Zara Ayyubi

Zara Ayyubi
Fix, jodoh



"Ayyubi" Seseorang yang keluar dari Maret-maret memanggil Ayyubi lalu mengajaknya pergi. Ayyubi lalu berpamitan pada Zara. Zara masih menatap Ayyubi. Ternyata Ayyubi kuliah di kampus tempat Zara menimba ilmu juga.


Zara menepuk keningnya, " Haduh, aku sudah semester 2 tapi kenapa baru lihat mahasiswa sekeren Mas Ayyubi sih. Zara kamu kemana saja sih? Ah ya, Zara kan cuma uplek-uplek kampus dan toko Bunda doang" Gumam Zara.


Zara kembali masuk ke Maret-maret karena belanjaannya tadi dibawa preman-preman itu. Pasti mereka juga akan terkejut ketika melihat isinya. Yapz, Zara membeli pembalut bersayap 😆😆.


Setelah selesai membeli keperluannya, Zara bergegas ke kampus. Di dalam kelas sudah ada Shelomita yang menunggunya.


" Ra, lama banget sih, habis boker yah,"tanya Shelomita.


Zara langsung mencomot mulut Shelomita, "Dih, cerewet ini mulut, tadi aku hampir aja di jambret," Kata Zara sambil senyum-senyum.


"Ih, dasar edan, hampir di jambret tapi malah senyum-senyum, jangan bilang kalau kamu naksir yang jamret"


Zara memukul lengan Shelomita, " Dih amit-amit"


" Terus kenapa senyum-senyum, obat kewarasannya udah habis Ra?" Ledek Shelomita.


" Aku senyum karena yang nolongin aku tuh Mas-mas yang waktu di mall itu, ya Ampun jodoh mah emang gak bakal kemana ya Ta, apalagi ternyata dia tuh kuliah disini juga, Allah tuh emang baik banget, walaupun aku bandel"


"Sadar juga kalau bandel"


"Bandelnya gak banyak Ta, cuma belum bisa nutup genteng aja" Ucap Zara sambil terkekeh.


" Udah-udah jangan ngehalu mulu, ayo ah anterin aku ke perpustakaan!" Shelomita langsung menggandeng tangan Zara lalu menariknya ke perpustakaan.


" Mau ngapain sih Ta, bentar lagi masuk lhoo, aku gak mau terlambat pas pelajarannya pak Ahmad Ramadhan yang super ganteng walaupun sudah tua,hehe"


" Hadeh, gak bakal terlambat, cuma bentar, lagian ayah kamu masih di kantornya noh, lagi ngobrol sama dosen lain, kan masih ada waktu 15 menit lagi Ra"


"Iya mau ngapain sih emangnya?"


" Mau ngambil buku aku, tadi tuh aku titipin sama Kakak sepupuku, kan hari ini aku bawa buku banyak banget, berat, takut tas jebol juga"


" Oke, oke"


Zara dan Shelomita berjalan ke perpustakaan, perpustakaan walaupun masih pagi tapi sudah lumayan ramai mahasiswa yang mengunjungi.


Sesampainya di perpustakaan, Shelomita masuk kedalamnya, sementara Zara hanya menunggu didepan saja.


5 menit sudah berlalu, Shelomita keluar dengan Kakak sepupunya. Mereka berdua menghampiri Zara yang tengah berkutat dengan ponselnya.


" Yuk Ra, udah nih." Terlihat tumpukan buku di tangan Shelomita.


" Eh Zara"


Zara langsung melihat laki-laki yang ada disamping Shelomita. Duh gusti ketemu lagi. Fix berarti benar-benar jodoh.


"Mas" Sapa Zara, lidahnya sedikit kelu.


"Kalian saling kenal?"tanya Shelomita.


Zara langsung menarik tangan Shelomita agar lebih mendekat dengannya. Zara membisikan sesuatu pada Shelomita.


" Itu cowo yang aku ceritain selama ini, kamu jangan heboh, please" Bisik Zara.


Shelomita langsung melongo, untung saja gak sampe ngeces alias ileran.


" Ketemu lagi kita"


" Fix, berarti kita jodoh Mas"


Shelomita terbatuk-batuk, sementara Ayyubi terkekeh geli.


"Mit, jadi kamu sama Mas Ayyubi sepupuan"tanya Zara.


Shelomita mengangguk mantap.


Ya Allah Mita, punya Kakak sepupu ganteng kenapa Gak pernah dikenalin ke sahabatmu yang jomblo akut ini, Gumam Zara dalam hati.


" Eh anak Bunda." Ketiga teman Ayyubi menghampiri Zara dan Shelomita. Zara mengenal salah satu diantara mereka, namanya Dafa, Mas Dafa ini tetangga Zara.


"Kamu kenal Zara, Daf?" Tanya Ayyubi.


" Kenal banget, tetangga aku, anak Bunda ya Ra, tumben nih ngobrol sama cowo, nanti di omelin Bunda lhoo"


Zara menjulurkan lidahnya, " Ih, Mas Dafa rese"


" Kok anak Bunda?" Ayyubi malah terus saja bertanya. Zara mencebikkan bibirnya. Ih kenapa nanyanya yang begitu-begitu lhoo Mas Ayyubi ini.


" Ya masa anak kucing sih Mas" Celetukku.


" Ya soalnya banyak banget mahasiswa sini yang naksir dia, tapi kalau nembak di jawabnya, kata Bunda gak boleh pacaran" Dafa tergelak.


"Kalau di mintai nomor ponsel juga di jawabnya begitu, ponselnya suka di pegang bunda," Sambung Dafa lagi.


" Ya kan aku gak mau php in anak orang Mas Dafa" ucap Zara.


" Ya, cuma nomor ponsel doang mah gak masalah kali Ra," Dafa mulai modus, soalnya pas Dafa minta juga gak dikasih🤭.


" Dih, Zara gak mau yah bikin peternakan buaya di hape Zara"


Ayyubi tertawa mendengar pernyataan Zara, ternyata Zara yang konyol ini memiliki hal yang tidak di sangka-sangka Ayyubi.


" Tapi kalau Mas Ayyubi yang minta nomer ponsel Zara mah boleh-boleh aja, bahkan bila perlu nih, nomor ponsel Bunda sama Ayah juga Zara kasih,"Sambung Zara.


" Mau buat apa, segala nomor ponsel Bunda dan Ayah?" tanya Shelomita.


" Ya barang kali mau buat bahas lamaran Mit,hehe," Zara terkekeh, eh ternyata Ayyubi juga sedang tersenyum, haduh senyuman Ayyubi benar-benar menguras habis isi hati Zara.


" Oh jadi type nya yang kaya Ayyubi ini toh. Padahal Riko sama Ahdan, mereka juga gak kalah ganteng lhoo" Dafa tidak mau berhenti meledek Zara.


" Ih beda lah, kalau Mas Ayyubi ini kaya ada manis-manisnya gitu." Jawaban Zara memang begitu nyleneh.


Semua yang ada disitu tertawa terbahak-bahak. Itulah kenapa Zara banyak yang naksir, Zara termasuk gadis yang mudah bergaul, tidak pilah pilih teman, cerdas, dan tentunya cantik, benar-benar bibit unggul dari pasangan Ahmad Ramdhan dan Dian Azzahra.


" Ih, udahan becandanya Ra, ayo nanti kita telat lhoo."Shelomita mengingatkan Zara untuk masuk kelas karena jam masuk kelas kurang lima menit lagi.


" Ih, gak apa-apa telat juga, kan masih pengen ngobrol lama disini, Pak Rama pasti ngerti"


" Tadi katanya gak mau sampai telat, malu sama Ayah" Shelomita menarik tangan Zara agar kembali ke kelas.


Zara akhirnya dengan berat hati meninggalkan Ayyubi dan teman-temannya. Ayyubi dan teman-temannya juga hendak masuk lagi ke perpustakaan. Namun baru 5 langkah, Zara berlari lagi ke arah Ayyubi.


" Mas"


Ayyubi yang masih di ambang pintu perpustakaan langsung menengok ke arah Zara.


" Apa Ra?"


" Mas punya pulpen Gak?"


" Punya, mau buat apa?" Ayyubi mengambil pulpen yang ada di saku kemejanya, lalu memberikannya pada Zara.


"Minta tanda tangan Mas dong"


Ayyubi mengerutkan dahinya, " Tanda tangan dimana Ra?"


" Tanda tangan di surat nikah" Zara tergelak, lalu segera berlari dengan membawa pulpen Ayyubi. Ah andaikan saja boleh, Zara juga ingin membawa hati Ayyubi juga.😆😆


Ayyubi menatap Zara yang tengah berlari sambil geleng-geleng kepala. Entahlah kenapa dirinya masih menatap Zara berlari. Saat jarak keduanya sudah jauh, Zara berhenti berlari lalu membalikan badannya dan menatap ke arah Ayyubi yang ternyata masih berdiri di ambang pintu sambil menatapnya juga.


Zara memberikan simbol Saranghaeyo dengan jemarinya untuk Ayyubi. Ayyubi yang melihat langsung mengembangkan senyumnya. Zara kembali lari ke kelasnya. Dan Ayyubi pun masuk ke dalam perpustakaan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Apa yang berkesan di episode ini?


Jangan lupa like komen dan Vote, terimakasih)


Salam sayang,


Santypuji