Zara Ayyubi

Zara Ayyubi
Wisuda



2 bulan berlalu, Ayyubi sudah mulai bekerja di perusahaan Papah Birru. Sudah melewati sidang skripsi. Besok pagi jadwal wisudanya. Ayyubi sangat berharap bisa menjadi laki-laki yang layak untuk Zara. Ia tidak lelah bekerja keras dan berdoa. Bibitnya Papah Birru memang laki-laki idaman🤭.


Ayyubi yang saat ini sedang berada di ruangannya memandang sebuah paper bag yang berisi gamis manis warna pink untuk Zara. Ayyubi ingin memberi kejutan untuk Zara. Ayyubi membungkus gamis Zara menggunakan kardus, rencananya ia akan menggunakan jasa Go send untuk mengirimkannya.


Ayyubi tersenyum senang karena bisa membelikan sesuatu untuk Zara dengan uangnya sendiri. Haduh ganteng, baik, nggak pelit lagi, pertahankan Zara. Soalnya jarang-jarang ada lelakian yang begini😆😁.


Setelah membungkus paketannya, Ayyubi menuliskan beberapa tulisan di kardus paketannya.


JANGAN DIBANTING


ISINYA BAJU, BUKAN MANTAN


JANGAN DITINDIH


JANGAN DIHIANATI


Ayyubi tersenyum lalu segera memesan go send lewat aplikasi di ponselnya.


Di tempat lain Zara sedang bersama Shelomita, memilah-milih kado untuk wisuda Ayyubi. Zara memilihkan dasi berwarna birru dongker dan abu-abu. Zara berpikir pasti dasi akan lebih berguna untuk Ayyubi. Zara membungkusnya dengan rapi. Zara juga tidak lupa menuliskan caption menyentuh untuk pujaan hatinya.


SEMOGA BERMANFAAT


SEMOGA SUATU HARI NANTI AKU YANG AKAN SETIA MEMASANGKANNYA UNTUKMU SETIAP PAGI


Zara tersenyum sambil membaca tulisan di kertas yang baru saja selesai ia tulis. Otaknya mulai traveling kemana-mana, membayangkan dirinya memasangkan dasi untuk Ayyubi lalu setelahnya Ayyubi mengecup dahinya. Zara memekik histeris, memejamkan matanya sambil berjingkrak-jingkrak.


"Hey, mulai deh edan," celetuk Shelomita yang refleks menutup mulut Zara. Banyak pengunjung yang melihat ke arah Zara dan Shelomita. Ih dasar Zara nih, imut-imut sekaligus amit-amit.


"Emmm, Ta" Zara mencoba melepaskan mulutnya dari tangan Shelomita. Shelomita melepaskan tangannya.


"Ih Ta, kenapa sih"


"Kamu yang kenapa Maemunah, histeris sambil jingkrak-jingkrak nggak jelas, edan yah"


Zara mesem manis, "Masa sih?"


Shelomita langsung memegang dahi Zara, "Nggak panas padahal mah"


"Ini yang panas Ta, dag dig dug duer bayangin si gantengnya aku besok." Zara terkikih.


Shelomita langsung menabok lengan Zara. Lalu segera mengajaknya pulang karena hari sudah mulai sore.


...***...


Pagi harinya Zara sudah berdandan begitu cantik, mengenakan baju dari Ayyubi. Kemarin sore, Mas Renal yang menerima paketan baju dari Ayyubi untuk Zara. Untung bukan Bunda hehe. Zara juga terkejut saat membukannya dan isinya ternyata gamis cantik dan jilbab pashminanya.


Sampai saat ini Zara masih belum memberikan nomer ponselnya pada Ayyubi, tapi mereka berdua tetap saling percaya dan menjaga hati. Sweet banget sih ih.


"Anak Bunda, kok cantik banget sih pagi ini," ucap Bunda Dian yang tengah menyiapkan sarapan.


"Mau nemenin Ayah Bun, mau nemenin mahasiswa-mahasiswinya Ayah wisuda juga,"jawab Zara.


"Di ajak Shelomita juga, kan kakaknya wisuda Bun, pengen lihat ih wisudanya kampus kita kaya apa gitu Bun," sambungnya lagi.


"Ya sudah nanti bareng Ayah saja ya Ra,"ucap Ayah Rama.


Zara mengangguk, "Oke"


Selesai sarapan Zara dan Ayah Rama berangkat ke gedung tempat wisuda. Nampak sudah ramai para wisudawan dan wisudawati dan keluarganya berdatangan. Ayah Rama berkumpul dengan para dosen yang akan mengikuti acara wisuda.


Zara menelfon Shelomita, menanyakan dimana keberadaannya saat ini. Setelah tahu Shelomita berada dimana, Zara bergegas masuk dalam gedung mencari Shelomita beserta keluarganya.


Zara melihat Shelomita yang tengah melambaikan tangan. Zara segera menghampirinya. Disana sudah ada Tante Ganis, Om Birru dan Asyifa serta Shelomita. Zara menyapa keluarga Ayyubi terlebih dahulu lalu duduk di sebelah Shelomita.


"Ayyubi sudah duduk disana,"bisik Shelomita pada Zara. Zara mengangguk mengerti.


Acara Wisuda dimulai, Zara sangat menikmati kemeriahan di acara Wisuda ini. Zara juga begitu bangga dengan wisudawan dan wisudawati, bangga luar biasa karena perjuangan selama kurang lebih empat warsa terbayar sempurna.


Saatnya acara bebas, seluruh wisudawan dan wisuda wati sudah boleh menemui keluarga masinh-masing untuk berfoto atau mengucapkan selamat.


Terlihat dari kejauhan, Ayyubi nampak berjalan menghampiri kelurganya. Zara melihat Ayyubi begitu gagahnya menggunakan toga. Ayyubi berpelukan dengan kedua orang tuanya. Setelah itu mereka berfoto bersama. Zara juga ikut berfoto dengan Ayyubi dan juga keluarganya. Ah, kan jadi berasa bagian dari keluarga Wijaya,hihi.


Zara memberikan hadiah untuk Ayyubi sambil mengucapkan selamat. Ayyubi mengajak Zara sedikit menjauh dari tempat Papah dan Mamahnya duduk istirahat.


" Selamat yah, akhirnya lulus, semoga ilmunya bermanfaat,"ucap Zara diselingi senyum manisnya.


Ayyubi mengangguk, "Makasih ya, sudah mau datang"


"Aku datang nemenin Ayah Rama,"goda Zara sambil mesem manis.


"Tega."Ayyubi pura-pura merajuk.


Rengganis nampak memperhatikan anak bujangnya ini memiliki perasaan lain saat berinteraksi dengan Zara. Saat Rengganis akan menghampiri Zara dan Ayyubi, Mas Birru mencegahnya.


"Minum dulu nih Mah,"


"Mamah mau kesana, mau liat Ayyubi asyik banget ngobrol sama Zara"


"Biarin aja sih, Ayyubi lagi usaha"


Rengganis mengerti ucapan suaminya, ia tersenyum lalu mencubit lengan suaminya.


"Jadi ingat waktu muda,"ucap Rengganis sambil terkekeh.


"Ingat yang mana nih."Mas Birru melirik istrinya dengan tatapan cemburu.


"Ingat kamu Pah,"jawab Rengganis sambil mencubit lengan suaminya.


Rengganis memperhatikan lagi putranya yang tengah asyik mengobrol dengan Zara.


"Alhamdulillah lulus juga ya Ra,"ucap Ayyubi.


"Sudah dapat ijazah, giliran IJABSAH ya Mas,"Goda Zara melirik malu ke arah Ayyubi.


"Sabar ya Sayang,"gumam Ayyubi begitu lirih, hanya Zara yang mampu mendengarnya.


Zara melongo, Ayyubi panggil Sayang? Ayah Rama, nikahin Zara sekarang dong 😆 Zara memegangi dadanya. Haduh jantung jangan loncat jangan loncat.


"Ayyubi," Seorang wanita menggunakan toga melambaikan tangan di sebrang sana yang tengah duduk dengan Rengganis.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Tepatin janji nih zayang, mf agak telat, soale lg nyetrika kloter ke 2. Hih 200 komentar, garcep bener, yang tadinya silence mulai bermunculan, ih cakep semua ternyata😆)


Okeh, sekarang author tantang kalau tembus 500 komentar, author terusin lagi🤭 Yg baca ribuan an lhoo, masa yg komen cuma atusan, hayo readers keluarkan pesonamuh😁


Jangan lupa, like, komen dan Vote.


Salam sayang,


Santypuji