ZODIAC

ZODIAC
BAB 35



Kraken terus melaju ke arah samudera, semakin lama lajunya semakin cepat.


Kin menengok ke belakang, dia sudah tidak dapat melihat tebing tempat dia melompat ke dalam laut. Cahaya Matahari pun semakin lama tampak semakin redup karena tidak mampu menembus gelapnya lautan dalam, tempat Kraken melesat membawa gelembung yang dinaiki Kin, Leta dan Sonia.


“Aku masih sedikit tidak percaya kalau Kraken adalah mahkluk yang baik. Karena di beberapa buku yang aku baca, diceritakan Kraken sering menarik kapal-kapal ke dalam laut,“ ucap Kin.


Leta memandang ke arah Kin dengan matanya yang berwarna kuning keemasan. “Faktanya memang dahulu Kraken sering melakukan itu, menenggelamkan kapal-kapal,“ balas Leta. “Namun, kapal yang Kraken tenggelamkan adalah kapal-kapal bajak laut yang meledakkan batu-batu karang dengan bom, untuk mencari harta karun atau benda-benda pustaka. Kapal nelayan yang menangkap ikan dengan bom juga dia tenggelamkan. Ya, intinya Kraken hanya menenggelamkan mereka yang merusak ekosistem laut,“ lanjut Leta.


Kin memandang Leta sambil menganggukkan kepalanya.


“Hey, Gurita Besar, aku tidak menyangka bahwa dahulu kau adalah seekor aktivis lingkungan,“ ucap Sonia pada Kraken.


Leta terkekeh mendengar ucapan Sonia Robert, lalu dia menatap ke arah depan tempat kepala Kraken berada.


Tak lama berselang, Leta kembali menatap wajah Sonia. “Katanya, dia merasa terhormat bisa bertemu Zodiac sekuat dirimu,“ ucapnya.


Sonia nampak sumeringah mendengar ucapan Kraken yang disampaikan Leta.


“Leta, apakah Kraken adalah Titan?“ tanya Kin.


“Ya, Kraken adalah Titan,“ jawab Leta singkat.


“Apakah selama ini para Titan hidup di dimensi yang sama dengan manusia?“ tanya Kin kembali.


“Beberapa, iya. Bahkan di antara Titan yang mampu menyamarkan wujud aslinya, mereka hidup dan bekerja di lingkungan yang sama dengan manusia. Sedangkan mereka yang tidak bisa menyembunyikan wujudnya, bersembunyi dan menjauh dari kehidupan manusia,“ jelas Leta.


“Kenapa mereka bersembunyi?“


“Karena manusia akan menangkap mereka, lalu menjadikan mereka sebagai bahan penelitian, mengurungnya, atau membunuh dan mengeringkan jasadnya lalu di simpan di museum untuk dijadikan tontonan“, jawab Leta pada Kin.


Kin menundukkan kepala sambil memejamkan matanya sehabis mendengar penjelasan Leta.


“Mengenai Titan, kau bisa bertanya kepada Chrysom, jika nanti kau berada di Hutan Dewan Perang Ares. Aries pasti lebih tau dariku,“ lanjut Leta.


Kin menatap Leta sambil menganggukkan kepalanya.


Kraken membawa gelembung semakin jauh dari daratan dan melesat ke dalam lautan. Sinar Matahari sudah tidak mampu lagi menembus kedalaman ini. Kegelapan lautan menyelimuti sekeliling gelembung.


Sonia Robert menggerakkan jari-jarinya dan menciptakan cahaya berwarna biru berupa aliran listrik yang menari-nari di ujung jarinya. Walupun redup, namun cahaya biru itu mampu sedikit menerangi mereka dari kegelapan laut.


“Tidak, bahkan aku bisa melakukan ini seharian,“ jawab Sonia.


“Bagaimana kau melakukannya?“ tanya Kin kembali.


“Tubuh manusia mengandung listrik, sedangkan air mampu mengaliri listrik, dengan sedikit dorongan dari kekuatanku, aku bisa menghasilkan cahaya-cahaya ini,“ jawab Sonia.


Kin menganggukkan kepalanya sambil terus menatap cahaya yang keluar dari jari-jari Sonia.


“Kita sudah sampai,“ ucap Leta.


Kin dan Sonia langsung menghadapkan pandangannya ke arah depan. Mereka melihat sebuah kubah berukuran besar yang mengeluarkan cahaya berwarna hijau.


Kraken memperlambat lajunya, lalu menembus kubah besar itu dan....


... mata Kin dan Sonia Robert terpesona dengan penampakan sebuah istana di dalam kubah itu. Istana itu memiliki empat buah menara di setiap sisi-sisinya dengan atap berbentuk kerucut. Benteng nampak mengelilingi Istana bergaya Roman tersebut. Sedangkan cahaya berwarna hijau yang keluar dari kubah yang menyelimuti Istana itu, menerangi setiap sudut Istana tersebut.


“Selamat datang di Istana Pisces,“ ucap Leta.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA ZODIAC


Jangan lupa klik jempol dan komennya


Tentang penulis:


Ahmad Rusdy, biasa dipanggil Rusdy. Penggemar kopi, musik heavy metal, Marvel dan karya-karya Stephen King. Mempercayai adanya kehidupan cerdas di luar angkasa.


Temukan saya di:


Instagram: @a_rusdy


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *