Zara Ayyubi

Zara Ayyubi
Es Jeruk



Setelah keluar dari ruangan Ayahnya, Zara kembali lagi ke kelas sambil menggenggam coklat dari Ayyubi. Kalau sudah cinta itu, coklat saja bagaikan berlian 😆. Mata hati tiba-tiba kotoken kalau sudah kena virus cinta.


Zara masuk ke kelasnya sambil mesem-mesem manis. Shelomita yang melihatnya nampak mengerutkan dahinya.


"Heh, edan yah?" Celetuk Shelomita sambil menempelkan telapak tangannya di kening Zara.


Zara mencomot mulut Shelomita, "Sembarangan, eh Ta, aku dapet coklat dari Ayyubi." Zara langsung jingkrak-jingkrak bagai kuda di depan Shelomita.


"Cius?"


Zara mengangguk.


"Wah ... ada kemajuan itu, sikat Ra,"ucap Shelomita begitu semangat.


Sikat? memangnya Ayyubi ubin toilet, main sikat-sikat aja😆.


"Aku belum yakin Ta, aku takut Ayyubi hanya singgah, bukan sungguh." Zara menatap Shelomita dengan tatapan nanar.


"Iya sih, ya udah kita lihat saja nanti Ra, lagian juga baru ngasih coklat, belum skincare,"ucap Shelomita sambil terkekeh.


Zara mengangguk, membenarkan apa kata Shelomita, coklat itu bisa diberikan pada siapa saja. Bisa didapat dari mana saja juga, jadi harus tahan, nggak boleh gampang klepek-klepek nanti ujungnya malah kepotek-potek lagi ati neng Zara.


Zara dan Shelomita melanjutkan belajar mata kuliah berikutnya hingga waktu Dzuhur.


...***...


Adzan Dzuhur berkumandang, mata kuliah Bu Rita telah usai. Zara dan Shelomita bergegas ke mushola kampus. Setelah melaksanakan kewajiban mereka sebagai seorang muslim, Zara dan Shelomita lalu ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah berdangdut koplo sejak tadi.


Zara memesan mie ayam bakso dan es jeruk, sedangkan Shelomita memesan bakso dan es teh. Shelomita mengajak Zara ke rumahnya untuk mengerjakan tugas Bu Rita di rumahnya, namun Zara menolak. Zara takut tidak diizinkan bundanya.


"Kamu izinin lah sama Bunda,"ucap Zara memberi solusi pada Shelomita.


"Iya iya, nanti aku izinin deh, lewat telfon yah"


"Ya terserah mau lewat apa aja"


"Zara" Panggil Dafa, Dafa, Ayyubi dan Riko datang menghampiri Zara dan Shelomita.


"Ih, kebetulan banget ketemu disini, kita duduk disini yah?"tanya Dafa, namun belum dijawab Zara dan Shelomita, Dafa sudah duduk di depan Zara begitu juga dengan Ayyubi dan Riko.


"Sudah pesan makanan?" tanya Shelomita.


"Sudah, tinggal nunggu dateng aja,"jawab Riko.


Zara malah asyik makan, tanpa melirik ke arah Dafa apalagi Ayyubi.


"Ra"


"Hemm"


"Makasih ya buat tadi." Dafa mesem manis sambil menatap Zara yang ada di depannya. Ayyubi yang ada disebelah Dafa nampak tidak suka dengan tatapan Dafa.


"Sama-sama, tapi nyesel juga sih tadi nyrocos depan gitar spanyol"


"Hah, gital spanyol?"tanya Riko.


"Noh, mantan gebetannya si Dafa. Seleranya mantap juga nih tetanggaku yang satu ini, depan belakang melon madu, nemu di pasar gembrong ya Fa, bisa bar-bar gitu, lebih edan dari aku" Ledek Zara sambil terkekeh.


"Ya nih, kok bisa yah, aku punya pacar kaya dia dulu, padahal tetangga deket juga ada yang cakep." Dafa tergelak sambil melirik Zara.


"Halah, ember bocor, jangan pernah menyesal mengenal seseorang dalam hidupmu, karena baik buruknya orang, pasti pernah memberi pelajaran buatmu, dulu juga pasti kamu bucin sama dia, sekarang aja udah jadi mantan bilangnya nyesel, pret ah." Zara menyesap es jeruknya yang ternyata sudah habis.


"Yah, kok habis" Gumam Zara sambil mengaduk-aduk es batu dengan sedotan.


Pegawai kantin mengantarkan pesanan Ayyubi dan teman-temannya.


"Nih Ra, minum aja teh manis aku." Dafa mulai modus, Dafa menggeser gelas teh manisnya tepat di depan Zara.


"Zara alergi teh, ini minum es jeruk punya Mas aja Ra." Ayyubi menggeser es teh manis milik Dafa dan menggantikannya dengan jus jeruk miliknya.


Zara melirik ke arah Ayyubi. Ayyubi tersenyum manis. Haduh, kenapa sih saat mau menata hati, Ayyubi malah semakin enak dipandang. Kan Zara jadi meleleh kalau disenyumin gitu.


Sejak kapan aku Alegri teh, Mas Ayyubi ini suka sekali ngadi-ngadi.


"Emang ya Ra?"tanya Dafa memastikan.


"Iya" jawab Ayyubi.


Zara melirik lagi ke arah Ayyubi dan Dafa. Fix genderang perang mulai di tabuh pemirsah😆.


Ayyubi mulai makan, begitu juga dengan yang lainnya, setelah minum jus jeruk milik Ayyubi, Zara juga melanjutkan makannya lagi.


" Ra, pulang jam berapa?"tanya Dafa.


"Jam 2" jawab Zara.


"Pulang bareng yuh, aku juga pulang jam 2." Benar-benar yah Dafa yang doyan modus ini membuat Ayyubi tiba-tiba panas.


"Ehmm ... ehmm" Ayyubi kembali berdehem.


"Kamu kenapa Bi?" tanya Riko.


"Keselek, pedes banget" Ayyubi mengambil minumannya yang sudah diminum Zara.


"Mas jangan, itu bekas aku," Zara berusaha mencegahnya.


"Nggak apa-apa, pasti es jeruknya jadi tambah manis." Ekspresi Ayyubi terlihat datar, namun tidak dengan wajah Zara yang langsung bersemu merah. Siapa sih yang nggak bakal baper kalau ada yang bilang begitu.


"Zara nanti sore aku ke rumah ya main?" Dafa tampak berusaha begitu keras.


"Uhuk...uhuk." Ayyubi terbatuk.


Zara mengernyitkan dahinya melihat tingkah Ayyubi yang mendadak berdehem dan batuk-batuk ketika dirinya akan menjawab pertanyaan Dafa. Ngeselin sih, untung ganteng.


"Nanti sore Zara mau ke rumahku Mas Dafa, mau ngerjain tugas bareng aku" Celetuk Shelomita.


Ayyubi melirik Shelomita sambil mengerlingkan matanya. Shelomita membalasnya dengan senyuman.


" Kita kan mau bimbingan skripsi sampai sore nanti Fa."Riko mengingatkan Dafa. Ayyubi kembali menang. Takdir tidak berpihak padamu Dafa.


"Oh iya yah" Dafa menepuk dahinya, lupa akan jadwal bimbingan skripsi karena otaknya sudah dipenuhi dengan kecantikan Zara hari ini.


Zara sudah selesai makan, ia lalu beranjak dari tempat duduknya membeli air mineral. Zara memberikan air mineralnya untuk Ayyubi.


" Nih, batuk-batuk jangan minumnya es, minum ini aja ferguso"


Ayyubi menatap Zara, " Hehe, makasih Marimar"


Zara tegelak, ternyata Ayyubi nggak kudet alias kurang update, bisa tau gitu lhoo pasangan ferguso.


Dafa nampak cemburu melihat perhatian Zara pada Ayyubi. Dafa tidak ingin kalah dengan Ayyubi, Dafa akan berusaha keras untuk bisa mendapatkan hati Zara.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


( Maaf kan q ya esmeralda, kemarin nggak up🤭 haduh, kewarasan lagi lowbet, jadi perlu di chas pake drakor, dracin dan bala-bala nya lah pokoknya. Pokoke hari ini janji up 2 episode, bayar utang kemarin,haduh padahal lapak mimin, tapi kok berasa hutang yah😆😆 Eh kok di fikir-fikir judulnya makanan semua ya😆 Ya Ampun, ketauan banget tukang nyemil apa bae ini🤦)


Jangan lupa, like, komen dan Vote.


Salam sayang,


Santy Puji