
Hari Minggu waktunya Zara untuk istirahat sejenak. Rasanya jika hari Minggu itu selepas subuh ingin tidur lagi sampai jam 10 nanti. Tapi apalah daya, hari Minggu angan-angan tidur lagi setelah subuh sirna sudah karena ulah Mas Renal. Yap, Mas Renal sudah pulang malam tadi.
Mas Renal masuk ke dalam kamar Zara tanpa permisi dan membangunkan Zara lagi untuk menemaninya lari pagi di sekitar komplek. Cara Mas Renal membangunkan Zara juga cukup ekstrim, langsung menarik tangan Zara agar Zara berdiri, mau tidak mau walaupun tubuhnya lemas tapi mata melek juga deh.
Coba kalau Mas Renal ini bukan Masnya Zara, ingin sekali Zara karungin terus lempar deh ke komunitas wanita jomblo yang ada di Surabaya😆😆 Gak kebayang deh Mas Renal akan jadi bahan rebutan ciwi-ciwi omblo😁.
"Cepet bangun, cuci muka lagi, malah cengar cengir" ucap Mas Renal.
"Hih, rese ih, Bunda...." Teriak Zara.
"Dih, Bunda lagi masak, gak usah ganggu, lagian perawan gini banget sih, gimana mau dapet jodoh yang soleh coba"
"Hih, apa hubungannya tidur lagi sama jodoh si Kak, jangan ngadi-ngadi deh"
"Zara ... adiknya Renal si cowo paling ganteng sekomplek, dengerin Mas, Rosulullah bersabda Idza shalaytumul-fajra fala tanamuu 'an thalabi arzuqakum. Yang artinya: Ketika kalian sudah selesai melakukan shalat subuh, janganlah (mementingkan) tidur yang menjadi penyebab hilangnya rezekimu"
"Zara, anaknya Bunda Dian Azzahra, Jodoh juga bagian rejeki kan, jadi jangan di biasain tidur lagi" Sambung Mas Renal lagi.
Dih, Mas Renal ini, pulang dari Dinas, bukannya ngasih oleh-oleh baju baru apa coklat atau apa kek, malah ceramahin Zara, mirip Bunda, eh ayah juga. Yup, semua hoby ceramahin Zara. Wajar sih, Zara bandel soalnya🤭😆.
"Anaknya Bunda Dian dan Bapak Rama juga, memangnya Bunda Dian ngadon Zara sendirian apa" ucap Zara sambil mesem.
"Iya, iya deh, pokoknya Mas mau Zara cuci muka, pakai baju olahraga, pake sepatu, kita jogging"
"Iya ya udah sana Mas keluar dulu"
"Tapi beneran dong, jangan malah nanti Mas keluar kamu tidur lagi, awas aja nanti, Mas gak bakal kasih oleh-oleh"
"Dih, jahara Mas ih, kalau pelit nanti jodohnya jauh"
"Ya makanya cepetan ih sana siap-siap"
"Iya"
Zara bergegas ke kamar mandi, sedangkan Mas Renal menunggu Zara di ruang Tv.
Sesuai request Mas Renal, Zara menggunakan baju olahraga dan sepatunya, Zara menemui Mas Renal lalu berpamitan ke Bunda.
Mereka berdua lalu lari di sekitaran komplek. Banyak juga yang jogging pagi jika hari Minggu.
Banyak pasangan muda mudi juga sedang lari berdua.
Jiwa jomblo Zara bergejolak, Ah jadi teringat Mas Ayyubi. Coba kalau Mas Ayyubi rumahnya dekat, pasti Zara sudah mengajaknya jogging bersama. Hadeh, mulai deh halu.
"Mas, gak pengen pacaran kaya mereka sih, pasti Mas Renal suka di ledekin sama temennya yah jomblo terus, Zara juga suka gitu, suka di ledek" Goda Zara sambil berlari.
Mas Renal tersenyum ke arah Zara, " Gak usah risau, bilang saja ke mereka, aku jomblo bukan karena gak laku, tapi aku jomblo karena bisa menahan syahwat ku" jawab Mas Renal sambil terkekeh.
"Dih, sa ae nih Mas, aku suka di ledek gini Mas, Zara, truk aja gandengan masa kamu engga sih"ucap Zara sambil mengerucutkan bibirnya.
"Jawab aja, justru yang gandengan itu rawan kecelakaan"
Zara tergelak, benar juga apa kata Mas Renal. Jawaban Mas Renal perlu Zara save, biar nanti kalau ada yang ngledek lagi, jawab aja pake jawaban Mas Renal.
"Kalau kita yakin akan ada pelangi setelah hujan, kita juga harus yakin akan ada kebahagiaan setelah pengorbanan, pengorbanan jomblo kita Dek" Mas Renal tergelak.
Hih kakak Zara yang satu ini, Dokter, ganteng, pinter, bibit unggul banget. Zara aja kagum banget sama Mas Renal. Bidadari manakah yang akan beruntung. Zara tuh pengen dapet suami yang kaya ayah, dapet calon suami yang kaya Mas Renal yang bisa menjaga syahwatnya, hehe.
"Sa ae ih, tapi kan Mas, jodoh kan juga harus di cari"
"Iya, tapi ada aturannya Ra, dalam islam,memperjuangkan cinta ada caranya" Ujar Mas Renal.
Zara meminta Mas Renal berhenti berlari, "Coba sebutkan Mas, bagaimana cara memperjuangkan cinta menurut Islam"
Mereka berdua duduk di salah satu trotoar.
" Niatkan Karena Allah Dek. Jangan mencintai karena hawa nafsu seperti karena fisik atau harta, sebab nantinya akan dihinakan Allah oleh hal tersebut"
"Haduh, zaman sekarang Mas, paling demen sama yang ganteng-ganteng, yang pantes di gandeng buat di ajak kondangan" kata Zara.
"Ya makanya itu, kalau kita mengagungkan fisiknya, hartanya, bisa jadi nanti Allah menghinakannya dalam hal tersebut, contoh perselingkuhan, kebangkrutan"
Zara manggut-manggut, " Terus apalagi Mas?"
"Menjaga Pandangan, mencintai seseorang yang belum menjadi muhrimnya tentu tak boleh berlebihan, misalnya dalam memandangnya, walaupun memiliki perasaan lebih dan tidak mendekat secara langsung, melihat yang bukan muhrim juga termasuk zina mata yang harus dihindari."
"Haduh, ini sih bukan Zara banget, Zara malah pepet terus" Zara menepuk keningnya.
Mas Renal menaikan satu alisnya, "Memangnya Zara lagi suka sama seseorang?" tanya Mas Renal.
Zara terkejut sendiri, haduh dasar mulut, kenapa gak bisa di rem sih.
Zara mengangguk dengan polosnya, sepolos kain kafan😆.
"Hati-hati lhoo Dek"
"Ih udah lanjutin lagi Mas, apalagi ayo" Zara berusaha mengalihkan pembicaraannya.
"Mendekat Pada Allah, jangan lupa libatkan Allah dalam setiap urusan termasuk urusan yang berhubungan dengan memperjuangkan cinta. Jangan males berdoa Dek"
"Iya kah?" Ledek Mas Renal.
Mulut Zara manyun. Ih Mas Renal gak percaya gitu, kan kurang asem.
"Nih, wajangan paling penting, dalam memperjuangkan cinta, yang terutama harus dihindari ialah zina, yakni zina dalam bentuk apapun baik zina hati, zina mata, zina pikiran, maupun zina perbuatan sebab semuanya ialah perbuatan yang tergolong dosa. Ra, kamu itu permata di keluarga Ahmad, jadi harus menjunjung tinggi harga diri keluarga Ahmad ya Ra"
Haduh, hati Zara meleleh disebut permatanya keluarga Ahmad.
Zara mengacungkan jempolnya, "Zara janji Mas"
Mas Renal tersenyum.
"Jangan lupa, memperbaiki Diri, Selalu memperbaiki diri dari segi akhlak danhati sehingga nantinya akan mendapat jodoh yang terbaik dan mendapat hasil dari apa yang diperjuangkan tersebut yang terbaik pula, sebagai manusia tak boleh merasa baik, harus selalu merasa rendah diri di hadapan Allah."
"Iya, Bunda dan Ayah juga selalu bilang gitu Mas"
"Ya memang harus begitu Adek manis, walaupun jomblo tapi tetep manis" Ledek Mas Renal.
"Ih, belakangnya gak enak banget"
Mas Renal terkekeh, " Terus menyibukkan dengan Hal yang Bermanfaat, kuliah yang rajin Dek, jangan oppa-oppa terus yang dipikirin. Selama memperjuangkan cinta, wajib mengisi waktu dengan segala hal yang bermanfaat agar nantinya bisa menjadi orang yang terbaik untuk seseorang yang dicintai"
"Ih, kalau bisa dipikirin dua-duanya kenapa engga"
Mas Renal langsung menyentil kening Zara, "Bandel"
Zara nyengir kuda, "Tapi walaupun Zara suka sama cowo tapi Zara gak bakal nembak duluan kok, Zara akan menunggunya ngelamar"
Ah, kalau ngomongin ngelamar, Zara jadi minder, Zara sepertinya bukan type Mas Ayyubi.
"Ya lah, lebih baik diam. Jika merasa belum siap untuk menyampaikan cinta tersebut, maka jalan yang terbaik adalah diam. Diam mencegah dari fitnah dan mecegah dari hawa nafsu" Ujar Mas Renal.
"Ih Mas Renal ini, nafsu-nafsu terus"
"Ya laki-laki dan perempuan membina cinta pasti akan timbul nafsu Ra, apalagi laki-laki, Mas mu ini laki-laki, jadi Mas tau gejolak itu"
Zara menatap Mas Renal. Ih bener-bener, jodoh Mas Renal pasti beruntung banget dapetin Mas Renal, tapi Mas Renal juga gak bakal sembarangan sih ngelemar cewe nantinya.
"Mas akan selalu berdoa juga buat kamu Ra"
Ah, Mas ku satu-satunya ini memang baik banget. Kan Zara jadi terharu.
"Yuh lari lagi, Mas Laper nih"
"Ya udah, Zara juga laper"
Zara dan Mas Renal berlari pulang kerumah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
( Aku lagi di kampung gaes, semalem tuh lagi ngobrol-ngobrol sama mama sama kakak, kakak cerita katanya dulu pernah ngumpetin hp q, trs q nangis sambil ngedumel sendiri, katanya q dari dulu suka ngomong sendiri, what?? kaya orang edan dong😆 apa halu ku sudah ter asah dari dulu😁😁 tapi sumpah q gak inget🤭)
Udah curhatnya dikit aja, ini udah 1200 kata soalnya,😆😆
Jangan lupa like, komen dan Vote.
Salam sayang,
Santy puji