ZODIAC

ZODIAC
BAB 2



Saat ini, January 2020.


Sebuah mobil sedan klasik Holden Kingswood buatan 1968 berwarna cream memasuki halaman Dhananjaya Guest House. Mobil tersebut berhenti di lobi pengenipan bergaya pedesaan milik keluarga Dhananjaya tersebut.


Dari dalam guest house keluar seorang wanita muda berkulit sawo matang, rambut hitamnya dicepol keatas. Wanita itu menggunakan kemeja berwarna hitam, di bagian dada sebelah kanan kemejanya terdapat logo Dhananjaya Guest House, sedangkan disebelah kirinya terpasang name tag berwarna emas bertuliskan namanya, Putri.


Putri berjalan ke arah pintu bagian kanan mobil Holden Kingswood yang menghadap tepat ke pintu masuk utama Dhananjaya Guest House. Di dalam mobil Putri melihat Kin yang sejak tadi memandanginya sambil tersenyum. Putri membukakan pintu mobil untuk Kin.


Kin keluar dari mobil. Putri memandangi Kin yang penampilanya berubah. Tentu saja, rambut Kin yang sebelumnya panjang sebahu di pangkas habis karena harus menjalani operasi pendarahan di kepalanya, setelah jatuh dari tangga dua minggu yang lalu.


Tak lama berselang, keluar pria paruh baya dari dalam guest house menghampiri Kin, “Mas Kin sudah baikan?” tanya pria bernama Sutris tersebut.


“Sudah lebih baik, Pak. Yah, walaupun masih harus istirahat dan bolak-balik cek-up ke rumah sakit.”


“Syukur kalo begitu, Mas,” balas Pak Sutris, lalu dia melihat ke arah Putri yang sejak tadi memperhatikan bekas luka operasi di kepala Kin yang terbungkus perban. “Put, kok malah bengong?” tanya Pak Sutris sambil menepuk bahu Putri. “Itu cepet bantu Bapak nurunin barang,” ucapnya kemudian kepada Putri sembari nunjuk ke arah Paman Bob yang sedang sibuk nurunin barang dari bagasi mobil.


Putri pun langsung bergegas menghampiri Paman Bob, Pak Sutris mengikuti dibelakangnya.


Taman yang terletak di antara lobi dan tempat parkir Dhananjaya Guest House ini berjenis taman batu. Kin adalah penggagas didirikannya taman ini. Menurutnya kehadiran taman bisa menjadi elemen yang menyegarkan dan mendapatkan visual yang indah. Semua yang ada di taman itu berasal dari kepala Kin, sedangkan Pak Sutris adalah eksekutornya.


Taman itu ditata bebatuan dengan ukuran, jenis, dan warna yang beragam. Berbagai batu mulai dari kapur, koral, hingga granit terdapat di taman itu. Elemen natural lain seperti batang kayu yang telah mati juga ditambahkan untuk menambah nilai estetika. Lalu tanaman dihadirkan sebagai oasis ditengah-tengah komposisi batu. Kaktus, Kamboja, dan Bambu Jepang menjadi pilihan Kin untuk melengkapi desain taman itu.


Setelah melihat-lihat taman, Kin menghampiri Pak Sutris dan Putri yang sedang menyusun barang-barang dari Rumah Sakti agar mudah di bawa, sedangkan Paman Bob yang sebelumnya juga ikut menurunkan barang dari mobil, sedang memarkirkan mobilnya.


Kin mengambil beberapa barang untuk dia bawa masuk ke dalam losmen, walaupun sebelumnya Paman Bob melarang Kin untuk membantu. Maklum, Kin baru saja mengelami operasi di kepalanya, jadi dia tidak dianjurkan mengangkat beban terlalu berat sampai kondisinya sembuh. Namun, seperti itulah Kin; Pria ini memang bukan tipikal orang yang hanya melihat-lihat saat orang-orang di sekelilingnya sedang mengerjakan sesuatu.


Sesudah mengambil barang bawaannya masing-masing, Kin, Putri dan Pak Sutris memasuki Dhananjaya Guest House. Mereka bertiga berjalan melewati meja resepsionis, melalui lorong yang di kiri dan kanannya terdapat kamar-kamar, lorong itu tertuju ke halaman belakang Dhananjaya Guest House. Di halaman belakang yang ditanami rumput dan dihiasi bunga asoka, terdapat sebuah rumah bergaya minimalis. Dindingnya dicat warna putih, hal itu membuat rumah ini terlihat bersih dan cerah. Sedangkan material kayu digunakan untuk lantai di dalam rumah.


Di lantai satu terdapat ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, dapur, kamar mandi dan kamar yang ditempati Paman Bob dan Bibi Wanda. Di lantai dua hanya memiliki satu kamar yang di tempati Kin dan ada sebuah balkon berukuran luas yang dijadikan tempat mencuci dan menjemur pakaian.


Dhananjaya Guest House sendiri adalah losmen dengan jumlah 25 kamar di dalamnya. Tampilan depan Dhananjaya Guest House menampilkan farmhouse style. Nampak dinding bata dan sentuhan furnitu kayu menghiasi bagian depan penginapan ini. Sementara bagian atapnya didesain khas ala farmhouse yang berbentuk segitiga. Desain yang menerapkan suasan pedesaan yang tenang.


Selain dibantu oleh Kin, Paman Bob juga memperkerjakan dua orang kariawan untuk membantu mengurus penginapan tersebut. Pak Sutris dipekerjakan untuk mengurus taman dan bertanggung jawab untuk kebersihan Dhananjaya Guest House. Pria berusia hampir setengah abad ini, sudah bekerja untuk keluarga Dhananjay selama 30 tahun. Sedangkan Putri adalah anak bungsu Pak Sutris. Wanita berusia 20 tahun ini mengerjakan semua pekerjaan yang berhubungan dengan front office departemen dalam industri perhotelan. Mulai dari greeter, front desk, sampai telephone operator adalah bagian pekerjaan Putri. Maklum Dhananjaya Guest House hanya penginapan kecil, jadi Paman Bob tidak memerlukan banyak karyawan.