Zara Ayyubi

Zara Ayyubi
Ayah T.O.P.B.G.T



Waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 WIB. Zara dan Shelomita sholat Dzuhur terlebih dahulu. Selesai sholat Zara berpamitan pulang pada Shelomita.


"Ta, aku pulang yah." Tangan Zara masih memegang lengan Shelomita.


" Ih, kenapa berat hati gitu sih?" ledek Shelomita.


" Barangkali kamu mau berubah pikiran, ngajakin aku ke rumahmu gitu,"ucap Zara sambil terkekeh.


" jiah...sabar, Mas Ayyubi gak akan kemana, tenang aja"


" Oke deh aku titip Mas Ayyubi yah"


" Dih, emangnya Mas Ayyubi bocah, segala di titipin"


" Hahaha, jagain hatinya gitu, kalau ada cewe mendekat, samplong ya Ta"


" Hih, udah sana pulang"


"Oke, oke, Pak Rama kayanya masih di kantornya."


Zara lalu pergi ke kantor Ayahnya terlebih dahulu.


" Pak Rama" Sapa Zara yang kini sudah berdiri di meja dosen Ayahnya.


" Eh anak gadis"ucapnya sambil terkekeh.


" Ayo ayah pulang"


" Ya sudah ayo"


Pak Rama dan Zara berjalan beriringan menuju parkiran kampus. Baru saja ayahnya akan membuka pintu mobilnya. Seseorang memanggil Ayahnya.


"Pak Rama"


Ayah Rama langsung menengok ke belakang, aku terkejut melihat Mas Ayyubi yang menghampiri Ayah Rama.


" Eh, Ayyubi, kenapa?"


" Maaf Pak, saya mau mengembalikan buku referensi dari bapak yang pernah saya pinjam, saya sudah membelinya Pak, tadi saya cari bapak di ruangan sudah tidak ada, ternyata disini, karena kebetulan saya juga mau pulang." Ayyubi menyerahkan bukunya dan Pak Rama menerimanya.


Zara menghampiri Ayah dan Mas Ayyubi.


" Ayah"


Ayyubi melihat ke arah Zara, nampak keterkejutan di wajah Ayyubi.


" Zara" Sapa Ayyubi.


" Iya Mas"


"Jadi Pak Rama ini Ayah kamu?"tanya Ayyubi.


Zara mengangguk, Pak Rama memegang lengan Ayyubi.


" Memangnya kamu baru tau Ayyubi?"tanya Ayah.


" Iya Pak, jadi mahasiswi anak pak Rama yang banyak di kejar-kejar mahasiswa di kampus ini Zara ternyata"


Pak Rama terkekeh, "Iya, tapi sayangnya Zara nurut sama Bundanya jadi ya, walaupun yang ngejar pangeran berkuda juga tetap akan di jawab, gak boleh pacaran sama Bunda," jawab Ayah sambil terkekeh.


Haduh, Pak Ahmad Ramadhan ini, terus saja buka kartu. Ayyubi merasa pantas saja Zara konyol karena Pak Rama juga suka ngebanyol.


Ayyubi juga ikut terkekeh, " Ternyata eh ternyata Zara anak Pak Rama Pantas ..."


"Pantas apa Mas, pantas jadi Ayah mertua yah.😆" Zara memotong pembicaraan Ayyubi.


Ayyubi tersenyum, " Pantas saja kalian berdua sama menyenangkannya"


" Wih, kuy jadi bagian dari keluarga Ahmad, biar seneng terus,"ucap Zara tersenyum sambil menutup mulutnya.


Ayah Rama terkekeh, " Kamu ini, jangan PHP lhoo Kak, nanti Ayyubi naksir aja, ujungnya di tolak"


" Kalau Mas Ayyubi yang naksir mah, gak bakal Kakak tolak Yah"


" Tau banget yang unggul," Ledek Ayah.


" Mirip Bunda ya yah, suka yang unggul-unggul"


Ayah Rama dan Ayyubi tertawa.


" Maaf ya Ayyubi, putri saya memang suka bercanda"


" Iya pak, tidak apa-apa"


" Ayah, kok Mas Ayyubi gak pernah ke rumah ya, maksudnya gak pernah bimbingan di rumah, biasanya mahasiswa Ayah suka pada kerumah?"tanya Zara


" Iya, Ayyubi ini salah satu mahasiswa cerdas, sekali diberi tahu langsung faham"


" Ah, Pak Rama bisa saja"


" Bagus Mas" Zara memberikan 2 jempolnya pada Ayyubi.👍 Ayah juga sama mengacungkan jempol untuk Ayyubi.


Saat Ayah lengah, Zara tersenyum manis sambil menambahkan jari telunjuknya dan menyilangkannya dengan jari jempol sehingga membentuk simbol saranghaeyo.❤️


Ayyubi menahan tertawanya karena ada Pak Rama di depannya.


" Ya sudah Ayyubi, saya pulang dulu yah"


Zara segera menurunkan tangannya ketika Ayahnya melihat ke arahnya. Zara mendadak gugup. Semoga saja Ayah tidak melihat.


Zara dan Ayah Rama bergegas masuk kedalam mobil. Begitu juga dengan Ayyubi yang berjalan menuju mobilnya yang masih terparkir.


"Ayah, ayah kok ganteng banget sih"


Ayah Rama tersenyum, "Sepertinya ada yang mau modus nih"


" Dih, Ayah mah suudzon."


" Awas nanti Zara aduin ke Bunda, kalau ayah bilang Bunda suka modusin Ayah"


Ayah Rama malah terkekeh geli.


" Ayah, Ayyubi kelihatan baik yah?" Tanya Zara memberanikan diri.


" Kamu naksir?"


" Ih Ayah, langsung tembak aja, gak bisa apa basa basi dulu sama Zara." Zara mengerucutkan bibitnya.


"Beneran ya naksir yah?"


Zara terkekeh.


" Ayyubi itu mahasiswa rajin, cerdas terus juga alim Kak, kalau Kakak suka kayanya kakak harus berusaha keras tuh"


"Model-model kaya Ayyubi itu yang ayah tebak pasti lebih suka yang tertutup Kak, coba kamu mulai dari situ" Sambung Ayah lagi.


" Ih Ayah, belum siap, nanti aja ah"


" Nanti kapan kak? Hidup dan mati seseorang tidak ada yang tau Kak"


Zara merenung Benar juga kata Ayah Rama, hidup dan mati seseorang adalah misteri. Jika engkau berada di pagi hari, jangan tunggu sampai petang hari. Jika engkau berada di petang hari, jangan tunggu sampai pagi. Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu. Manfaatkanlah waktu hidupmu sebelum datang matimu.


"Ayyubi banyak yang suka Lhoo Kak, tadi siang aja waktu bimbingan sama Ayah, Ayah liat ada yang ngasih kaya kertas kecil gitu, kayanya itu pernyataan cinta seseorang"


Zara melirik ke arah Ayahnya, Zara menggigit bibir bawahnya. Mungkinkah itu kertas kecil darinya yang diselipkan di dalam pulpen tadi. Haduh Zara jadi deg-degan.


" Memangnya Ayah tau itu dari siapa?"


" Mana Ayah tau"


Zara merasa lega, Zara mengelus dadanya perlahan.


"Fiuh... Aman,hehe,"ucapnya dalam hati.


"Dia ekspresi nya kaya gimana Yah?"


" Ya cuma senyum-senyum doang Kak"


Zara tersenyum, Bapak Rama ini memang paling ganteng, cinta pertama Zara. Gak sia-sia kan punya Ayah dosen, apalagi dosen pembimbing gebetan. Bisa sambil korek-korek tentang Ayyubi,hihi.


"Ayah, kenapa sih dulu Ayah suka sama Bunda?" tanya Zara.


" Dulu, Bunda juga persis seperti kamu, periang, friendly, tapi Bunda itu berpegang teguh sama prinsipnya, yaitu gak mau pacaran, walaupun Bunda juga kaya kamu, suka gampang akrab, jadi kaya di kira PHP gitu"


"Terus Yah?"


" Ya karena Bunda tidak mau pacaran, jadi Ayah lamar, walaupun saat itu ayah belum mapan, tapi Ayah selalu yakin bisa membahagiakan Bunda, kamu harus tau Ra laki-laki baik itu jika berani mencintai,


Harus berani menikahi. Jangan bisanya cuma obral janji, sana-sini banyak yang terlukai. Akhirnya menumpuk sakit hati." Ucap Ayah sambil fokus menyetir.


Itu sih mantan,Batin Zara.


" Ayah, Zara nanti kira-kira bisa dapetin yang kaya Ayah gak yah?"


" Insyaallah, ayah yang akan menyeleksi"


"Kalau model-model Mas Ayyubi kira-kira masuk kriteria Ayah gak?"


"Emmm, Zara, walaupun ayah ikut menyeleksi, tapi pilihan tetap ada di kamu, Ayah mau kamu juga ikut andil dalam menentukan pilihanmu, Ayah mau kamu bahagia"


Ayah Rama mengelus rambut Zara. Benar kata pepatah, anak perempuan akan selalu terlihat seperti anak-anak jika di depan Ayahnya. Zara tersenyum, dalam hati Zara, Zara mendoakan agar Ayahnya sehat terus sampai bisa menimang cucu-cucunya nanti.


" Terimakasih ya Ayah, Ayah memang T.O.P B.G.T, love you pokoknya"


Ayah terkekeh.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Haduh, apk noveltoon lg semelekete, masa bt nuls keyboard ny pelan bgt jln ny, jd q nulis d WhatsApp,trs d copi, mana kepala lg cenut2 jg, langsng d guyur aja pke minyak kayu putih.


Kebayang gak sih nanti pas paksu nyium rambutku, aroma sampo sama minyak kayu putih jadi satu😆


Kok baunya begini bu?


Ya itu sampo rasa ekaliptus😆