
Eh tapi malah tirai di depan Mas Renal terbuka. Mas Renal terkejut, apalagi di depannya ada seorang wanita berhijab. Wanita itu juga terkejut karena tirainya terbuka. Karena wanita itu memencet tombol yang ada didepannya juga. Ternyata sambel ada di meja wanita itu, dan Saos ada di meja Mas Renal.
Mereka berdua saling terkejut, "Mas Renal?"
"Lhoo, Shelomita?"
Mereka saling menatap, lalu mereka melihat disebelahnya juga sama seperti itu. Untung saja Shelomita dipasangkan dengan Mas Renal, jadi tidak terlalu canggung. Berbeda dengan yang ada sebelah mereka, tampak canggung, dua insan dipertemukan tak sengaja karena tirai cinta terbuka 😆. Kreatif banget yang punya kedai. Besok-besok dapat rekor Muri.ðŸ¤
"Kamu sendiri Ta?"
Shelomita mengangguk, "Iya Mas, tadi habis dari Gramedia, Mas juga sendirian?"
"Engga, sama Zara, tapi Zara lagi ke Gramedia dulu, Mas laper soalnya, jadi makan dulu, Zara biarin milih sendiri buku yang mau dibeli,"Jawab Mas Renal sejujurnya.
"Oh gitu, ya udah kita makan yuk"
Mas Renal mengangguk.
"Gak nyangka ya Mas, kita bisa ketemu disini,"ucap Shelomita.
"Iya Mas juga gak nyangka, tapi dipikir-pikir mungkin kita ditakdirkan untuk bersama." (ciat-ciat-ciat)
Shelomita mesem manis. Melihat manis nya Shelomita, Abang Renal jadi pengen loncat-loncat sama Spiderman sambil joged oppa gam gam style. Kayaknya seru aja gitu.
"Cinta bukan sesuatu yang kamu temukan. Cinta adalah sesuatu yang menemukanmu, bukankah seperti itu Shelomita?" Sambung Mas Renal.
Haduh jantung Shelomita hampir saja loncat, coba saja sampai loncat ke kuah bakso, kan panas nanti. Gini banget yah anak Bunda Dian sama Ayah Rama, kedua anaknya bisa pinter banget ngegombal. Mungkin waktu ngadon dulu Bunda sama Ayah sambil bergombal ria sepertinya.😆
Wajah Shelomita bersemu merah. Siapa sih yang nggak baper digodain sama dokter ganteng, pinter, soleh, sayang Ayah Bunda lagi. Ibarat kata keluarganya aja disayang banget, apalagi istrinya nanti,hihiðŸ¤.
"Mas bisa aja" Shelomita meminum es teh manis yang ada didepannya.
...***...
Setelah Mas Renal dan Shelomita menghabiskan baksonya, mereka bergegas ke Gramedia lagi. Shelomita juga ingin bertemu dengan Zara. Yah walaupun tadi seharian di kampus selalu ketemu.
"Zara"
Zara menengok,"Lhoo Ta, kok bisa bareng sama Mas Renal?"
"Itu namanya jodoh Ra, Cinta bukan sesuatu yang kamu temukan. Cinta adalah sesuatu yang saling menemukan,"Ledek Mas Renal.
"Dih, jodoh dari hongkong." Zara mengerucutkan bibirnya.
"Tadi kebetulan ketemu di kedai Bakso Ra,"jawab Shelomita.
"Oh, sekarang mau pulang apa mau keliling lagi Ta?"
"Sudah mau Magrib, pulang aja yuk," Ajak Shelomita.
"Yuk"
" Kamu sudah beli bukunya?"tanya Mas Renal.
Zara mengangguk, "Sudah Mas, makasih ya sudah dibeliin"
"Makasih juga ya Mas tadi sudah di traktir bakso, sering-sering aja,"Goda Shelomita.
"Kalau ditraktir ke KUA mau nggak Ta?" tanya Mas Renal sambil menatap Shelomita.
"Ah, Mas Renal nih, suka nggak di diskon kalau bercanda,"Shelomita menggandeng Zara menuju parkiran, menghindari tatapan maut Mas Dokter.
Sesampainya di parkiran mereka berpisah karena Shelomita membawa mobil sendiri. Zara segera masuk kedalam mobil Mas Renal.
"Mas, hayoo lhoo," ledek Zara.
"Hayo lhoo apa Ra?"
"Kok bisa sih barengan tadi?" Zara ternyata masih penasaran.
"Kan Mas sudah bilang, kebetulan ih, kebetulan tadi tuh kita makan di kedai bakso jomblo gitu Ra, unik deh, khusus buat yang jomblo gitu, tadinya Mas tuh disuruh duduk disalah satu kursi sama Mbak pegawainya, ada tirainya gitu mejanya Ra, pas Mas mau ambil sambal, katanya suruh mencet tombol, ya udah lah mas pencet, eh malah tirai nya kebuka, eh di depan Mas ternyata ada Shelomita, "jawab Mas Renal.
"Dih, mau dong Kak, kan Zara juga jomblo." Zara mesam mesem agar di turuti.
"Nggak, itu saja untung Mas ketemunya Shelomita, coba kalau ketemunya buaya betina, kamu juga, kalau ketemunya buaya rawa gimana hayo? mau tambah sakit hati?
Zara menggeleng,"Mas suka yah sama Mita?"
Mas Renal langsung mengangguk, ah dasar laki-laki, langsung to the point.
"Tapi dia pemalu banget Ra, gimana ya?" Mas Renal berharap Zara mau membantunya.
" Santai aja Mas, don't to Milk"
Mas Renal menaikan satu alisnya, "Apa itu dont to milk? aneh kosa katanya"
"Ah Mas Renal gak gaul." Zara terkekeh.
"Dih"
" Ojo ke su su lhoo Mas, jangan buru-buru gitu santai aja PDKT nya"
Mas Renal tergelak, " Haduh, guru bahasa inggris di kampus pasti nangis denger bahasa gaul begitu😆"
Zara juga ikut tergelak, "Iya ya"
...***...
Pas sekali sampai rumah Adzan Magrib berkumandang. Zara masuk ke dalam kamarnya, mandi terlebih dahulu, baru melaksanakan kewajibannya sebagai muslim.
Setelah Magrib, Bunda mengajak semua anggota keluarga untuk makan malam. Zara segera menuju meja makan.
"Beli apa tadi Kak?" tanya Bunda.
Zara dan Mas Renal sepakat untuk memberikan kejutan Zara berhijab besok pagi saja, ketika sarapan.
"Kakak, kok nggak ajak Rumi sih." Si kecil Rumi protes.
"Kan Rumi tadi lagi bobo, besok Minggu yah, sama Kakak ke Mall lagi." Zara menenangkan Rumi.
"Yeyy" Rumi kegirangan.
"Ih Bunda tuh sebel deh, tadi pas Bunda mau bayar kas RT, masa kata Bu RT, ibu-ibu komplek suka pada ngomongin Bunda soalnya Bunda tuh jarang gabung sama mereka, lah kan Bunda sibuk." Bunda mencebikan bibirnya sambil menyendokan nasi untuk Ayah Rama.
Ayah Rama terkekeh, " Ya begitulah perempuan kadang, kalau merasa sebel atau disakiti sama tetangga, di omongin ke orangnya apa di omong-omongin ke orang-orang?"
"Ya pastinya diomongin ke orang-orang Ayah" jawab Bunda Dian.
"Kalau begitu masalahnya tambah selesai apa malah tambah panjang?" tanya Ayah Rama lagi.
"Ya jadi panjang lah Yah, apalagi kalau ada yang ngadu domba, ih tambah seru" Jawab Zara sambil terkekeh.
"Tambah pahala apa tambah dosa?"
"Ya dosa dong," Jawab Bunda Dian.
"Tambah saudara apa tambah musuh?"
"Musuh,"jawab Zara.
Mas Renal dan Rumi hanya melirik ke arah Bunda dan Zara saja. Lelaki jika sebal atau marah, ya biasanya langsung tonjok kalau sudah keterlaluan, namun jika masalah ringan, biasanya cukup menganggap tidak ada masalah. Lelaki memang simpel, berbeda dengan perempuan😆😆😆.
"Masalahnya jadi selesai apa tambah panjang?"tanya Ayah Rama.
" Tambah panjang, apalagi kalau ada bala-bala domba Yah, alias tukang adu dombaðŸ¤" Zara menyendokan makanan ke dalam mulutnya.
"Tapi lega kan? perasaannya jadi lega kalau sebal sama tetangga, nanti di omong-omongin ke yang lain? lega kan?" Ayah Rama terkekeh, begitu juga dengan Mas Renal. Fix Ayah Rama aslinya lagi nyindir kamu hawa ini😆😆.
" Lega banget" jawab Bunda dan Zara serempak. Dasar perempuan
"Ih, temennya Belis itu😆😆,"Celetuk Ayah Rama.
"Belis?" Zara nampak bingung.
"Iblis Ra,"Celetuk Mas Renal.
"Hih, serem amat"
"Lega ya Bun, Ra? zaman dulu itu, zamane Ayah masih kecil, emak-emak gibah sambil nyari kutu"
Zara dan Mas Renal tertawa.
" Sekarang mah udah nggak zamannya, sekarang itu gibahnya di hape, pasang status, seluruh dunia dicurhati lewat status🤠kalau tetangga yang nyebelin lewat didepannya, langsung update status DEMIT LEWAT," Sambung Ayah Rama sambil tergelak.
"Dih, ayah, kok bisa tau sih?" Zara juga ikut tergelak.
"Kakak, Mas, Bunda, hati-hati dengan jempol kalian yah, sekarang syetannya sudah menelusup lewat hape, jadi harus hati-hati." Ayah Rama menasehati dengan serius.
"Iya Ayah,"jawab Bunda, Zara dan Mas Renal.
"Allah Maha pengampun, tapi berbeda dengan manusia, jangan sampai kita mati membawa dosa karena berbuat tidak baik pada orang lain," Sambung Ayah Rama.
Ayah Ahmad Ramadhan ini memang suami idaman, selalu mengajak kebaikan ke semua anggota keluarganya. Ganteng, dosen, pinter baik hati lagi, pasti dulu bikinnya pakai tanah dari mekkah ini.ðŸ¤
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
( Kalau yang jahat, pelit, medit, suka nyakitin itu terbuat dari tanah apa thor? ðŸ¤
Ya tanah biasa, cuma canpur abu neraka😆😆)
Jangan lupa like,komen dan vote.
Salam sayang,
Santy puji.