ZODIAC

ZODIAC
BAB 12



Mall of Ostheaven, jam 13.48.


Sonia keluar dari dalam sebuah salon kecantikan yang terletak di lantai dua Mall of Ostheaven. Sonia terlihat sangat berbeda dengan warna rambut barunya. Kombinasi sempurna antara coklat dan blonde, serta tambahan warna ungu di ujung rambutnya, membuat tampilan Sonia Robert menjadi lebih stylist.


Leta memasukan handphone-nya ke dalam pouch bag berwarna hitam. Kemudian dia memutarkan tubuhnya ke arah salon. Leta sedikit terkejut melihat Sonia sudah ada di depannya dengan wajah muram, sambil melinting-linting ujung rambut dengan jari telunjuk tangan kanannya.


“Kau baik-baik saja?“ tanya Leta.


“Aku lebih suka rambut hitamku. Ozzy Osbourne memiliki rambut hitam. Tony Lommi juga berambut hitam,“ jawab Sonia, muram.


Leta tersenyum geli mendengar jawaban Sonia. “Tapi Kau lebih cantik sekarang. Kau seperti Megan Fox,” ucap Leta, berusaha menghibur Sonia.


“Dia keren?” tanya Sonia.


“Hmm ... dia cantik.“


+++


Mall of Ostheaven, jam 16.27


Leta dan Sonia keluar dari sebuah butiq. Kedua tangan Sonia menenteng beberapa shop bag. Baju perawat yang Sonia kenakan sebelumnya, sudah diganti dengan pakaian yang lebih sesuai dengan gaya rambut barunya. Kaos putih v neck yang dilapisi kemeja jeans dan black leather jacket, sangat pas dengan warna kulitnya yang putih dan rambut barunya. Sedangkan bagian bawahnya, Sonia mengenakan skinny jeans hitam, plus running shoes berwarna hitam.


“Untuk ukuran seseorang yang baru keluar dari persembunyian selama tiga tahun. Kau memiliki selera fashion yang bagus,” puji Leta.


“Aku tidak mengerti fashion, wanita kapitalis. Aku hanya memilih barang yang harganya paling mahal,“ balas Sonia.


+++


Mall of Ostheaven, Jam 17. 58


Di sebuah restoran masakan China. Leta dan Sonia sudah menyantap habis makanan yang mereka pesan.


Mereka berdua duduk saling berhadapan. Di depan mereka terdapat sebuah meja berbahan kayu yang di atasnya terdapat beberapa piring yang sudah kosong, sumpit, sendok dan sebuah gelas beris lemon tea yang isinya tersisa setengah.


“Leta?“ panggil Sonia.


Leta mengalihkan pandangannya dari handphone-nya ke arah Sonia.


“Apakah bermesraan di depan umum itu hal buruk?” tanya Sonia.


“Tidak ada yang melarang, tapi itu akan membuat orang-orang di sekitarmu merasa caggung,“ jawab Leta.


Leta memandang ke arah yang sedang di pandangi Sonia.


“Aku boleh membunuh mereka?” tanya Sonia, nadanya sinis.


Leta tertawa geli mendengar ucapan Sonia.


“Kenapa kau tertawa? Mereka sudah membuat canggung semua orang,“ tambah Sonia, dengan nada serius.


“Kau tidak boleh membunuh orang hanya karena mereka bermesraan di depan umum gadis pembunuh,“ ucap Leta. Lalu dia memasukan handphone-nya ke dalam tas.


“Malam ini kau tidur di apartemenku. Besok baru kita mencari tempat tinggal untukmu,“ lanjut Leta.


“Kenapa aku tidak tinggal di apartemenmu saja?” tanya Sonia, sambil meletakan gelas yang sejak tadi di peganganya di atas meja.


“Karena apartemenku hanya memiliki satu kamar,“ jawab Leta.


“Apakah aku akan baik-baik saja jika tinggal sendiri?”


“Kau akan baik-baik saja. Sebenarnya aku sudah memilih tempat yang ideal untukmu. Sebuah tempat yang dikelilingi air dan ada seorang Zodiac di tempat itu,“ jawab Leta.


“Zodiac? Apa Bintangnya?”


“Aries.“