ZODIAC

ZODIAC
BAB 34



Kin dan Sonia berenang menyusul Leta, lalu mereka bertiga masuk kedalam gelembung itu.


“Apakah gelembung ini kuat menahan tekanan air?“ tanya Kin sambil menekan-nekan dinding gelembung itu dengan jari telunjuknya.


“Ya, bahkan ledakan nuklir tidak dapat menghancurkannya,“ jawab Leta.


Leta mengangkat tangan kanannya setinggi dada, lalu perlahan menurunkan tangannya ke arah pusar. Gelembung yang di taiki Leta, Sonia dan Kin mengikuti gerakan tangan Leta. Gelembung tersebut perlahan turun ke dalam laut.


Sonia dan Kin terkesima dengan pemandangan di dalam laut. Ikan-ikan kecil dengan beraneka ragam warnanya berenang hilir mudik melewati gelembung yang mereka naiki.


Lalu Sonia menatap ke arah Leta yang berdiri membelakanginya. “Leta, kenapa kau tidak membuat gelembung ini dalam bentuk kotak atau segitiga? Menurutku itu akan lebih nyaman kita naiki,“ ucap Sonia.


“Ya, tapi akan sulit bagi yang akan menariknya,“ balas Leta.


“Oke,“ ucap Sonia sambil menganggukkan kepalanya. “Lalu, siapa yang akan menarik bola ini?“ tanya Sonia kemudian.


Leta menempelkan telapak tangan kanannya ke dinding gelembung yang berada di hadapannya. “Kraken,“ panggil Leta kemudian.


Sonia dan Kin saling bertatapan saat mendengar Leta mengucapkan, Kraken.


“Leta, aku harap ada lumba-lumba atau penyu laut yang kau beri nama Kraken,“ ucap Sonia, dengan wajah yang tampak khawatir.


“Tidak,“ balas Leta sambil menggelengkan kepalanya. “Kraken adalah gurita raksasa,“ lanjut Leta.


Kin menatap ke arah Sonia di sebelahnya. “Sonia, pertimbangkan untuk berubah menjadi Aquarius, sekarang,“ bisik Kin.


“Aku sudah melakukannya,“ balas Sonia, lalu dia menatap wajah Kin dengan bola mata yang sudah berubah warna menjadi biru.


Tak lama berselang, dari kegelapan laut nan jauh di depan gelembung yang mereka naiki, melesat cepat seekor gurita raksasa menuju mereka.


“Ok, dia memang besar,“ ucap Sonia sambil menatap mahluk yang sedang mendekati mereka. “Dan dia juga cepat,“ lanjut Sonia.


Kraken semakin mendekat dengan cepat, mereka yang berada di dalam gelembung sudah dapat melihat dengan jelas wujud gurita raksasa itu. “Leta, bukankah dia berbahaya?“ tanya Sonia yang tampak panik.


Leta tertawa mendengar ucapan Sonia. “Tenanglah, dia temanku sejak aku kecil,“ jelas Leta.


“Kin, wanita ini lebih berbahaya dariku,” bisik Sonia sambil menunjuk Leta yang berada di depannya.


Dengan wajah yang tampak pucat, Kin menganggukkan kepalanya.


Kraken menghentikan lajunya. Jaraknya dengan gelembung berkisar seratus meter.


Kin dan Sonia menatap gurita raksasa itu dengan perasaan takut sekaligus takjub.


Wujud Kraken sama seperti wujud gurita pada umumnya. Namun tubuhnya nampak begitu besar melebihi besar paus biru. Kraken memiliki delapan lengan dengan alat penghisap berupa bulatan-bulatan cekung pada bagian dalam lengannya yang digunakan untuk bergerak dan menangkap mangsa.


“Kin,“ bisik Sonia. “Apakah lengan gurita kita sebut tentakel?“ tanya Sonia.


“Pertanyaan itu ada di kepalaku sejak saat Leta menyebut nama Kraken,“ balas Sonia.


“Gurita tidak memiliki tantakel, jadi kau menyebutnya, lengan,“ jawab Kin.


Sonia mengangguk-anggukkan kepalanya sambil menatap ke arah lengan-lengan Kraken.


“Kraken, bawa kami ke Istana Pisces,“ ucap Leta kepada Kraken.


Kraken menatap Leta dengan mata besarnya yang berwarna kuning. Lalu dua lengannya bergerak menuju gelembung dan melilit gelembung itu dengan lembut.


Sonia Robert menatap bulatan cekung dari lengan Kraken menempel di dinding gelembung. Bulatan cekung berwana gading itu tampak berdegub-degub.


Sonia menatap bulatan cekung itu, terus menatapnya, lalu dia memalingkan pandangannya ke arah Leta. “Hey, Leta. Bisakah kau suruh Gurita itu berhenti mendegub-degubkan lengannya? Itu terlihat menjijikan,“ ucapnya.


Leta tertawa mendengar pertanyaan Sonia. “Sonia, dia bisa mendengarmu,“ balas Leta sambil menatap wajah Sonia.


Sonia diam sejenak, Kin dan Leta sama-sama menatap Sonia. Mata besar Kraken juga menatap Sonia.


“Hey, Kraken. Kau tahu? Aku baru keluar dari rumah sakit jiwa beberapa hari yang lalu. Jadi, aku masih sedikit sulit merangkai kata-kata yang benar. Maksudku tadi menggelitik, bukan menjijikan.“ Sonia berusaha memberikan alasan pada Kraken.


Kraken memutar tubuhnya ke arah samudera. Perlahan dia mulai bergerak melaju lurus ke depan.


“Dia tadi bilang padaku, bagaimana kau bisa bertingkah menjengkelkan dan menggemaskan secara bersamaan?“ ucap Leta pada Sonia sambil tersenyum.


Sonia tersenyum lega sambil menggerak-gerakan alisnya, sedangkan Kin membuang napas panjangnya.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA ZODIAC


Jangan lupa klik jempol dan komennya


Tentang penulis:


Ahmad Rusdy, biasa dipanggil Rusdy. Penggemar kopi, musik heavy metal, Marvel dan karya-karya Stephen King. Mempercayai adanya kehidupan cerdas di luar angkasa.


Temukan saya di:


Instagram: @a_rusdy


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *