
“Lalu, apa yang ingin kau bicarakan padaku?“ tanya Leta.
Sejenak Kin memandang wajah Leta yang tersenyum kepadanya. “Apa yang harus aku lakukan ketika pertempuran dengan Tamam Shud benar-benar terjadi?“ tanya Kin, nampak sedikit kecemasan dalam raut wajahnya.
“Yang harus kau lakukan, sama dengan yang harus kami lakukan. Melumpuhkan lawanmu. Jika kau tidak bisa melumpuhkan lawanmu, Kau harus—“ Leta menghentikan ucapannya, lalu menyenderkan punggunngnya ke kursi.
“Harus apa?“ tanya Kin penasaran.
“Membunuh lawanmu, Kin,“ sambut Sonia Robert.
Kin menatap ke arah Sonia. Perasaan takut campur bingung memenuhi batinnya.
“Membunuh lebih mudah dari pada melumpuhkan. Terkadang, kita terpaksa harus melakukan itu,“ tambah Leta.
“Kau tahu, Kin, dengan kekuatan yang aku miliki, persentase melumpuhkan manusia adalah, nol persen. Oleh sebab itu, lawanku selalu terbunuh ketika melawanku,“ ucap Sonia.
“Dan karena itu, Sonia menghindari pertempuran dengan manusia,“ tambah Leta.
Kin menatap wajah Leta, kemudian dia palingkan lagi pandangannya ke arah Sonia. “Itukah alasan kenapa kau bersembunyi di rumah sakit jiwa?“ tanya Kin.
“Ya,“ jawab Sonia singkat sambi menganggukan kepalanya.
Kin menundukan kepalanya. Dia merasa tanggung jawab yang di wariskan Ayahnya terlalu besar untuk Ia jalani.
“Kin?“ panggil Leta.
Kin menatap ke arah Leta.
“Ayahmu sudah mengetahui jika kau adalah inang yang akan di pilih Aries. Pamanmu belum memiliki keturunan saat itu, jadi hanya kau satu-satunya bayi yang mewarisi darah Frixos di Insulinde,“ ucap Leta. “Ayahmu tidak semata-mata meninggalkan tanggung jawab ini kepadamu tanpa persiapan apapun,“ tambah Leta.
Mendengar ucapan Leta, Kin menganggukan kepalanya. “Ya, aku tahu. Apa yang ayahku tinggalkan di ruang bawah tanah, sangat membantuku,“ ucap Kin.
Leta tersenyum mendengar ucapan Kin.
“Ada lagi yang ditinggalkan Davin Dhananjaya untukmu,“ balas Leta.
Kin menatap Leta penuh panasaran.
“Aku,“ lanjut Leta sambil menunjuk wajahnya.
Kin dan Sonia Robert nampak bingung mendengar apa yang Leta ucapkan.
“Maksudmu, kau akan menikah dengan Kin?“ tanya Sonia.
Leta tersenyum geli mendengar pertanyaan Sonia. “Bukan itu maksudnya,“ jawab Leta.
“Lalu, apa maksudmu?“ tanya Kin.
“Jaman dahulu, Pisces tidak menggunakan manusia sebagai inangnya. Bintang ini tinggal di dalam sebuah istana yang terletak jauh di dasar laut dan tersembunyi karena istana ini di lapisi sebuah kubah raksasa yang membuatnya tidak dapat terlihat oleh mata manusia,“ ucap Leta. “Lalu dua puluh tujuh tahun yang lalu. Ayahmu bersama Cancer pergi jauh ke dasar samudera pasifik untuk mencari tempat ini dan Ia menemukannya. Ayahmu bertemu dengan Pisces, lalu memohon agar Pisces memasuki tubuh Manusia untuk menjaga kota Ostheaven dan melindungi kau, sampai kau menguasai takdirmu sebagai Aries,“ lanjut Leta.
“Apakah Pisces mengabulkan permintaan Ayah Kin begitu saja?“ tanya Sonia.
“Tentu saja tidak,“ jawab Leta sambil tersenyum.
“Pisces akan mengabulkan permintaan Aries dengan satu syarat; dia meminta ayahmu membawakan salah satu kunci yang bisa membuka Tartaros, yaitu Trisula Poseidon,“ lanjut Leta.
“Ayolah Leta, benda itu sulit ditemukan. Tidak mungkin Ayah Kin bisa menemukannya,“ ucap Sonia.
“Kau salah. Davin Dhananjaya berhasil menemukan Trisula Poseidon,“ balas Leta sambil tersenyum.
“Wow!“ respon Sonia Robert sambil menepuk kedua telapak tangannya.
“Aku pernah mendengar tentang Point Nemo. Sebuah tempat paling jauh dari daratan, yang tidak pernah di kunjungi manusia,“ ucap Kin.
Leta menganggukan kepalanya.
“Ayahmu membawa Trisula itu ke istana Pisces dan menyerahkannya kepada Pisces. Lalu sesuai janji Pisces, dia memasuki tubuh manusia dan membimbing manusia itu untuk melindungi Ostheaven dan juga kau,“ lanjut Leta.
“Manusia itu adalah, kau?“ tanya Kin pada Leta.
“Ya,“ jawab Leta.
“Dan kau berada di Ostheaven untuk memenuhi janjimu?“ tanya Kin kembali.
“Seperti yang kau lihat, Kin,“ balas Leta.
Kin terdiam setelah mendengar penjelasan Leta.
“Sekarang apa yang kau pikirkan?“ tanya Leta.
“Aku berpikir untuk secepatnya memenuhi takdirku. Hingga suatu saat nanti. Ketika aku bersama kau dan Sonia. Kalian bukan lagi sebagai pelindungku, tapi temanku,“ ucap Kin.
Leta tersenyum mendengar ucapan Kin.
“Kalian ingin melihatnya?“ tanya Leta.
Kin dan Sonia menatap Leta bingung, karena tidak mengerti apa yang dimaksud Leta.
“Trisula Poseidon,“ lanjut Leta.
Kin dan Sonia tersentak lalu saling memandang.
“Kau akan memperlihatkan pada kami?“ tanya Sonia—yang nampak sangat tertarik dengan ajakan Leta.
Leta menganggukan kepalanya.
“Dimana kau menyimpannya?“ tanya Kin menggebu-gebu.
“Istana Pisces, bersiaplah!”
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA ZODIAC
Jangan lupa klik jempol dan komennya
Tentang penulis:
Ahmad Rusdy, biasa dipanggil Rusdy. Penggemar kopi, musik heavy metal, Marvel dan karya-karya Stephen King. Mempercayai adanya kehidupan cerdas di luar angkasa.
Temukan saya di:
Instagram: @a_rusdy
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *