Zara Ayyubi

Zara Ayyubi
Mas, sibuk Gak?



Zara bergegas masuk kedalam kelas. Sebenarnya Zara masih penasaran dengan adegan 'tembakan cinta' tadi, tapi Zara sudah harus masuk kelas karena sebentar lagi pelajaran akan dimulai.


Zara terdiam sejenak, lalu menghembuskan nafasnya perlahan. Shelomita yang melihat tingkah Zara langsung menepuk pundaknya.


" Ra, kenapa?"


" Hemm, pusing aku tuh"


"Pusing kenapa?"


"Nanti aku ceritain, kita belajar dulu ya cantik, bayar kuliah pake cuan bukan pake daon, nyari cuan sampe ngeluarin keringet, bukan dupa,haha. Apalagi Ayah Rama, sampe keluar urat-uratnya kalau ngajarin Akuntansi, harus tegas bin lugas"


"Oke" Shelomita kini berbalik ke arah meja nya kembali.


...***...


Sementara di aula tampak semakin ramai yang berdatangan. Dafa bahkan sudah tepuk tangan dengan riuhnya.


"Jawab dong Ayyubi,"Teriak Dafa.


Ayyubi menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.


"Hemm, maaf sekali Aira, aku tidak bisa, karena sekarang aku sedang memprioritaskan skripsiku, terimakasih telah berubah menjadi baik, tapi aku sarankan, jangan berubah lebih baik karena aku. Jangan pernah menggantungkan hatimu, perasaanmu pada Makhluk, karena nantinya hanya akan berteman kecewa." Ayyubi lalu meninggalkan lobby kampus, di susul oleh Dafa dan teman-teman yang lainnya juga.


Seperti biasa mereka menuju perpustakaan untuk menggarap skripsi mereka.


"Hadeh, orang ganteng mah gini yah, di tembak sana sini tapi di tolak semua heran deh, kamu type nya yang seperti apa sih Ayyubi?" tanya Ahdan.


" Ya aku sedang tidak memikirkan itu, aku mau fokus lulus dulu,"jawab Ayyubi.


"Coba kalau aku jadi Ayyubi, sudah aku buat asrama wanita di hape ku,๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†" celetuk Dafa.


Ayyubi langsung menonjok lengan Dafa sambil tersenyum.


...***...


Zara dan Shelomita keluar dari kelasnya. Mereka lalu bergegas ke kantin, sudah jam 1 siang, 2 jam sudah berkutat dengan angka-angka.


Duh Gusti, semoga saja saat melihat Ayyubi, wajahnya tidak berubah jadi angka-angka yah. Tiada hari tanpa angka soalnya. Entahlah Zara kesambet apa dulu, kenapa mengambil jurusan yang ekstrim ini sih.


Zara memesan sego pecel dan es teh manis. Shelomita memesan bakso dan es jeruk. Mereka berdua makan dengan khusyu, tanpa kata. Yah karena mereka berdua memang kelaparan gaes ๐Ÿคญ ditambah energi otak sudah terkuras habis.


Selesai makan Shelomita langsung mengintrogasi Zara masalah tadi saat baru masuk kelas.


" Tadi kenapa? kepo nih?" tanya Shelomita to the point.


" Itu, ada yang nembak Ayyubi di lobby, salut deh, ada yang lebih berani dari aku ternyata๐Ÿ˜๐Ÿ˜"


" Terus di terima apa enggak?"


"Ya aku gak tau, aku buru-buru ke kelas, nanti kamu tanya yah sama Mas Ayyubi, please!" Zara memohon pada Shelomita.


"Iya, iya, kena lagi deh aku"


Zara tergelak," Edan dia Lebih agresif dari aku, masa dia mau pegang jemari Mas Ayyubi, ya langsung aku stop lagi, aku bilang aja, Ayyubi punya wudlu, nanti batal"


Shelomita menonyor kepala Zara, " Kamu juga sama gila nya, kepedean main stop-stopin begitu udah kaya stopin angkot aja"


" Ih kan aku gak rela Ta, aku aja belum pernah lhoo pegang kulitnya, selembut apa, teksturnya bagaimana, cruncy gak gitu,"ucap Zara sambil terkekeh.


" Ngaco, emangnya kue nya bunda, lembut dan cruncy." Shelomita juga ikut tergelak.


"Ya Allah, jagain jodoh Zara ya Allah, jangan sampai di tembak-tembak cewe lagi"


"Dih, Pede banget,"ucap Shelomita sambil menyesap es jeruknya.


"Harus Pede dong." Zara tersenyum lebar, memperlihatkan gigi nya yang putih bersih.


Zara dan Shelomita bergegas ke masjid kampus untuk melaksanakan sholat Dzuhur. Di pilar Masjid ternyata ada Ayyubi yang sedang duduk sambil membaca buku.


Zara sesaat terpesona dengan pemandangan yang ada di depannya. Ya Allah, Ayyubi itu indahnya 11,12 sama Masjid. Bener-bener bibit unggul. Zara jadi penasaran nih, punya anak secakep ini, dulu ngadonnya baca doa apa aja gitu. Komposisi nya apa aja, apa ada ritual khusus. Heran, bisa ganteng, soleh, pinter lagi.


Shelomita juga melihat ada Ayyubi, Shelomita mengajak Zara untuk menghampiri Ayyubi. Zara tersenyum senang. Shelomita ini memang sahabat yang paling pengertian. Semoga saja nanti jodohnya mirip Zian malik ya Ta. Zara terus saja berbicara dalam hati.


"Kak, serius banget"


Ayyubi menengadahkan kepalanya.


" Eh, Ta, sholat?"


" Ya dong, masa salto"


Ayyubi tersenyum. Zara melihat Ayyubi tersenyum. Senyuman Ayyubi tuh rasanya Nyes banget. Cendol dawet aja kalah nyes nya deh.


"Eh, Zara"


Zara mengangguk, " Iya Mas?"


" Makasih ya untuk tadi"


Zara mengangguk lagi, " Gimana? sukses?"


" Sukses nolaknya?" ucap Zara sambil terkekeh.


"Dih ngarep banget di tolak yah,"Celetuk Shelomita.


"Ya lah, kalau di terima, nanti hati aku kepotek-potek dong Mit, Mas Renal lagi di luar kota, gak ada yang bisa ngobatin hati aku nanti" Zara mengucapkan dengan nada manjanya.


Shelomita mencomot bibir Zara,"Ih, ganjen"


Zara terkekeh.


"Sukses kok"


" Wih, mantap" Zara mengacungkan jempolnya. Ayyubi terus menatap jempol Zara.


" Kenapa Mas? nungguin saranghaeyo yah?"


Ayyubi tergelak.


Ya Ampun, Shelomita kok beruntung banget punya teman modelan Zara seperti ini, bisa awet muda nanti, Batin Ayyubi.


"Kalau di masjid Saranghaeyo nya mau buat Allah sampai tumpeh-tumpeh Mas, maaf ya hari ini gak kebagian" Zara mesem manis.


Shelomita menepuk bahu Zara, "Udah ah, nanti kakak ku puyeng dengerin celotehan kamu terus Ra, ayo masuk kedalam kita belum sholat"


"Iya, iya"


Shelomita masuk terlebih dahulu kedalam masjid. Zara menatap Ayyubi sejenak.


"Mas, minta waktunya 5 menit aja" ucap Zara.


"Hemm"


" Mas sibuk gak?"


"Engga, memangnya kenapa?"


" Mau tanya boleh?"


" Boleh" Jawab Ayyubi.


" Gak jadi ah" Zara hendak masuk kedalam masjid.


" Kok ga jadi, emangnya kenapa?" tanya Ayyubi sedikit meninggikan suaranya karena Zara sudah tidak di depannya lagi.


"Karena Mas sudah jadi jawaban dari doa-doaku"


Zara langsung lari ngibrit masuk kedalam masjid.


Sementara Ayyubi menggelengkan kepalanya lalu mengembangkan senyumnya mendengar jawaban dari Zara.


" Dasar, Zara Ahmad"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(mskh untuk readers q semua, q gak nyangka kalian antusias banget dengan cerita Zara dan Ayyubi ini, padahal disini q tuh nulis semau q, pake bahasa q yg gak formal sama sekali, pake bhsa sehari2 lah istilahnya, terus dg alur cerita yg sangat ringan, ringan di awal, nantinya tetap ada konflik dan lain-lain sesuai dg gambaran isi novel seperti biasanya, sesuai dg kehidupan sehari-hari, mksh skali lg, jangan lupa like, komen dan Vote)


Salam sayang,


Santypuji