Zara Ayyubi

Zara Ayyubi
Tidak Sengaja



Sebelum ke Mall Zara berpamitan pada Bundanya. Gadis baik, nurut, yang paling cantik di rumah harus mengedepankan sopan santun. Eh siapa bilang paling cantik, Bunda Dian juga cantik. Ets... Bunda Dian sudah milik Bapak Rama alias sudah sold out😆.


"Zara pergi dulu ya Bun, Assalamualaikum." Zara mencium lembut tangan Bundanya.


"Jangan sampai hilang catatannya, terus nanti di cek lagi, kalau yang sudah dibeli jangan lupa di chek list biar gak dobel, terus harus kebeli semua lhoo,"ucap Bunda mengingatkan Zara panjang lebar.


Zara hanya menanggapi dengan anggukan. Ya memang mau di tanggapi dengan bagaimana lagi, Zara sudah terbiasa dengan cerewetnya Bunda Dian.


Zara mengendarai motor squpy kesayangannya. Motor hadiah ulang tahun dari Bunda. Bunda Dian walaupun cerewet bin bawel tapi MasyaAllah baiknya. Ya lah, Bunda sendiri gitu🤭.


Zara mengendarai motor dengan tenang karena sudah menggunakan helm, STNK ada, SIM pun ada, Surat Izin Mengemudi lhoo, bukan Surat Izin Mencintai. Nanti bisa di tampol Bunda.


Sesampainya di Mall Zara segera memarkirkan motornya. Tidak lupa sebelum masuk kedalam Zara terlebih dahulu berkaca pada spion Scoopy yang hanya muat menampung wajahnya saja.


Setelah Oke, cucok meong, rambut tidak berantakan, baju masih terpasang di badan, Zara segera cus ke Gramedia. Ada buku referensi dari Dosennya yang harus ia beli.


Zara mulai memilah milih buku yang ada di rak. Suasana Mall masih terbilang sepi karena ini bukan Weekend. Pelajar sedang sekolah, Pegawai pun sedang bekerja.


Zara melirik dua insan di sampingnya, sepasang anak remaja SMA sedang haha hihi memilih buku Novel. Sepertinya sepasang kekasih yang sedang kompak bolos sekolah.


Jiwa jomblo Zara meronta, Zara menutup mukanya dengan buku yang sedang ia pegang.


"Bunda, gatel pengen bilang I LOVE YOU nih sama seseorang,"Gumamnya.


"Jomblo, memang mau bilang I love you sama siapa?"


Terlintas di otak Zara ucapan Mas Renal yang demen sekali mengejeknya.


Zara menggelengkan kepalanya, ia lalu beringsut pergi ke kasir. Jangan sampai pingsan di Gramedia karena melihat keuwuan sepasang remaja.


Setelah membayar bukunya, Zara segera membeli bahan-bahan kue di swalayan Ramayani🤭. Satu persatu pesanan yang Bunda tulis sudah masuk kedalam keranjang.


"Ya Allah Bunda, banyak banget sih," Gumam Zara.


Pagi-pagi sudah jadi kuli panggul Bunda. Bawa berkantong-kantong belanjaan. Zara pernah protes pada Bundanya. Tapi jawaban Bunda nya membuatnya kalah telak.


Kata Bunda hidup itu kalau mau sukses harus bekerja keras, baru bawa beberapa kantong saja sudah mengeluh. Jika sudah seperti itu Zara langsung kicep, tidak akan protes lagi.


Zara sudah berada di kasir dan siap membayar. Terkadang Zara juga sangat senang jika disuruh belanja sama Bunda. Karena apa, ya karena Bunda selalu memberi uang tips untuk Zara. Bunda memang royal, tapi ya harus ada kerja keras dulu kata Bunda.


Zara keluar dari Ramayani menenteng 2 kantong yang lumayan besar. Zara berjalan dengan santai dan penuh percaya diri. Orang cantik mah, bawa kantong kresek juga tetep aja cantik😆😆.


"Zara..."


"Zara"


Zara memutar badannya, melihat siapa yang tengah memanggil-manggilnya.


Astagfirullah ternyata, si kampret, iyah alias Mantan. Danis Adiyaksa, Mantan ter terkampret pokoknya. Bagi Zara, melihat mukanya saja akan membuatnya mengenang luka lama.


Zara banyak membaca novel tentang mantan dan kisahnya semua CLBK, alias cinta lama bersemi kembali atau cinta lama belum kelar. Tapi bagi Zara jika sudah mantan ya sudah tidak akan kembali apalagi belum kelar, sudah menyakiti pantasnya cus tendang jauh-jauh.


Danis berlari menghampiri Zara. Danis tersenyum karena kali ini Zara tidak menghindar.


"Ra, sini aku bantu,"ucap Danis sambil berusaha merebut kantong belanjaan milik Zara.


"Tidak usah ih, apaan sih." Zara mengerucutkan bibirnya.


"Ra, kamu sendiri aja?" Tanya Danis mulai kepo.


"Enggak, aku janjian sama pacar aku, ini aku belanja dulu buat keperluan toko kue Bunda" Ujar Zara penuh kepalsuan. Bodo amat lah, yang terpenting bagi Zara, si Danis kadal ini jangan sampai mengejarnya terus. Bosen.


"Kamu, kamu sudah punya pacar?"


" Sudah dong, memangnya kamu doang yang bisa punya gebetan lagi, aku juga bisa Nis, siapa sih yang gak menolak dengan pesona Zara, baik, cantik, kuat lagi, kuat hatinya waktu di sakiti mantan," Ujar Zara sambil melirik Danis.


" Mana pacar kamu, aku mau kenalan, secakep apa sih pengganti Danis di hati Zara"


" Heh, kamu tuh udah gak ada di hati aku, jangan kepedean deh"


Danis terkekeh, " Sudah, mana pacar kamu, apa jangan-jangan kamu bohong ya?"


Zara mulai salah tingkah, yah jebakan betmen, malah balik ke dirinya.


" Aku gak bohong, pacarku ada didalam kok." Zara melirik di depannya ada sebuah toko baju dengan brand ternama.


Zara segera masuk kedalam, pura-pura mencari pacarnya, namum sialnya Danis malah ikut masuk kedalam.


Zara semakin gusar. Zara meletakan kantong belanjaannya. Zara merasa sangat sial karena hari ini bertemu dengan si kampret satu ini, menyusahkan lagi.


Zara mulai melihat sekeliling toko. Zara melihat ada seorang laki-laki dengan perawakan tinggi sedang memilah milih kemeja, namun Zara tidak belum bisa melihat wajahnya.


Tiba-tiba Zara memiliki ide cemerlang, bukan cemerlang ding, tapi lebih ke konyol. Yapz ide konyol, demi mengusir cantik si Danis yang sok kegantengan itu.


Zara menghampiri laki-laki itu lalu merangkul lengannya. Laki-laki itu tampak kebingungan dengan sikap Zara.


" Danis, ini pacarku," teriaknya dengan lantang.


Danis melihat ke arah Zara yang sedang bergelayut di lengan seorang laki-laki. Wajah Danis tampak memerah, tangannya mengepal. Danis keluar dari toko dan meninggalkan Zara.


" Maaf Mbak, jangan seperti ini, kita bukan mahram,"ucap laki-laki disamping Zara.


Haduh suaranya adem, serasa minum air zam zam di padang pasir. Zara perlahan melepaskan genggamannya pada lelaki itu. Zara melirik laki-laki yang belum sempat ia lihat wajahnya.


Zara menatap lelaki yang ada disebelahnya. Zara tertegun, terdiam tapi tidak ngiler yah😆.


"MasyaAllah, ganteng banget, tinggi, putih, hidungnya mancung, bibirnya sexy, matanya teduh, ini sih oppa oppa korea, pancen bejo hari ini,"Gumam Zara.


Zara masih dalam mode melongo, menatap laki-laki tampan yang dirasanya bila dilihat itu teduh, adem kaya ubin masjid😆.


"Mbak..." Lelaki itu menggoyangkan telapak tangannya didepan wajah Zara.


" Eh, iya, eh anu, maaf Mas." Seketika Zara menjadi tergagap.


Fix, Tuhan jadikan dia jodohku, Batin Zara.


"Mbak tadi kenapa? kok pegang-pegang saya?"tanya lelaki itu.


" Haduh maaf banget ya Mas, Mas tadi lihat kan, ada lelaki yang berdiri disana, yang saya teriaki, itu laki-laki jahat Mas, jadi saya lari kesini mau meminta pertolongan, kebetulan saya melihat Mas nya disini, jadi saya acting saja deh kalau saya tidak sendiri, maaf banget yah,"Ujar Zara, Zara merasa apa yang Zara katakan benar, hanya sedikit hiperbola saja, Danis memang penjahat, penjahat cinta bagi Zara🤪.


"Ya Allah, lain kali hati-hati Mbak, bila perlu jangan ke Mall sendirian"ucap lelaki itu menasehati.


Zara mengangguk, "Terimakasih banyak ya Mas, oh ya perkenalkan saya Zara." Zara menjulurkan tangannya.


" Iya sama-sama, saya Ayyubi." Ayyubi menangkupkan kedua tangannya didepan dadanya.


Zara langsung menarik dengan cepat uluran tangannya. Zara semakin kagum dengan laki-laki yang ada di depannya ini. Tampan, sopan, soleh lagi. Bunda, tolong Zara. Zara jadi kebelet nikah kalau liat yang ganteng nan soleh seperti ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai, hai, bagaimana dengan episode kali ini? komennya dong, pengen baca-baca komen kalian readers ku sayang.


Jangan lupa, like, komen dan Vote.


Salam sayang,


Santy Puji.