
Pada jaman dahulu kala. Hidup seorang Raja keturunan Titan bernama, Forkis. Forkis sangat bahagia ketika istrinya yang bernama Keto, melahirkan tiga bayi kembar berkelamin Perempuan. Forkis sangat menyayangi ketiga anaknya itu, sehingga Ia meminta kepada Ibu para Titan, Gaia, Untuk memberi ketiga bayinya itu anugrah.
Gaia mengabulkan permintaan Forkis, dengan memberikan kedua bayi perempuannya yang bernama Stheno dan Euriale, sebuah anugrah berupa keabadian. Sedangkan bayi perempuan Forkis yang lahir paling terakhir, diberi anugrah kecantikan seorang Dewi. Bayi perempuan ini bernama, Medusa.
Ketika beranjak dewasa, Medusa berkeinginan untuk mengabdikan dirinya sebagai seorang pendeta di Kuil milik Dewi Athena. Forkis sangat senang dengan keputusan Medusa dan mengijinkan anak perempuannya itu mengejar keinginannya.
Namun, karena kecantikan yang dimiliki Medusa kerap membuat para lelaki mengejar-ngejar dan membahayakan dirinya, Forkis meminta Stheno dan Euriale menemani dan menjaga Medusa. Kedua kakak Medusa itu pun dengan senang hati memenuhi keinginan Ayahnya.
Lalu pada suatu hari, Poseidon datang ke kota tempat dimana Medusa tinggal. Stheno dan Euriale mengetahui kedatangan Poseidon dan merayunya untuk menemui Medusa. Poseidon menuruti keinginan kedua Kakak Medusa tersebut, lalu pergi menuju kuil Athena.
Sesampainya di dalam Kuil, kecantikan yang dimiliki Medusa membuat Poseidon jatuh cinta kepadanya pada pandangan pertama. Sebuah perasaan yang sama dengan yang dirasakan Medusa. Lalu kemudian mereka berdua menjalin hubungan asmara.
Hingga pada suatu hari, nafsu yang meluap-luap membuat Poseidon dan Medusa kehilangan akal sehatnya. Mereka bermesraan di dalam Kuil Dewi Athena. Athena mengetahui hal tersebut dan marah besar kepada Medusa beserta kedua kakaknya. Athena menghukum ketiga kakak-beradik itu dengan merubah rambut-rambut mereka menjadi ular berbisa. Lalu bagian tubuh bawah ketiganya di ubah menjadi tubuh ular.
Medusa mendapatkan hukuman yang paling berat, karena Athena juga mengutuk kedua matanya. Sehingga ketika ada mahkluk yang menatap langsung kedua mata Medusa, makhluk itu akan berubah menjadi batu.
Ketiga kakak beradik ini di kenal dengan nama, Gorgon.
Poseidon merasa bersedih atas hukuman yang di berikan Athena kepada para Gorgon. Lalu meminta maaf kepada Athena dan membujuk Athena memberikan keringanan atas hukuman yang Ia berikan. Athena menerima permintaan maaf Poseidon dan menuruti keinginannya, lalu memberikan masing-masing sepasang sayap di punggung Medusa, Stheno dan Euriale.
+++
Di dalam Istana Pisces
“Gorgon?“ tanya Kin.
“Ya, kau pasti pernah membaca kisah tentang Medusa?“ balas Capricorn.
“Tapi bukankah Medusa sudah di bunuh oleh Perseus?“ tanya Kin kembali.
“Perseus hanya membunuh Medusa, tapi tidak kedua kakaknya, Stheno dan Euriale,“ jawab Capricorn.
“Tapi bukankah tempat ini sangat tersembunyi dan Trisula Poseidon hanya bisa digunakan oleh Zodiac ber elemen air atau Kin?“ tanya Sonia.
“Apa Kau lupa jika Tamam Shud memiliki Toadstones Cancer?“ sahut Leta. “Prediksiku. Tujuan Tamam Shud adalah, memasukkan Cancer kedalam inang yang sudah mereka siapkan, lalu meminta Cancer untuk mencuri Trisula ini,“ lanjutnya.
“Jadi, Gorgon dan Tamam Shud saling berkaitan?“ tanya Kin.
“Ya. Jika Kau perhatikan, simbol organisasi Tamam Shud adalah kepala Medusa,“ balas Leta.
“Aku pernah melihatnya,“ sambar Sonia, sambil menganggukan kepalanya dan melipat kedua tangan di depan dada.
“Aku pikir Kau adalah Cancer,“ ucap Capricorn, sambil memandang Kin di depannya.
Kin melirik ke arah Leta, lalu ke arah Sonia. “Aku bukan Cancer,“ balas Kin kepada Capricorn.
“Kau Zodiac bukan?“ tanya Capricorn.
“Ya. Ta-tapi, A-a-aku baru saja mengetahui kalau Aku salah satu dari Zodiac. Ja-jadi Aku belum sekuat kalian,“ jawab Kin gugup.
“Katakan padaku, apa Bintangmu?“ tanya Capricorn kembali.
“Aries,” jawab Kin, singkat.
Capricorn terkejut mendengar ucapan Kin. Lalu lia menatap ke arah Leta yang berada di belakangnya. “Apakah itu benar?“ tanyanya pada Leta.
“Ya, seperi yang diaa katakan,“ jawab Leta.
“Kau yakin?“ tanya Capricorn kembali.
“Tanpa keraguan sedikit pun,“ balas Leta.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA ZODIAC
Jangan lupa klik jempol dan komennya
Tentang penulis:
Ahmad Rusdy, biasa dipanggil Rusdy. Penggemar kopi, musik heavy metal, Marvel dan karya-karya Stephen King. Mempercayai adanya kehidupan cerdas di luar angkasa.
Temukan saya di:
Instagram: @a_rusdy
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *