ZODIAC

ZODIAC
BAB 45



BAB 45 723


Di dalam mobil Chevrolet Camaro berwarna hitam yang sedang melaju di atas jalan raya menuju pusat kota Ostheaven.


“ Setidaknya, Kau beritahu Aku apa yang sedang kalian rencanakan, “ ucap Kevlar sambil mengemudikan mobil.


Leta tersenyum mendengar ucapan Gavin. “ Kau adalah pewaris tahta kerajaan. Kehadiranmu hanya akan menarik perhatian publik, “ balas Leta.


“ Aku tahu Kau tidak ingin bertarung bersamaku Leta. Maksudku tadi, setidaknya Kau kabari Aku, bahwa Kau masih hidup dan baik-baik saja. Kau benar-benar membuat ku kahwatir, “ ucap Kevlar, kesal.


“ Kau mengawatirkan Ku ? “ tanya Leta, sambil tersenyum memandang Kevlar.


“ Huff, “ Kevlar menghela napas dan menggelengkan kepalanya.


Leta tertawa melihat respon Kevlar, lalu Ia memalingkan pandangannya ke arah jendela depan mobil.


“ Kau bilang tadi Kau ingin merekrut Aquarius dan membuat sebuah team ? “ tanya Leta.


“ Ya. Aku bertemu dengan beberapa Zodiac. Aku pikir mengumpulkan beberapa orang-orang kuat akan membantuku memberantas Tamam Shud, “ jawab Kevlar.


“ Memberantas, membunuh, membantai— “ Leta menghentikan ucapannya lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. “ Ucapan dan tindakanmu sama-sama mengerikan, “ lanjut Leta.


Senyum nampak dari bibir Kevlar. “ Ya, Aku tahu Kau tidak menyukai caraku mengatasi Tamam Shud. Tapi, bukankah di kelompokmu ada Sonia Robert ? Aku dengar, Ia begitu berbahaya, “ ucapnya.


“ Sonia Robert membuat lawan-lawannya terbunuh. Kau harus bedakan denganmu yang membunuh lawan-lawanmu, “ balas Leta.


“ Jadi Ia tidak pernah berniat membunuh ? “


“ Tidak sama sekali. “


“ Lalu apa maksudnya dengan, Ekliptika ? “ tanya Kevlar kembali.


“ Davin Dhananjaya pernah ingin membuat sebuah team yang berisi 12 Zodiac. Namun, sampai akhir hayatnya, team impiannya itu tidak pernah berhasil terbentuk. Team itu Ia beri nama, Ekliptika. Lalu hari ini, Kin berucap padaku, “ Ayo kita bentuk Ekliptika”, “ ucap Leta, lalu Ia memandang Kevlar di sebelahnya. “ Kau tahu, itu membuatku gemetar. Lama kelamaan Domba kecil itu mulai terlihat seperti Ayahnya, “ lanjutnya.


Kevlar tersenyum sambil menganggukan kepalanya. “ Cepatlah besar Domba kecil, musuh kita semakin banyak, “ ucapnya.


“ Ya, mengerikan, “ balas Leta.


“ Jika Kau berkenan, Aku bersedia bergabung dengan kelompokmu, “ ucap Kevlar.


“ Tidak, “ sahut Leta sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “ Jika Kau mau, Kau bisa membuat Ekliptika di Xacatara, “ lanjutnya.


“ Menarik. Team Ostheaven dan Team Xacatara. Ide yang bagus, “ balas Kevlar. “ Siapa saja anggota kalian ? “ tanyanya.


“ Aku, Aquarius, Aries dan Capricorn. Aku akan bicara dengan Taurus tentang ini, Aku berharap Ia juga ingin bergabung. “


“ Aku bertemu dengan Sagitarius, “ jawab Kevlar.


“ Sagitarius ? “ tanya Leta, penasaran.


“ Ya. Aku sudah bicara dengannya dan tampaknya Ia tertarik. Lalu Aku juga mengetahui keberadaan Scorpio, “ ucap Kevlar.


“ Wow ! “ Leta terkejut mendengar ucapan Kevlar.


“ Ya, Scorpio memang sulit di temukan. Bahkan kita tidak pernah mendengar sepak terjangnya. Tapi Aku tahu di mana dia dan jika Aku sempat, Aku akan berbicara kepadanya, “ lanjut Kevlar.


“ Ya, Aku harap Ia mau bergabung denganmu, “ ucap Leta.


Kevlar melirik ke arah Leta. “ Kau sudah makan malam, Tuan Putri ? “ tanyanya.


“ Belum, “ balas Leta sambil menggelengkan kepalanya.


“ Kau tahu tempat makan yang enak di kota ini ? “ tanya Kevlar kembali.


“ Ya, kita akan menemukan banyak di kota, “ jawab Leta.


“ Baik, yang Mulia, “ ucap Kevlar sambil menundukan kepalanya dan meletakan telapak tangan kanannya di dada.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA ZODIAC


Jangan lupa klik jempol dan komennya


Tentang penulis:


Ahmad Rusdy, biasa dipanggil Rusdy. Penggemar kopi, musik heavy metal, Marvel dan karya-karya Stephen King. Mempercayai adanya kehidupan cerdas di luar angkasa.


Temukan saya di:


Instagram: @a_rusdy


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *