
Zara langsung menarik dengan cepat uluran tangannya. Zara semakin kagum dengan laki-laki yang ada di depannya ini. Tampan, sopan, soleh lagi. Bunda, tolong Zara. Zara jadi kebelet nikah kalau liat yang ganteng nan soleh seperti ini.
"Maaf yah sekali lagi, Mas Ayyubi," Ucap Zara sedikit menundukan kepalanya.
"Iya Zara, tapi lain kali jangan seperti itu lagi, takutnya malah bertemunya laki-laki jahat juga." Ayyubi sedikit menasehati karena menurutnya ketidaksengajaan Zara tadi sedikit berbahaya.
"Iya Mas"
Ya Kali, Zara masuk toko barang branded ketemu cowo jablud. Pasti ketemu cowo branded juga dong, cuma bedanya cap buaya atau cap sajadah😁😁.
"Permisi ya Mas"
Ayyubi mengangguk, menatap Zara yang perlahan meninggalkannya. Zara mengambil dua kantong plastik yang ia letakan begitu saja di lantai toko. Untung saja tidak hilang, kalau hilang, haduh tamat riwayat Zara, tidak dapat uang saku selama sebulan. Eh tapi bukan itu yang Zara takutkan, melainkan omelan Bunda panjang kali lebar, selebar sungai Amazon, dan tentunya seremnya juga sama🤭.
Ayyubi yang melihat Zara membawa dua kantong belanjaan penuh segera berlari mengejar Zara.
" Zara"
Zara menengok ke belakang. Haduh cogan ngejar Zara. Otak Zara mulai berkelana, apakah Ayyubi akan meminta nomor ponsel padanya. Ah, bisa chat dan telfonan dong.
"Zara mau pulang?" tanya Ayyubi.
"Iya Mas"
"Sini, aku bantu bawain, kasihan kamu bawa belanjaan seberat ini, belanja banyak kaya gini tuh bareng suami dong Ra, biar suamimu yang bawain"
Eh, kirain mau minta nomor ponsel🤦.
Zara mengerutkan keningnya. Ayyubi menganggapnya sudah bersuami. Ah apa Zara setua itu. Ayyubi mengambil satu kantong belanjaan Zara untuk dibawa nya.
"Ini sudah di bawain suami aku, eh calon maksudnya,"ucap Zara sambil terkekeh geli.
Ayyubi hanya menggelengkan kepalanya. Ayyubi jadi teringat Asyifa dan Mamanya. Ayyubi tidak akan membiarkan adiknya apalagi mama nya membawa yang berat-berat seperti ini.
" Mas, memangnya aku sudah terlihat tua yah?"tanya Zara sambil berjalan menuju parkiran.
"Enggak, memangnya kenapa?"
"Aku belum nikah kali Mas"
Ayyubi terkekeh, " Oh jadi kamu tersinggung nih gara-gara ucapan aku tadi, soalnya kamu belanjanya banyak banget, aku kira kamu ibu rumah tangga."
Zara mengerucutkan bibirnya, " What...ibu rumah tangga?"
Zara bercerita jika belanjaannya adalah bahan untuk membuat kue. Kue di toko Bundanya, tidak lupa juga Zara sekalian promosi ke Ayyubi dong😁.
Sesampainya di parkiran Zara meletakan kantong belanjaannya dibagian depan motornya, tempat pijakan kaki. Zara juga mengambil kantong satunya lagi dari tangan Ayyubi.
"Zara jangan marah"
Sebelum pingsan beneran, Zara segera memutus kontak mata dengan Ayyubi.
" Aku gak marah Mas, oh ya makasih banyak yah, dah nolongin dua kali lhoo ini"
"Iya sama-sama, hati-hati naik motornya"
"Sip" Zara mengacungkan jempolnya👍. Zara segera menstarter motornya. Sebelum meninggalkan Ayyubi, Zara menatap Ayyubi sekali lagi. Ah sedih, kenapa harus berpisah sih. Yee Zara ngarep lebih.
"Mas, ini hadiah buat Mas." Zara seolah-olah mengambil sesuatu di kantong kemejanya.
" Apa Ra?"
Zara mengeluarkan tangannya yang membentuk simbol saranghaeyo❤️.
" Saranghaeyo Mas,"ucap Zara dengan simbol jemarinya.
Zara langsung tancap gas. Padahal dalam hatinya sangat malu, tapi tidak apa-apa lah untuk memberi kesan terakhir pada Ayyubi.
Ayyubi tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Zara. Ayyubi lalu masuk kembali kedalam mall karena belum sempat membeli baju yang akan ia beli.
"Konyol," Gumam Ayyubi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(Maaf Part ini pendek, karena bayi kecilku dan bayi besarku sudah narik-narik tanganku🤦🤦 Bayi kecilku, "Ibu...elus-elus, ayo bobo", satunya lagi, "Bun...aku juga"😆😆😆. Haduh, emak berasa pengen membelah diri aja ini🤭🤭 Oke lanjut besok, besok mah panjang✌️✌️ sepanjang jalan kenangan🤭)