ZODIAC

ZODIAC
BAB 40



Capricorn mengalihkan pandangannya ke arah Kin. “ Kau memiliki tanggung jawab yang besar, Nak,“ ucap Capricorn.


“Ya, Aku tahu. Sonia bilang padaku, tugas Zodiac adalah menyelamatkan Dunia,“ ucap Kin polos apa adanya.


Capricorn tersenyum, lalu memutar tubuhnya dan berenang ke arah patung Dewa Ares yang nampak gagah dengan baju zirahnya, lengkap dengan helm, tombak bermata satu sepanjang dua meter dan prisai bundar di tangan kirinya.


“Menyelamatkan Dunia adalah tugas semua Zodiac, Aries. Tapi tugasmu lebih besar dari itu,“ ucap Capricorn.


Kin menatap ke arah Leta dengan wajah bingung.


Leta tersenyum kepadanya. “Jika Kau bingung, kenapa tidak kau tanyakan pada Asia?“ ucap Leta.


Kin mengubah pandangannya ke arah Capricorn. “ Maaf, apakah sopan jika aku memanggilmu Asia ? “ tanya Kin.


Capricorn memutar tubuhnya, lalu menatap wajah Kin. “ Tentu, karena itu adalah namaku, “ jawab Asia sambil tersenyum pada Kin.


“ Asia, bisa Kau jelaskan apa yang Kau maksud ? “ ucap Kin.


Sejenak Capricorn memandang wajah Kin. “ Kemarilah, “ ucapnya kemudian.


Kin berenang menghampiri Capricorn yang berada di depan patung Ares.


“ Kau lihat ini ? Theritas, ” ucap Capricorn sambil menunjuk ke arah patung Dewa Ares di depannya ( dalam pemujaan terhadap Ares, sang dewa perang disebut juga sebagai Theritas (buas, kejam), Afneius (berlimpah), Gynaikothoinas (berpesta dengan perempuan), Alloprosallos (murah hati), Enyalius (dewa perang), Gradivus (pemimpin pasukan), dan Hiipius. Selain itu, Homer dan para penyair Yunani juga memberinya berbagai julukan, diantaranya adalah Brotoloigos (pembantai manusia), Andreiphontes (pembunuh manusia), Miaiphonos (berlumur darah), Laossoos (berperang dengan manusia), dan Teikhesipletes (penghancur kota)).


Kin berdiri di sebelah Capricorn, sambil menatap Patung di depannya.


“ Indah bukan ?” lanjut Capricorn sambil membelai baju zirah patung Ares.


“ Ya, terlihat sangat megah, “ balas Kin, tatapannya tertuju kepada patung Ares di depannya.


“ Sayangnya, patung ini terbuat dari batu. Jadi Kau tidak bisa melihat warnah emas yang berkilau-kilau dari baju zirah ini, “ ucap Capricorn.


Lalu Ia menatap Kin yang berada di sebelahnya. “ Kau tahu, Dewa Ares begitu menyukai Bintangmu ? “ tanya Capricorn.


“ Ya, Ayahku dulu pernah berucap bahwa, ‘Langkahku akan membuat takut pasukan musuhku, karena Aku dicintai Ares, “ balas Kin.


“ Aku baru bisa mengeluarkan sayap. Tapi Leta bercerita, saat Aku sudah bisa berubah sempurna dalam wujud Aries, Aku juga akan memiliki tanduk, “ jawab Kin.


“ Kin, “ panggil Sonia, Kin menatap ke arah Sonia. “ Bukan Leta, tapi Aku yang memberitahumu, “ ucap Sonia Robert, sebal.


Kin tersenyum ke arah Sonia, sambil menggaruk-garuk pahanya dengan tangan kanannya. Lalu Ia, menatap ke arah Capricorn, “ maksudku Aquarius yang memberitahuku jika Aku akan memiliki tanduk, “ ucapnya.


Sonia membuang wajahnya ke arah Leta, “ di kepalanya hanya Kau ! “ ucapnya setengah berbisik kepada Leta.


Leta hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Lalu Sonia menatap Trisula Poseidon yang berada di depannya. Ia merasakan suhu hangat di sekeliling Trisula Poseidon dan telinganya mendengar suara dengingan yang keluar dari tombak bermata tiga itu. “ Aku tidak terintimidasi, Aku tidak terintimidasi, Aku tidak terintimidasi, “ ucapnya berulang-ulang di dalam hati.


“ Kin, Kau memahami maksud ucapan Ayahmu ? “ tanya Capricorn.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA ZODIAC


Jangan lupa klik jempol dan komennya


Tentang penulis:


Ahmad Rusdy, biasa dipanggil Rusdy. Penggemar kopi, musik heavy metal, Marvel dan karya-karya Stephen King. Mempercayai adanya kehidupan cerdas di luar angkasa.


Temukan saya di:


Instagram: @a_rusdy


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *