tentang Ekliptika.
“Jadi, ayahku ingin mengumpulkan orang-orang yang memiliki Bintang?“ tanya Kin.
“Ya,“ jawab Leta sambil menganggukkan kepala. “Tapi sayang, sampai akhir hayatnya itu tidak pernah terjadi,“ lanjut Leta.
“Jadi Eklptika hanya berisi 3 Zodiac?“ tanya Kin sambil memandang photo yang berada di tangannya.
“Ya. Aries, Sagitarius dan Cancer. Mereka dibantu oleh pamanmu dan Hendrik Morgan yang saat itu masih menjabat sebagai Jendral Angkatan Darat.“
“Kemana Sagitarius dan Cancer sekarang?“ tanya Kin.
“Mereka gugur dalam pertarungan yang sama dengan yang membuat ayahmu gugur,“ jawab Leta.
Kin merasakan kesedihan ketika mendengar ucapan Leta. Selama ini Kin mengetahui jika ayahnya meninggal dunia karena pesawat yang Davin tumpangi menghilang saat dalam perjalan ke Xacatara, hal yang juga di ketahui Wanda. Baru kemarin Bobby memberitahu kebenaran soal kematian Ayahnya.
“Paman Bob bercerita banyak tentang ayahku sebagai Zodiac. Tapi dia tidak mengetahui pertempuran terakhir Ayahku. Bahkan Perdana Menteri Hendrik Morgan yang pertama kali mengabarkan kematian ayahku, juga tdak mengetahui siapa yang membunuhnya “, ucap Kin. Kepalanya ditundukkan menatap photo yang dia pegang dengan mata yang berkaca-kaca.
Cassandra yang duduk di sofa sebelah Kin, menatap wajah Kin yang nampak bersedih.
“Di Taman Ares, Chrysom memberitahuku jika para Zodiac selain para Keturunan Murni, akan memilih inang yang mereka anggap cocok. Apakah para Zodiac yang gugur akan segera terlahir kembali?” tanya Kin pada Leta.
“Ya. Sagitarius pasti terlahir kembali setelah kematian Bobban. Tapi aku belum pernah bertemu dengannya,“ ucap Leta, lalu dia menatap ke arah Gavin. “Apa kau pernah bertemu dengan Zodiac lain?“ tanya Leta pada Gavin.
Kin memandang Gavin. “Di mana Leo?“ tanya Kin.
Gavin tersenyum mendengar pertanyaan Kin. “Kau bisa tanyakan kepada Leta,“ jawabnya.
Leta memandang Gavin dengan wajah yang kesal.
“Leta—“
“Kau akan bertemu dengannya suatu hari nanti,“ Leta memotong ucapan Kin dengan kesal.
Melihat Leta nampak kesal, Kin langsung menganggukkan kepalanya.
“Lalu bagaimana dengan Cancer?“ tanya kin sambil menunjuk gambar Hyde di photo yang dia pegang.
“Cancer memiliki sifat negatif. Bintang itu bisa saja memilih inang atau terkurung di dalam Toadstones,“ jawab Leta.
Mendengar perbincangan Kin dan Leta. Cassandra menegakkan tubuhnya, lalu memandang ke arah Kin dan Leta di sebelahnya.
“Cancer berada di dalam Toadstones,“ ucap Cassandra.
Kin dan Leta sama-sama menujukkan pandanganya ke arah Cassandra.
“Bagaimana kau tahu?“ tanya Leta.
“Tamam Shud memiliki Toadstones Cancer,“ jawab Cassandra.
Leta terkejut mendengar ucapan Cassandra.
“Itulah sebabnya Tamam Shud mengincar pedang Frixos. Hanya pedang itu yang bisa membelah Toadstones,“ lanjut Cassandra.
Leta terlihat menganggukkan kepalanya sambil memegang dahunya. Dia mulai mengerti kenapa Tamam Shud sangat bernafsu untuk menemukan pedang Frixos.
“Kau tahu siapa yang akan menjadi inangnya?“ tanya Leta pada Cassandra.
“Ya,“ jawab Cassandra sambil memandang Leta. “Brian Bolshevik, putra dari Ivan Bolshevik,“ lanjut Cassandra.
Leta terkejut mendengar nama Ivan.
“Siapa Ivan Bolshevik?“ tanya Kin pada Leta.
Leta menatapa ke arah Kin. “Ivan adalah seseorang yang di buru di 20 negara. Dia mafia asal Russia,“ jawab Leta.
“Ivan salah satu dari 12 anggota elite organisasi Tamam Shud,“ terang Cassandra.