
Mas Renal menyentil kening Zara," Yee, Menikah itu memang seperti buka puasa Ra, harus disegerakan, tapi kan waktu Magrib tiba disetiap negara itu berbeda-beda, sama hal nya jodoh, waktu datangnya juga berbeda-beda"
Zara melirik Mas Renal, "Sa ae ih kuncoro"
Mas Renal tergelak,"Mau apa nih ketok-ketok kamar Mas, lagi enak-enak rebahan juga"
"Ih, cari jodoh kek, malah rebahan, seneng banget rebahan"
Mas Renal terkekeh, " Ya seneng lah, Harimau lahirnya di hutan, bahagianya ya di hutan. Lumba-lumba lahirnya di laut, ya senengnya juga di lautan. Lah kalau manusia, kan lahirnya di ranjang Ra, jadi ya betahnya rebahan di ranjang"
"Dasar Bambang, pinter aja jawabnya"
Mas Renal mengernyitkan dahinya, " Tadi kuncoro, sekarang Bambang, siapa sih mereka Dek?"
"Artis terkenal lah, makanya gaul dong Mas, jangan taunya gunting sama stetoskop doang." Sindir Zara sambil tergelak.
"Ih, artis yang mana?" Mas Renal ingin tahu.
"Penisirin ya? hehe itu artis per onlenan Mas."
Mas Renal terkekeh, " Eh tadi kesini mau ngapain?"
" Anterin Zara"
"Kemana?"
" Kerumah gebetan Mas" Zara mengerlingkan matanya. Mas Renal mesem-mesem.
"Gebetan kamu juga ada disana kan?"
Kini giliran Zara yang mesem, " Sekarang lagi istirahat dulu ngegebet nya, kan kata Mas Renal fokus perbaiki diri dulu"
"Nah iya, pinter anak manis" Mas Renal mengelus kepala Zara dengan penuh kasih sayang.
Mas Renal akhirnya berganti baju terlebih dahulu. Tidak lupa menuangkan parfum seleter. Kali aja Shelomita nanti bilang, Abang parfumnya enak, wangi. Kan Mas Renal bisa bergombal ria nanti. Neng Mita tau nggak bedanya parfum sama Neng Mita. Enggak Bang, apa sih bedanya?
Kalau parfum itu nempel di baju, tapi kalau Neng Mita itu nempel di hati Abang.π
Mas Renal menyemprotkan minyak wangi sambil membayangkan menggombali Shelomita. Senyum di bibirnya mengembang. Yah baru membayangkan saja sudah edan duluan.
Setelah rapi, wangi, ganteng paripurna kaya ji chang wook. Mas Renal bergegas keluar dari kamarnya menuju ruang TV untuk berpamitan pada Bundanya. Zara juga sudah ada disana menunggu Mas Renal.
"Wuih, wangi, mau cari jodoh ya Bang?" Ledek Zara.
"Yah, siapa tahu ada yang nyantol" celetuk Mas Renal.
"Jangan asal nyantol Mas, kuman bakteri juga gampang nyantol,"ucap Bunda. Zara terkikik lalu menjulurkan lidahnya pada Mas Renal.
Mas Renal mengerucutkan bibirnya, " Iya Bunda Dian Azzahra istri Bapak Ahmad Ramadhan yang cantik seantero Surabaya."
Bunda tersenyum lalu memukul lengan anak Bujangnya yang sudah dewasa itu. Mas Renal lalu mencium tangan Bunda begitu juga dengan Zara. Mereka mengucapkan salam lalu bergegas ke rumah Shelomita.
...***...
Sesampainya di rumah keluarga Wijaya, Zara dan Mas Renal segera turun dari mobil lalu melangkah ke pintu utama. Zara memencet bel sambil mengucapkan salam. Terdengan suara seorang wanita yang menjawab salam Zara.
Pintu dibuka, ternyata calon mertua, eh Tante Ganis maksudnya. Tante Ganis tersenyum sumringah melihat kedatangan Zara. Apalagi sekarang Zara sudah berjilbab.
"MasyaAllah si cantik." Tante Ganis langsung menggandeng tanganku, dan juga mempersilahkan Mas Renal untuk masuk. Tante Ganis lalu menyuruh Zara dan Mas Renal duduk. Tante Ganis pamit untuk membuatkan minum terlebih dahulu.
Shelomita menghampiri ruang tamu, wajahnya nampak terkejut saat melihat Mas Renal.
"Biasa aja kali ngliatin ji chang wook nya." goda Zara.
Shelomita langsung salah tingkah, ia mengalihkan pandangannya ke arah lain, lalu duduk disebelah Zara.
"Kirain sendirian,"ucap Shelomita.
"Nggak lah, aku mah baik, bawain jodoh buat kamu nih." Zara terus saja menggoda Shelomita. Shelomita mencomot bibir Zara. Sementara Mas Renal malah mesam mesem, pasti dalam hatinya girang banget tuh.π
"Sepi banget"tanya Zara.
"Lagi pada tidur siang Ra, kenapa? nyari jodoh?" Shelomita terkikik, kali ini ia balas menggoda Zara.
"His...itu lambe" Shelomita dan Zara malah tergelak.
Ayyubi turun dari tangga, terlihat rambutnya acak-acakan seperti baru bangun tidur. Zara melihatnya, otaknya langsung berkelana. Jiwa jomblonya mulai berontak. Otaknya mendadak konslet saat melihat Ayyubi yang baru bangun tidur saja masih ganteng paripurna. Kan otak Zara jadi traveling, andai saja wajah seperti itu bisa dilihatnya setiap hari. Wajah bangun tidur Ayyubi. Oh My Ayyubi. Namamu masih setia aku sebut dalam doakuπ€.
Mas Renal menyentil kening Zara, membuyarkan lamunan nakal di otak Zara. Hih Mas Renal nyebelin, untung ganteng.
"Ish, sakit Mas" Zara mengelus keningnya.
" Heh itu iler sampai menetes-netes gitu"
Zara terkejut dan langsung menyentuh bibirnya. Hasyem ternyata Mas Renal hanya mengelabuinya.
Mas Renal tergelak. Bahagia banget deh Mas Renal mah, kalau sudah meledek Zara.
Ayyubi menghampiri ruang tamu, menyapa Zara dan Mas Renal. Tante Ganis datang membawa minuman dan cemilan.
"Budhe, cemilannya nanti aku bawa saja yah di gazebo belakang, mau belajar disana sama Zara,"ucap Shelomita.
Rengganis mengangguk dan mengacungkan jempol pada Shelomita.
Bel berbunyi lagi, Rengganis membuka pintunya. Ternyata Mas Birru baru pulang kantor. Rengganis langsung mencium tangan Mas Birru. Setelah itu Mas Birru mencium kening istrinya.
" I Love You 2500 Mah,"ucap Mas Birru pada Rengganis.
Rengganis mengernyitkan dahinya, "Kok nggak digenapin 3000 sih Pah"
Percakapan mereka begitu terdengar di telinga empat jomblo yang sedang menonton keromantisan pasangan legend di keluarga ini.
Mas Birru masuk kedalam, sedikit terkejut ketika melihat keempat jomblo itu menatapnya.
" Eh, ada Zara sama Renal ternyata, kirain sepi"ucap Mas Birru.
Zara dan Mas Renal tersenyum lalu menyapa Om Birru. Zara sempat berfikir, pantas saja Ayyubi diam-diam pintar gombal, lah bibitnya ge begituππ.
Mas Birru lalu masuk kedalam bersama Rengganis. Shelomita dan Zara menuju Gazebo, begitu juga dengan Ayyubi dan Mas Renal. Ayyubi mengambil gitar di kamarnya.
Zara dan Shelomita fokus mengerjakan tugas, sementara Ayyubi dan Mas Renal bermain gitar. Terdengar suara Ayyubi yang lumayan bagus sedang bernyanyi.
π΅π΅π΅
Aku punya niat yang baik
Coba kuungkapkan padamu
Berharap kamu kan menjadi
Rencana besar dihidupku
Tapi kau bilang
"Pergi sana"
Kamu tak mau melihat diri ini selamanya
Awas nanti jatuh cinta
Cinta kepada diriku
Jangan jangan kujodohmu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta padaku
π΅π΅π΅
Ayyubi bernyanyi sambil curi-curi pandang ke arah Zara. Zara pun demikian. Shelomita yang menyadari hal itu langsung mencolek pipi Zara.
"Jangan cinta-cintaan dulu Marmar, tugas masih banyak nih" Goda Shelomita sambil terkikik.
"Lagunya ih,"
"Kesindir?"
" Engga, emang aku ngapain?"
"Ya barang kali"
"Ta, Ayyubi jadi aneh, suka gombal, aku yang mau menghindar, malah dia yang deketin, kan pendirian aku jadi goyang dumang"
"Lah, nggak liat, bapaknya aja jago gombal." Shelomita tergelak sambil terus mengetik.
"Tapi kalau sama yang lain kok pendiem kelihatannya Ta?" Zara makin penasaran.
" Itu berarti Kakak nggak mau jaim lagi di depan kamu Ra, Kakak sayang sama kamu, makanya tuh nunjukin apa adanya dia, spesial buat kamu"
Haduh, Mita, Zara jadi Geer nih. Zara mesem manis. Lalu kemudian ia tepis. Jangan Geer dulu Zara, nanti takut ujungnya sakit. Jangan sampai yee.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
( Jangan lupa, like, komen dan Vote)
Salam sayang,
Santipuji