
Sebuah mobil Jeep Rubicon memasuki halaman Dhananjaya Guest House dan berhenti tepat di depan pintu masuk dengan ban yang berdecit. Pak Sutris yang sedang berada di lobi bersama Putri, melangkah ke luar untuk memeriksa siapa yang datang.
Pak Sutris melihat Cassandra turun dari mobil itu dan bergegas menghampirinya.
“Aku datang bersama Taurus”, ucap Cassandra. Kata-kata yang diucapkan Cassandra adalah kode yang dirancang Leta, agar orang-orang yang berada di penginapan mengetahui jika itu adalah Gavin dan Cassandra.
“Baiklah, di mana dia?“ balas Pak Sutris.
Cassandra bergegas membuka pintu mobil.
Pak Sutris melihat ke dalam dan mendapati Gavin yang sedang sekarat karena banyak kehabisan darah.
“Kau bisa bantu aku membawanya ke dalam?” tanya Sutris kepada Cassandra.
Cassandra menganggukkan kepalanya dan segera membantu Sutris membopong Gavin ke ruang bawah tanah.
***
Sesampainya di ruangan bawah tanah, Gavin ditengkurapkan di atas kasur yang sebelumnya sudah disiapkan Kin dan Nicko.Tak lama kemudian, Putri datang membawa sebuah kotak berwarna coklat dengan kedua tanganya. Putri meletakkan kotak itu disebelah Gavin. Ketika kotak itu di buka, Kin yang duduk di sebelah Putri melihat sebuah botol kaca berbentuk oval.
Putri membuka tutup botol dan menuangkan beberapa tetes cairan berwarna biru dari dalam botol itu ke telapak tangan kirinya. Setelah meletakkan botol di lantai, jari telunjuk dan tengah tangan kanannya menyentuh cairan yang berada di telapak tangan kirinya. Putri membuat gerakan melingkar dengan jari-jarinya. Semakin lama, cairan berwara biru itu terlihat mengeluarkan cahaya.
Kin menatap kejadian itu dengan perasan heran campur takjub dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi di hadapannya. Dia merasa hal-hal di luar nalar terus terjadi di sekelilingnya akhir-akhir ini.
Setelah merasa cukup, Putri mengoleskan cairan berwarna biru bercahaya itu ke kedua luka tembak yang terdapat di punggung Gavin. Setelah diolesi cairan itu, asap nampak keluar dari luka tembak itu. Gavin menjerit kesakitan. Rasa perih terbakar ia rasakan di punggungnya.
Semua orang di dalam ruangan—kecuali Sonia Robert yang sedang duduk di kursi meja kerja sambil memainkan game di handphone-nya—merasa takjub dengan pristiwa itu. Peluru yang bersarang di tubuh Gavin keluar dari tubuhnya. Bekas lukanya pun perlahan menutup dengan sendirinya.
Gavin mulai merasa lebih baik setelah rasa sakit menyiksa yang dia dapat karena pengobatan yang diberikan Putri berangsur menghilang. Dia membaringkan tubuhnya, sejenak menutup matanya, merasakan tubuhnya mulai pulih kembali.
“Nic, kau mengetahui sesuatu?“ tanya Kin.
“Ya. Aku membaca buku yang ditulis Ayahmu. Dia membahas tentang pengobatan ini,” jawab Nicko. “Tapi, aku belum mengerti banyak. Jadi mungkin Putri bisa menjawabnya,“ lanjut Nicko.
Kin mengalihkan pandangannya ke Putri yang berada di sebelahnya. “Put?“ tanyanya.
“Cairan ini bernama Ramuan Amerta,“ jawab Putri sambil menunjukan botol cairan itu kepada Kin.
“Bukankah cairan itu untuk membuat penggunanya hidup abadi?“ tanya Nicko.
“Itu adalah kesalahan penafsiran orang-orang di masa lalu, Mas Nick,“ jawab Putri sambil tersenyum. “Guna cairan ini adalah, untuk menyembuhkan semua luka,“ tambahnya.
“Hanya satu orang di bumi ini yang bisa membuat cairan itu,“ sela Cassandra. “Orang itu bernama Moll Dyer.“
“Sonia, kau mengetahui ini?“ tanya Kin pada Sonia yang terlihat sedang sibuk bermain game di handphone-nya.
“Tidak,“ jawab Sonia, pandangannya tetap fokus ke layar handphone. “ Tapi aku tahu kalau Putri adalah seorang penyihir,“ ucap Sonia kemudian.
Kin dan Nicko nampak terkejut mendengar ucapan Sonia.
“Penyihir yang bisa menggunakan Ramuan Amerta hanyalah murid-murid Moll Dyer. Apakah aku benar?“ tanya Cassandra pada Putri.
“Davin Dhananjaya menemukan Putri saat dia masih kecil,“ ucap Pak Sutris memotong pembicaraan.
Pak Sutris yang berdiri di dekat tangga melangkahkan kakinya mendekati kasur tempat Gavin terbaring yang berada di tengah-tengah ruangan bawah tanah. “Saat itu Pak Davin bersama Hyde dan Bobban menyerang salah satu markas organisasi Tamam Shud yang berada di bagian Barat Ostheaven. Target mereka adalah menangkap atau membunuh penyihir Moll Dyer yang beberapa kali melakukan aksi teror dengan meledakan gedung-gedung di kota.”