ZODIAC

ZODIAC
BAB 41



Kin menundukan kepalanya, sejenak ia memikirkan ucapan yang sering di lontarkan Davin Dhananjaya kepadanya saat kecil. “Aku benar-benar tidak dapat mengartikannya,“ ucap Kin sambil memandang Capricorn.


Capricorn tersenyum mendengar jawaban Kin, lalu Ia memandang patung Dewa Ares di depannya. “Maksud perkataannya adalah, Dewa Ares akan melindungimu saat Kau di dalam peperangan,“ ucap Capricorn.


Kin tersentak mendengar ucapan Capricorn, Ia tidak bisa berkata apa-apa.


“Tapi bukan berarti Dewa Ares akan hadir dan ikut berperang denganmu. Yang Aku maksud adalah, ketika Kau berubah wujud sempurna, selain sepasang sayap dan tanduk, Kau juga akan mengenakan zirah Ares,“ lanjut Capricorn.


Kin diam sejenak, Ia mengingat sesuatu. “Aku ingat, ketika Aku coma, saat itu untuk pertama kalinya Aku bertemu dengan Bintangku, Chrysom, di dalam Infierno. Tanpa sadar Aku berucap kepadanya, bahwa Aku pikir Ia adalah Pria berbaju zirah berwarna emas dengan sepasang sayap di punggungnya,“ ucap Kin, menggebu-gebu.


Capricorn tersenyum mendengar ucapan Kin. “Domba itu yang memasukan informasi itu di kepalamu dengan paksa,“ balas Capricorn.


“Ares bukan hanya memberikan jubahnya padamu Kin,“ sela Leta.


Leta berenang menghampiri Kin dan Capricorn yang sedang berada di depan patung Dewa Ares.


“Dewa Ares juga menganugrahkan Aries kemampuannya,“ ucap Leta yang berada di sebelah Kin. “ Selain Dewa Perang, Ares juga ahli dalam menggunakan senjata. Ia menganugrahkan keahlian itu padamu. Kau satu-satunya Zodiac yang mampu menggunakan semua senjata Dewa-Dewi, termasuk Trisula Poseidon. Karena Kau bisa menggunakan semua pusaka termaksud tiga kunci Tartaros, maka di antara semua Zodiac, hanya Kau yang bisa membuka dan mengunci pintu gerbang dimensi Tartaros. Itulah mengapa tanggung jawabmu lebih besar dari kami,“ ucap Leta.


Lalu Leta menghadapkan pandangannya ke arah dimana Trisula Poseidon di letakkan.


“Hey Sonia, apa yang Kau lakukan!“ ucap Leta.


Leta tampak terkejut sekaligus panik, ketika melihat Sonia Robert sedang menenteng-nenteng Trisula Poseidon dengan tangan kanannya. Pandangan Kin dan Capricorn juga tertuju kepada Sonia.


“Benda ini sangat menggoda untuk di genggam. Ia seperti berbisik ‘ sentuh Aku, penggang Aku, belai Aku,“ ucap Sonia sambil menggenggam Trisula di tangannya.


“Sonia, letakkan Trisula itu di tempat asalnya,“ ucap Leta yang tampak kesal.


“Aquarius,“ panggil Capricorn. “Perbedaan kekuatanmu dan Pisces hanya berjarak seperti panjang Trisula itu. Dengan menggunakan Trisula Poseidon, kalian berdua bisa dengan mudah memusnahkan setengah populasi makhluk hidup di Bumi. Jadi, sebelum hal-hal yang tidak di inginkan terjadi, Aku mohon kembalikan benda itu di tempatnya,“ lanjut Capricorn.


“Hufffff,“ Sonia menghela napasnya. “Apa kalian tidak memiliki rasa ingin tahu yang besar sepertiku?“ ucapnya sebal sambil meletakan kembali Trisula Poseidon di tempat asalnya.


Capricorn dan Leta serentak mengehela napas lega ketika melihat Sonia Robert meletakkan kembali Trisula Poseidon di tempatnya. Sedangkan Kin menatap tajam Trisula itu dengan wajah yang serius.


“Leta,“ ucap Kin.


“Ya.“


“Apakah benar jika Kau atau Sonia menggunakan Trisula itu, kalian bisa memusnahkan setengah populasi di Dunia?“


“Kalau begitu, kalian juga bisa melawan Kronos, Tamam Shud, Gorgon dan semua Titan yang mengancam Dunia?“


“Bisa atau tidak, kita memang harus melawannya Kin.“


“Aries, Pisces, Aquarius, Capricorn dan Taurus. Jumlah kita sudah lebih banyak dari semua Zodiac yang berhasil Ayahku temukan,“ ucap Kin.


“Apa yang sebenarnya ingin Kau katakan?“ tanya Leta, wajahnya terlihat sangat penasaran.


“ Ayo kita membentuk Ekliptika, “ ucap Kin dengan penuh keyakinan.


Leta memandang Kin. Senyum tampak merekah dari kedua bibirnya.


“Hey, Leta. Apakah itu Kin?“ tanya Sonia sambil menunjuk ke arah Kin.


“Ya. Memang seharusnya seperti inilah Dhananjaya,“ balas Leta.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA ZODIAC


Jangan lupa klik jempol dan komennya


Tentang penulis:


Ahmad Rusdy, biasa dipanggil Rusdy. Penggemar kopi, musik heavy metal, Marvel dan karya-karya Stephen King. Mempercayai adanya kehidupan cerdas di luar angkasa.


Temukan saya di:


Instagram: @a_rusdy


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *