
Di meja makan pagi ini rame gaes, ada Mas Renal soalnya. Anak Bunda Dian yang ganteng tapi jomblo itu sudah rapi. Hari ini Mas Renal memang tugas pagi. Zara duduk di sebelah Mas Renal. Beuh anak bujang mah, baunya ge semerbak mewangi kaya kuburan baru. Zara sampai terbatuk-batuk. Entahlah Mas Renal lagi kesambet apa, rapi dan wangi sekali. Wah apa jangan-jangan terkena syndrom jatuh cinta ini🤭.
"Mas, pake parfum seleter ya?" Sindir Zara sambil menutup hidungnya.
Mas Renal langsung menciumi lengannya sambil melirik Zara.
" Masa sih"
"Ya kan Bun, ya kan Yah?"
Ayah Rama dan Bunda Dian mengangguk bersamaan.
"Masa sih Bun?" Mas Renal masih tidak percaya.
" Ya sudahlah, nanti kalau sudah di rumah sakit baunya juga campur sama bau rumah sakit,"ucap Bunda sambil terkekeh.
"Zara, nanti ganti bajunya, jangan pakai kaos putih, nerawang gitu!" Sambung Bunda menatap Zara.
" Masa sih Bun"
"Iya tuh"
"Bun, padahal kemarin Zara tuh cantik banget, pake gamis sama jilbab Bunda,"ucap Mas Renal.
"Eh kirain mau diterusin, taunya hari ini jadi tarzan lagi."Mas Renal tergelak.
" Ih Mas Renal rese,"
"Bunda mah sudah setiap waktu ingetin Kakak, tapi kalau memang hatinya belum terketuk, Bunda bisa apa, Bunda hanya bisa mengusahakannya lewat doa." Tampak kesedihan tiba-tiba terlihat dari wajah Bunda.
Zara menunduk, " Bunda, maafin Zara"
"Ayah juga mendoakan semoga Zara kelak mendapat imam yang baik, yang bisa membimbingnya jadi lebih baik"
"Aamiin." Zara hanya bisa mengamini harapan-harapan dari kedua orangtuanya. Zara juga tidak lelah berdoa untuk dirinya sendiri.
Gusti Allah tak memandang pangkat derajat jabatan bahkan orang yang super bejat sekalipun, ketika Gusti Allah berkehendak maka Hidayah-Nya akan merasuk membalik 180 derajat.
Sebagaimana tersirat dalam ayat berikut,
”…Sekiranya kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya, niscaya tidak ada seorangpun dari kamu yang bersih (dari perbuatan keji dan mungkar) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa saja yang dikehendaki…” (QS An-Nuur:21)
Selesai sarapan, seperti biasa Zara membantu Bundanya mencuci piring, sedangkan Bunda Dian merapikan dapur.
" Kak, kemarin Bunda beli tanaman janda bolong lhoo, yang lagi booming itu,"Ujar Bunda dengan raut wajah sumringah kaya bahagia banget bisa punya tanaman janda bolong.
Zara mengernyitkan dahinya, "Apa Bun? janda bolong?"
Bunda mengangguk, tangannya mengelap kompor yang sedikit berminyak.
"Kenapa namanya janda bolong?"
"Soalnya daunnya bolong-bolong Ra,"jawab Bunda.
"Ih, ini sih namanya pelecehan terhadap dunia perhantuan Bun"
Bunda melirik Zara, " Kok jadi perhatuan sih Kak?" Bunda tampak bingung.
" Ya nanti sundel bolong jadi gak ada harga dirinya gara-gara kalah tenar sama janda bolong Bun." Zara terkikik.
Bunda menabok bokong Zara, " Ih, kamu ini yah, bisa aja." Bunda juga ikut tertawa.
"Kalau daunnya gak bolong namanya jadi perawan rapet dong Bun?"
Ah Zara ini, suka sekali membuat Bundanya pusing tujuh keliling dengan candaanya.
"Kalau itu sih, nanti kamu yang Bunda tanem di depan rumah"
Zara terkekeh. Bunda Dian memang gak kalah gokil.
Setelah mencuci piring, Zara kembali ke kamarnya untuk mengganti bajunya, titah Bunda Dian tidak boleh diabaikan, nanti kualat😁. Zara bersiap-siap untuk berangkat ke kampus. Senin padat judulnya, padat di jalan raya, padat di perkantoran dan juga di sekolah-sekolah tentunya. Hari Senin itu hari yang tak di inginkan kaum mager😆. Katanya rasanya tuh hari minggu itu pengennya di tambah jadi 60 jam dalam sehari. Jangan MIMPI yes😁.
Zara berangkat ke kampus bersama Ayahnya. Di sepanjang perjalanan Ayah Rama mulai bertanya-tanya layaknya wartawan Mepro TV. Ayah Rama ingin tahu apa saja yang Zara lakukan kemarin bersama keluarga Wijaya.
Ya Zara jawab jujur seadanya tanpa dikurang-kurangi atau di lebih-lebihi alias secukupnya, kaya ngasih garam dalam masakan. Secukupnya saja.
Ayah Rama tidak berkomentar banyak, Ayah Rama hanya berharap semoga apa yang diharapkan Zara bisa terwujud, apalagi soal cintanya kepada Ayyubi. Ah curhat sama bapak-bapak lumayan enak juga. Ayah Rama tuh ayah modern, gak kolot gaes.
Akhirnya sampai juga di kampus, hampir disepanjang jalan, Zara terus saja bercuap-cuap dengan Ayahnya. Zara segera keluar dari mobil lalu mencium tangan Ayahnya, berpamitan dan cap cus masuk kelas.
Suasana di kelas sudah ramai ternyata, Zara duduk di tempat duduk yang masih kosong. Pastinya dapat tempat duduk yang paling depan jika sudah ramai seperti ini, kursi belakang, tengah, sudah penuh. Kan jadi kangen waktu zaman SD, orang tua bahkan anak-anak lebih suka duduk di depan bahkan berebut🤭.
Shelomita ternyata baru saja masuk kelas juga, Shelomita duduk disebelah Zara.
"Dih, kirain mau pake gamis kaya kemarin,"ledek Shelomita.
"Kemarin itu gara-gara Mas Renal"
" Tau ah gelap, kemarin udah aku kasih kode malah diem bae, gak peka apa bodo sih ih"
Shelomita mencomot mulut Zara, "IPK aku lebih tinggi dari kamu Ra, masa aku bodo sih"ucap Shelomita jumawa.
"Dih, bodo dalam hal percintaan"
"Ya malu Ra," Shelomita menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Sok imut," Celetuk Zara.
Zara dan Shelomita tergelak. Dasar keduanya sama-sama gesrek jika sudah bertemu.
...***...
"Ta, anterin ke depan, aku mau beli kopi janji jiwa buat Mas Ayyubi," ucap Zara. Sudah jam 11 ternyata, mata kuliah jam pertama sudah selesai.
"Okeh, tapi aku juga beliin yah"
" Sip, buat adik ipar, apa sih yang engga" ucap Zara dengan penuh percaya diri.
Zara dan Shelomita pergi ke kedai kopi janji jiwa. Zara memesan 2 rasa coco latte. Shelomita memesan rasa Matcha.
Dari segi penampilan, Es Kopi Janji Jiwa ini sangat keren Lhoo. Yang unik itu tulisan di gelasnya. Sangat romantis dan bisa buat orang baperan, "Kopi Dari Hati". Ciat ciat, menggambarkan Zara banget, kopi dari hati untuk Ayyubi🤭.
Ada lagi kalimat "Sebuah Cerita Tentang Jiwa Menepati Janji Secangkir Kopi". Kopi saja bisa menepati janjinya membuat orang senang. Masa kita gak bisa seperti kopi. Buat yang sering PHP-in cewek, ini minum Kopi Janji Jiwa biar kalian sadar cewek yang kalian PHP-in itu janjinya pasti seperti kopi. Asyiik !!!😆😆😆
Setelah mendapat pesanannya, Zara dan Shelomita bergegas ke Perpustakaan. Karena di perpustakaan tidak boleh makan dan minum, akhirnya Shelomita masuk ke perpustakaan untuk memanggil Ayyubi agar menemui Zara di depan perpustakaan.
Zara duduk di kursi sambil menenteng 2 kopi yang tadi dibelinya. Tiba-tiba Ayyubi datang menghampirinya. Sementara Shelomita tetap di dalam perpustakaan. Shelomita memang sahabat terbaik.😘
"Ra, ada apa?" Ayyubi lalu duduk di sebelah Zara.
Zara mengambil kopinya lalu memberikannya pada Ayyubi.
"Ini buat Mas, sudah 2 kali Mas bantuin aku soal mantan"
Mas Ayyubi tersenyum, lalu menerima kopi dari Zara. Ya ampun cuma senyum aja udah bikin Zara lumer, apalagi kalau.... Eits jangan halu😆.
Ayyubi lalu mengamati tulisan-tulisan di kemasan kopinya. Ayyubi tersenyum lagi.
"Kenapa?" Tanya Zara.
" Unik"
" Tulisan Satu rasa satu jiwa di gelas kopi itu? Kata Satu Rasa itu berasal dari menu Coco Latte yang merupakan perpaduan Es Kopi Susu dari kopi janji jiwa dengan santan sasa, yang kemudian menjadi "Satu Rasa" tersendiri. "Satu Rasa" itu diberikan agar dapat dinikmati oleh seluruh teman sejiwa yang beraneka ragam. Walaupun beraneka ragam, namun tetap "Satu Jiwa". Satu rasa satu jiwa menunjukkan bahwa setiap teman sejiwa bisa menikmati "Satu Rasa" yang sangat nikmat dan menyegarkan, yaitu Coco Latte,"ucap Zara.
" Ih kamu hafal banget Ra, sudah kaya barista aja." Ayyubi meminum kopinya. Begitu juga dengan Zara.
" Satu rasa, satu jiwa, kaya aku sama kamu kalau sudah halal nanti Mas." Zara mesem manis, manis banget.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(Cie cie... yg baca jd senyum-senyum terus, kering dah tuh gigi,😆😆)
Jangan lupa like komen dan Vote.
Salam sayang,
Santy puji