
"Ya Allah, jadikan Mas Ayyubi jodoh Zara, kalau gak jadi, ya tolong jadikan dong"
Ayyubi tersenyum, "Gak boleh nakal"
Zara mengacungkan jempolnya lalu tergelak.
Ayyubi dan Zara benar-benar kaya orang linglung, mobil mereka hanya berputar-putar saja di area kampus.
Ayyubi mengambil kacamatanya lalu memakainya karena ia merasa silau, jalannya benar-benar menghadap matahari, apalagi jam 2 lagi terik-teriknya.
Zara melongo menatap Ayyubi yang tambah keren aja ih pake kacamata item. Beuh jiwa jomblo Zara meronta-ronta minta di ajak ke KUA.
Gak apa-apa lah yah halu dulu, siapa tau ada malaikat lewat terus nyatet halu nya Zara, hehe.
"Kenapa Ra? kaget ya liat aku tambah ganteng?"Ledek Ayyubi.
Sumpah demi apa? Ayyubi ternyata bisa sombong akut juga. Tapi kok Gak keliatan yah, malah makin ganteng. Haduh Zara yah malah tambah oleng.
Zara tersenyum, "Boleh minta foto gak?"
"Hah, mau buat apa?"
"Mau buat nunjukin ke Nasa, kalau ada yang lebih indah dari bintang"
Ayyubi tergelak, "Aku lama-lama bisa kesengsem sama gombalan kamu Ra"
" Ih kesengsem sama orangnya juga boleh banget kok" Goda Zara.
Ayyubi hanya menggelengkan kepalanya. Jika membalas banyolan Zara pasti tidak akan ada selesainya.
"Mas, sudah ya, habis ini masuk lagi ke kampus, aku ada janji mau belanja sama Bunda"
"Belanja keperluan kue?"
Zara mengangguk, "Kan Zara kuli panggulnya Bunda" ucap Zara sambil terkekeh.
"Kamu ini, ada-ada aja"
Ayyubi lalu memarkirkan mobilnya. Sebelum turun Zara melihat sekeliling parkiran terlebih dahulu, apakah masih ada si kutu kupret Danis.
Setelah dirasa aman, Zara segera keluar dari mobil Ayyubi.
"Makasih banyak ya Mas , udah nolongin Zara 2x lhoo, nanti ketiga kalinya, mending cinta beneran aja," Zara terkekeh.
Ayyubi mengangguk, "Hati-hati, kalau merasa tidak aman nanti aku bilang sama Pak Rama, harus punya bodyguard aja buat anaknya biar gak di gangguin cowo"
"Dih, kirain mau di jagain sama Masnya" Zara mesem manis lalu menutup pintu mobil Ayyubi.
Zara lalu menghampiri Scoopy kesayangannya. Bergegas ke toko kue Bunda, terus belanja deh sama Bunda.
Bunda, Zara lagi bahagia nih, Zara siap keliling Ramayani cari keperluan kue Bunda.
...***...
Zara mengambil beberapa tepung, sementara Bunda nya sedang mengambil bahan kue lainnya.
Zara dan Bunda berkeliling Ramayani sampai semua belanjaan sudah terbeli.
Zara dan Bunda berjalan ke kasir. Selesai membayar Zara dan Bunda keluar dari Ramayani, di depan Ramayani Zara bertemu dengan Tante Rengganis.
" Zara"
"Tante Rengganis"
Tante Rengganis tampak memegangi troli dengan seorang wanita juga yang tidak kalah cantik. Kecantikannya mirip Mama Shelomita. Yupz, Zara pernah beberapa kali bertemu Mama Shelomita di cafe dan di kampus juga. Walaupun Mama Shelomita mengajar di kampus yang berbeda, tapi terkadang ikut seminar juga di kampus Shelomita.
Ih, besan pada akur bener,haha.
"Lama nih gak ketemu kita" ucap Bunda.
"Aku sering mampir lhoo ke Zahra Cake, tapi mbak Dian di dapur terus" Ujar Tante Ganis.
"Iya, dapur itu kan tempat yang paling menentukan rasa dari Zahra Cake, jadi harus di pantau sedemikian rupa." Yupz bener banget, Bunda Dian lebih suka berkutat di dapur dari pada di depan melayani pelanggan.
"Zara, kenalin ini Tante Almira, Adiknya suami Tante"
Zara langsung bersalaman dengan Tante Almira. Ih ini keturunan bidadari semua apa yah, cantik paripurna semua.
"Besok ada pengajian di tempat Tante, pengajian juga acara silaturahmi keluarga setiap bulan. Kan Tante Mira ini tinggalnya jauh, jadi biar bisa kumpul bareng, keluarga selalu mengadakan acara silaturahmi bulanan, Tante juga sudah pesen beberapa kue di Bunda kamu, kamu harus dateng pokoknya, kan ada Shelomita juga, gak usah malu"
Ih tante Ganis, Zara sih mau aja, mau banget malah, tapi Bunda Dian Azzahra ini, takut mendelik gak mengizinkan.
"Zara, besok datang saja, sudah di undang tuh" ucap Bunda.
Ah ... Rasanya pengen banget teriak terus lonjak-lonjak. Berasa mimpi deh di izinin Bunda pergi ke acara tanpa Bunda.
"Insyaallah Zara dateng Tan, kan kebetulan juga hari Minggu free juga"
Tante Rengganis tersenyum, "Pokoknya tante tunggu"
Zara mengangguk. Akhirnya Zara dan Bunda berpamitan pulang. Tante Rengganis dan Tante Almira masuk ke Ramayani belanja untuk keperluan esok acara silaturahmi keluarga.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(Akhirnya bisa up lagi, q mau mnta mf jika q baper d salah satu komenan readers🤭 td pagi q baru nyampe bumiayu jam 7 pagi jam 9 q nulis, jam 11 q tdur krn kecapean d jalan, jam 2 bangun, baca komen yang kurang sreg, jdi marah2 deh, mungkin karena cape x yah, biasanya q paling kalem aja dg komentar apapun, tapi mungkn lg cape,panas, lemes, jd marah deh🤭
Tp percyalah, sebuah hbungan percintaan itu paling sensitif dg yg namanya mantan. Dan Author itu paling sensitif dg yg namanya plagiat.)
Kata Rasulullah, mulut lebih tajam dari pedang, tapi zaman milenial ini, ketikan jarimu lebih tajam dari pada pedang.
Jangan lupa like, komen dan Vote.
Salam sayang,
Santypuji