Zara Ayyubi

Zara Ayyubi
Perkenalan



Ini rumah apa surga sih, kenapa cantik-cantik dan ganteng-ganteng semua sih, tadi Pak satpam depan juga lumayan ganteng😆


"Assalamualaikum semuanya, kue nya sudah datang nih, aku mau kenalin kalian sama anak yang punya Zahra cake," ucap Tante Ganis dengan lantang.


Semuanya menatap Zara.


Haduh Zara kok merasa jadi grogi yah, ini tuh lebih bikin deg-degan ketimbang presentasi depan kelas.


Zara menggenggam ujung baju Mas Renal yang ada di sebelahnya.


Zara menatap sekeliling, Mata Zara bertemu dengan mata Ayyubi juga yang tengah menatapnya. Zara merasa tatapan Ayyubi kali ini terasa lain, kaya ada panas-panasnya gitu.


Ayyubi yang memang sedang duduk disebelah Shelomita langsung bertanya pada Shelomita.


"Ta, Zara cantik banget yah kalau pakai baju muslim." Ayyubi mengembangkan senyumnya.


"Hah, kemajuan, Mas Ayyubi tau cewe cantik juga ternyata" Ucap Shelomita sambil tergelak.


"Dih, aku masih normal Ta, enak aja"


"Ya, soalnya ini pertama kalinya aku denger Mas muji cewe," Ledek Shelomita


" Ta, yang sama Zara siapa? apa laki-laki yang sedang mendekati Zara? tanya Ayyubi berbisik di telinga Shelomita.


"Aku juga gak tau, yang aku tau Zara lagi suka sama cowo sih tapi bukan dia." Shelomita langsung menutup mulutnya. Hih kenapa bisa keceplosan gini sih.


"Siapa...?" tanya Ayyubi. Namun belum sempat Shelomita jawab, Rengganis sudah memperkenalkan terlebih dahulu satu per satu anggota keluarganya.


"Zara perkenalkan ini adik tante, Panggil saja Om Raka, ini istrinya, panggil saja Tante Dara, itu anaknya sudah SMP, namanya Yusuf, mereka tinggal di Bandung. Itu Adik ipar tante, Om Hafiz dan Tante Alisha mamanya Shelomita mereka tinggal disini. Itu Adik ipar tante satu lagi, namanya Tante Almira, kemarin sudah ketemu kan ya waktu di Ramayani, suaminya namanya Om Reihan, itu anaknya namanya Fatih, masih SMA, mereka tinggal tidak terlalu jauh dari sini. Dan ini suami Tante yang paling ganteng dari semua laki-laki yang ada disini"


Belum sempat Tante Ganis menyebutkan namanya, seluruh anggota keluarga Wijaya sudah menyoraki Tante Ganis.


"Dih, udah tua ge bucin terooosss" Celetuk Alisha di iringi gelak tawanya juga gelak tawa yang lainnya.


"Makin tua harus makin cinta dong Dek" jawab Tante Rengganis. Alisha mengacungkan jempolnya pada Rengganis.


Mas Birru tersenyum, "Kalian tau gak, Rengganis itu seperti lagu Sheila on 7"


"Maksudnya?"Tanya Raka.


"Anugrah terindah yang pernah ku miliki" jawab Mas Birru. Rengganis langsung cium jauh lewat tangan ke arah Mas Birru.


Hahaha, aku tergelak dalam hati, bapanya Ayyubi romantis banget sih sama istrinya. Apa Ayyubi juga begitu yah nanti kalau sama istrinya. Otak Zara mulai melanglang buana, membayangkan dirinya dan Ayyubi romantis-romantisan. Ih dasar halu, suka gak tau tempat.


"Oh ya lanjutin lagi absennya,hihi, panggil saja suami Tante ini Om Birru, terus yang duduk di ujung sana, itu anak tante, namanya Ayyubi, anak Tante yang gantengnya maximal incaran janda juga perawan,"Ucap Tante Rengganis sambil terkekeh.


Ayyubi tampak menutupi kedua mukanya karena mama nya mulai usil, hingga membuat semua yang ada di ruangam tergelak.


"Nah ini perawan tante, yang cantiknya nurun dari tante, hihi, namanya Asyifa, masih SMA"


"Dan ini Opa, Oma kita semua." Rengganis memeluk mertuanya juga ayahnya.


Mas Renal dan Zara berkenalan satu persatu dengan keluarga Wijaya. Zara memperkenalkan Mas Renal juga sebagai kakaknya. Zara benar-benar senang melihat kedekatan keluarga Wijaya. Kan Zara jadi pengen masuk jadi bagian dari keluarga Wijaya. Jadi mantu lhoo bukan jadi inem🤭.


Sebelum acara pengajian di mulai Shelomita langsung menarik tangan Zara agar duduk disebelahnya.


"Ra, tega, punya kakak ganteng maximal gitu gak di kenalin ke aku." Shelomita mengerucutkan bibirnya.


"Hih" Zara mencomot bibir Shelomita.


"Kalau kamu main ke rumah, pasti pas Mas Renal gak ada, berarti bukan rejeki kamu Ta," Sambung Zara.


" Eh Ra, kita barter yuk"


Zara mengerutkan dahinya, " Maksudnya?"


"Ya tukeran, Ayyubi buat kamu, Mas Renal buat aku,"ucap Shelomita tanpa beban. Memangnya mereka barang apa, bisa di barter😆.


Zara memukul paha Shelomita, "Ya kalau mereka mau, kalau gak mau, manyun kita." Zara terkikik.


Shelomita lalu memperhatikan interaksi ayahnya dengan Mas Renal.


"Renal, kayanya saya pernah liat kamu di rumah sakit, kamu dokter yah?" tanya Hafiz, Ayah Shelomita.


"Iya bener Om, saya dokter spesialis bedah di rumah sakit Kasih"


Shelomita menatap Mas Renal. Haduh, ganteng, pinter, dokter, sopan lagi, ada lagi, MATENG alias dewasa, kelihatannya ngemong banget. Mau dong di emong sama Mas Renal.


"Heh, ilernya tuh, natap kakak aku sampai segitunya" Goda Zara.


Shelomita reflek langsung memegang mulutnya. Takut ada ilernya beneran, haha malu-maluin dong ntar.


Kalangan Ibu-ibu sedang mengobrol dengan Ibu-ibu, yang muda dengan yang muda, yang lelaki bergabung semua jadi satu. Sementara Zara dan Shelomita masih asyik ngobrol berdua.


Waktu pengajian pun dimulai. Pak Ustad sudah datang. Keluarga Wijaya mengisi pengajian dengan membaca Alquran dan mendengarkan ceramahan dari Pak Ustad. Pak Ustad berceramah tentang keluarga.


Kata Pak Ustad harta yang paling berharga adalah keluarga. Rasanya tidak ada orang yang lebih sayang dan peduli kepada kita selain keluarga. Ayah, ibu, kakak, dan adik akan selalu ada di sampingmu saat kamu butuh. Mereka akan berusaha membuatmu tersenyum. Karena kebahagiaanmu merupakan kebahagiaan mereka juga. Saat kamu sedih atau sedang sakit, keluargamu pasti akan merasakan kesedihan pula. Kehangatan dalam keluarga tidak diukur dari ukuran luas rumahnya, tapi luasnya kebahagiaan yang menempati. Tidak ada keluarga yang sempurna. Terkadang saling berdebat, berkelahi, bahkan satu waktu berhenti berbicara satu sama lain. Namun pada akhirnya, keluarga tetaplah keluarga, dimana cinta akan selalu ada.


"Kak Zara, minta nomor ponselnya dong"


Zara melirik ke arah sumber suara, ternyata Yusuf. Yusuf nyengir kuda, bocah remaja satu ini, untuk apa coba nomor ponsel Zara.


"Buat apa Dek?"


"Jangan panggil Dek, panggil Yusuf saja"


Zara terkekeh, "Oke, buat apa Yusuf?"


" Ya buat chatingan lah"


Zara mendelik, Hah, masa aku chatingan sama anak SMP, turun sudah reputasiku.


"Minta dong Kak"


"Gak ada" Celetuk Ayyubi.


Zara tersenyum, " Slamet...slamet" Gumam Zara sambil mengelus dadanya.


"Belajar yang bener, jangan mikirin yang aneh-aneh dulu Yusuf,"ucap Ayyubi.


Yah kena ceramah kan tu bocah. Zara mesam mesem.


"Ih, Yusuf itu udah belajar bener, juara terus malah, Mas Ayyubi nih gak gaul, jomblo terus" Yusuf langsung lari begitu saja.


Et dah bocah, aku kan juga jomblo terus.


Mas Ayyubi lalu tersenyum ke arah Zara. Ya ampun, baru disenyumin aja hati Zara sudah meleleh apalagi kalau dikawinin, jadi butiran debu jangan-jangan. Eh kok jadi debu sih.


"Zara, hari ini kamu cantik banget"


Zara melongo. Sumpah demi apa, Ayyubi muji Zara cantik. Bunda, Zara lemes nih, beneran deh lemes. Tolongin Zara Bunda. Jantung Zara sudah deg-degan tak beraturan. Paru-paru, hati, empedu, ginjal dan ususnya bareng-bareng pegangin jantung Zara biar gak lengser.


"Ehmm"


Almira dan Dara sudah berada disebelah Ayyubi dan Zara.


" Hayo Ayyubi" Goda Tante Almira.


" Apa sih Tante"


" Sudah tau ciwi cantik toh" Goda Tante Dara.


Zara bingung dengan apa yang mereka bicarakan.


"Cuz, ngomong papah Biru,"ucap Tante Almira.


"Zara juga suka kan yah sama Ayyubi?"tanya Tante Dara.


Hih Bener-bener ya, emak-emak berdua ini, malah jadi menginterogasi hal-hal yang bukan-bukan.


Zara nyengir, "Kami berteman aja kok Tan"


" Iya, berteman, nanti juga lama-lama temen jadi demen, dulu tante sama Om Raka juga gitu"


Aamiin, semoga aja Zara juga gitu Tan, ucap Zara dalam hati.


"Zara" panggil Tante Rengganis.


"Slamet lagi" Gumam Zara. Tadi slamet dari bocah sekarang slamet dari emak-emak.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


( Dilanjut besok yah, emak tadi habis dari perjalanan balik lagi ke cikarang, lehlah say, ni di usahakan nulis 1100 kata, sudah dulu ya besok lagi, mau istirahat dulu, maaf kalau banyak typo, belum d koreksni, udah ngantuk banget)