
Leta dan Sonia memenuhi keinginan Kin. Leta juga meminta Nicko untuk tetap berada di dalam ruangan agar bisa mendukung sahabatnya itu. Sedangkan Hendrik dan Bobby pergi menuju lantai atas meninggalkan mereka berempat.
Di dalam ruangan bawah tanah, mereka berempat duduk di kursi bar. Sonia, Leta dan Kin duduk berurutan. Sedangkan Nicko duduk di kursi belakang meja bar. Di hadapan mereka sudah tersedia minuman-minuman yang di sediakan oleh Nicko. Maklum, Nicko memang memiliki bakat menjadi bartender. Sayangnya Nicko tidak mengasah bakatnya itu, karena dia lebih tertarik dengan sejarah dan hal-hal yang berkaitan dengan dunia paranormal.
Mereka berempat terlihat serius berbicara. Sonia memberitahu Kin dan Nicko bahwa dia adalah Aquarius dan dia lah yang bertanggung jawab atas kejadian di pantai. Kin dan Nicko sempat syok mendengar hal itu. Beruntung, Leta bisa menjelaskan dengan baik alasan kenapa Sonia melakukan hal itu.
“Jadi, Nick. Apa kesibukanmu?“ tanya Leta.
“Aku memiliki keahlian dalam bidang kelistrikan, jadi suka diminta orang-orang yang punya bisnis kecil kalo ada masalah kelistrikan di tempat usahanya. Penghasilannya memang gak besar, tapi lumayan deh, untuk uang jajan, sekalian nunggu dapet panggilan kerja,“ jawab Nicko.
“Apa minatmu?“ tanya Leta kembali.
“Sebenernya aku suka pelajarin sejarah dan tertarik sama paranormal, sih,“ jawab Nicko sambil cengar-cengir dan menggaruk-garuk rambutnya.
“Jika kau mau membaca, mempelajari dan menguasai hal-hal yang tertulis di semua buku yang ada di rak itu.“ Leta menunjuk rak buku yang berada di sisi kiri ruang bawah tanah. “Kamu akan aku angkat menjadi karyawanku. Tentu saja dengan penghasilan yang layak,“ lanjut Leta.
Kin memandang buku-buku yang ada di rak. “Leta, memangnya buku-buku apa yang ada di rak itu?”
“Semua petanyaan yang ingin kamu tahu tentang Zodiac, jawabannya ada di buku-buku itu. Sepertinya, ayahmu sengaja mengumpulkan buku-buku itu untukmu. Bahkan beberapa buku ada yang dia tulis sendiri,“ jelas Leta.
“Terus apa yang harus aku lakukan ketika sudah mempelajari semua buku-buku itu?“ tanya Nicko.
“Kamu harus bisa menjawab semua pertanyaan yang Kin ingin tahu jawabannya,“ jawab Leta.
“Maksudmu, seperti asisten?“
“Seperti Google,“ celetuk Sonia.
“Seperti pembimbing tepatnya,“ jawab Leta.
“Apakah semua yang aku ingin tahu ada di semua buku itu?“ tanya Kin.
“Tidak semua,“ jawab Leta, sambil menatap wine di dalam gelas yang ia pegang dengan tangan kanannya. “Kau menyebut sebuah taman atau hutan kepada Paman Bob. Tempat Kau berbicara dengan Domba Berbulu Emas kan?“ lanjut Leta.
“Ya.“ Kin menganggukan kepalanya.
“Ada pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya hanya bisa kau dapat dari Bintangmu yang kau temui di tempat itu, di dalam mimpimu.”
“Tempat itu bernama Infierno,“ sambut Sonia sambil memandang Kin.
Wajah Kin nampak sangat serius menyimak ucapan Leta dan Sonia.
“Leta, Chysom menendang sebuah batu ke arahku dan melukai pipiku. Apakah artinya, semua hal yang terjadi dengan roh kita di dalam Infierno juga berpengaruh dengan tubuh kita yang sedang tidak sadar di dunia realita? Kau lihat luka di pipiku, kan?” Kin menunjuk Luka di pipinya, “Ini ulah Chrysom.“
“Hal itu tidak bisa terjadi. Luka itu kau dapat saat kejadian di pantai. Aku yakin Chrysom membohongimu untuk membuatmu berhenti berpikir, kalau semua ini mimpi.“
Kin tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala sambil mengusap-ngusap lukanya.
“Apakah roh kalian juga berada di Infierno ketika tidur?” tanya Nicko.
“Ya,“ jawab Sonia sedangkan Leta menganggukan kepalanya.
“Ini semua membuatku bersemangat,“ seru Nicko. “Leta, aku menerima tawaranmu. Aku akan mempelajari semua yang tertulis di dalam semua buku itu,“ lanjutnya.
“Hey, Reggae,“ ucap Sonia. Nicko memandang ke arah Sonia. “Sebaiknya kau pikirkan terlebih dahulu. Kau jangan mudah terjebak dengan rayuan kapitalisme,“ lanjut Sonia. Sekarang semua orang di dalam ruangan menatapnya. “Kau tahu hal pertama yang akan dilakukan oleh kapitalis kepadamu?“ tanya Sonia, matanya menatap tajam Nicko di depannya. “Mereka akan memotong rambut gimbalmu!“
“Bagaimana caranya kau bisa menjadi menjengkelkan dan menggemaskan secara bersamaan? Apakah itu Aquarius efek?“ tanya Leta sambil tersenyum.
“Kau tahu Leta; aku adalah wanita cantik yang membuat Kin gerogi,“ balas Sonia.
“Sonia, bisa kau hentikan itu? Aku malu mendengarnya,“ sahut Kin dengan muka yang memerah karena malu.
+++
Di tepi pantai yang terletak di belakang Bell Farm Hotel, Verlaten Eiland. Jack Heeled berdiri menatap Matahari yang perlahan tenggelam. Cahaya kuning kemerahan menyinari tubuhnya yang di balut setelan jas berwarna hitam. Di sisi kanan dan kirinya tampak Attila dan Angel de la Barthe menemani Pria berperawakan kurus tinggi itu.
“Sonia Robert sudah tidak terlihat di Ostheaven Lunatic Asylum. Aku yakin ada yang membebaskannya,“ ucap Attila pada Jack.
“Siapa yang kau curigai?” tanya Jack.
“Anak buahku sedang mencari tahu,“ jawab Attila.
“Angel, kau tahu keberadaan Sonia Robert?“ tanya Jack pada Angel.
“Aku melihatnya di Selatan Ostheaven. Penginapan milik Dhananjaya.“
Jack tersenyum, matanya dia pejamkan. Sejenak, dia menikmati paparan sinar Matahari yang sedang menyinari wajahnya. “Orang yang melepaskan Aquarius, mencoba melindungi Kin Dhananjaya,“ ucap Jack. Jack membuka matanya, lalu menatap ke arah Attila. “Untuk sementara, suruh anak buahmu tidak menyentuh Dhananjaya. Kau tahu Attila? MMenaruh Aquarius di tempat yang di kelilingi air adalah pemikiran yang cemerlang. Siapapun dalangnya, dia pasti orang yang jenius,“ ucap Jack.
“Jadi, apa rencana kita selanjutya?“ tanya Attila.
“Suruh Cassandra bersiap-siap, Aku akan meminta Moll Dyer ke Ostheaven.“ Jack memejamkan matanya lalu senyum mengembang dari bibirnya. “Rencana kita selanjutnya adalah, menyingkirkan salah satu Zodiac di kota itu. Kita akan membunuh Taurus,“ lanjut Jack lalu tertawa.