ZODIAC

ZODIAC
BAB 13



Bab 13


Pagi ini Matahari bersinar begitu cerah. Hempasan ombak membasahi setiap inci pasir putih di setiap pantai yang membentang di selatan Kota Ostheaven. Daerah selatan Ostheaven adalah tempat yang paling ramai di kunjungi wisatawan, baik lokal maupun asing. Bagaimana tidak? Selain pantai-pantainya yang indah dan bersih, daerah ini juga menyajikan wisata alam di area perbukitan yang hijau.


Di Ostheaven Selatan, berdiri bisnis penginapan yang didirikan Davin dan Bobby, Dhananjaya Guest House. Sebuah penginapan yang menghadap langsung ke pantai, sedangkan di belakang bangunannya terdapat dataran tinggi berupa bukit nan hijau. Penginapan ini adalah idola para backpaker. Karena, selain harganya yang murah dan dekat dengan tempat wisata, di depan penginapan ini membentang sebuah jalan raya yang langsung tehubung ke pusat kota Ostheaven.


Pagi ini, Dhananjaya Guest House terlihat ramai seperti biasanya. Di halaman parkir berjejer kendaraan milik para pengunjung. Nampak pula para turis asing sedang menunggu taksi di lobi, beberapa juga terlihat berjalan keluar menuju pantai yang hanya berjarak 1 km dari penginapan.


Di jalan raya. Sebuah mobil Boss 429 Mustang berwarna merah, melaju dari arah pusat kota menuju Dhananjaya Guest House. Di dalam mobil, tampak Sonia Robert sedang asik menyaksikan panorama pantai dari jendela yang berada di sampingnya. Sedangkan Leta, terlihat sedang fokus mengemudikan laju mobil. Kedua wanita berparas cantik ini sama-sama menggunakan sunglasses untuk melindungi pandangan mereka dari terjangan sinar matahari yang menerobos masuk kedalam mobil.


"Eleanor Rigby picks up the rice in the church where a wedding has been. Lives in a dream. Waits at the window. Wearing the face that she keeps in a jar by the door. Who is it for? All the lonely people. Where do they all come from?" —The Beatles


Eleanor Rigby, sebuah lagu dari The Beatles mengumandang di dalam mobil.


“Leta, apa judul lagu ini?” tanya Sonia. Pandangannya tetap tertuju ke samping jendela menatap indahnya pantai.


“Eleanor Rigby,” jawab Leta.


“Apakah itu nama seseorang?” tanya Sonia kembali.


“Aku pikir, ya,“ jawab Leta, pandanganya fokus ke arah jalan raya.


“Eleanor Rigby. Orang ini sama sepertiku sebelumnya. Kesepian,“ ucap Sonia lirih.


Sesaat Leta melirik ke arah Sonia. “Lalu seperti apa kau sekarang?” tanya Leta.


“Children of The Grave,“ jawab Sonia tegas.


Leta tersenyum mendengar jawaban dari Sonia Robert. “Ok metalhead, kita sudah sampai,“ ucap Leta.


Mobil yang dikemudikan Leta memasuki halaman Dhananjaya Guest House. Mobil itu berjalan pelan melewati mobil-mobil yang terparkir di halaman.


Dari dalam Guest House, Paman Bob melirik ke arah halaman; mengamati mobil yang baru memasuki halaman penginapannya.


Paman Bob mengalihkan pandangannya ke arah Kin yang saat itu sedang sibuk mengganti bohlam yang berada di lorong penginapan. Terlihat juga Nicko dan Pak Sutris sedang memegangi tangga yang sedang dinaiki Kin.


Kin melihat ke arah Paman Bob yang berada di lobi.


“Leta,“ ucap Paman Bob sambil menunjuk ke arah luar penginapan.


Nicko berjalan meunuju lobi, meninggalkan Kin dan Pak Sutris yang berada di lorong penginapan.


Sesampainya Nicko di lobi. “Ya, itu dia,“ ucap Nicko kepada Paman Bob yang berdiri disampingnya. “Di kota ini hanya Leta yang memiliki Mustang,“ lanjut Nicko sambil memandang mobil yang dikemudikan Leta di halaman parkir.


“Kin, bersiaplah!“ seru Nicko.


“Bersiap untuk apa?“ sahut Kin sambil menuruni tangga.


“Pakai baju terbaik. Berdandanlah setampan mungkin. Kita kedatangan wanita paling cantik di Ostheaven,“ ucap Nicko bersemangat.


Kin hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Nicko.


“Hey, Nick,“ bisik Paman Bob.


Nicko mendekatkan telinganya.


“Davin menikahi wanita paling cantik di kota ini. Sarah,“ lanjut Paman Bob.


“Hey Paman, Ayah Kin adalah legenda dalam menakhlukkan wanita,“ balas Nicko.


Paman Bob menganggukan kepalanya. “Menurutmu bagaimana dengan Kin?“


“Kin kurang berpengalaman. Kita harus mendukungnya,“ jawab Nicko.


“Apa yang kalian bicarakan?“ bisik Kin tiba-tiba dari belakang Nicko dan Paman Bob.


Nicko dan Paman Bob terkejut bukan main mendengar pria yang sejak tadi mereka bicarakan tiba-tiba berbisik di belakang mereka. Sedangkan Putri tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku ketiga pria tersebut dari belakang meja resepsionis yang terletak di lobi penginapan.