Zara Ayyubi

Zara Ayyubi
Mbah Tugiyem



Setelah dari kantin, Shelomita dan Zara masuk kelas kembali, Dafa dan Riko binbingan skripsi, sedangkan Ayyubi memilih pulang ke rumah, ingin istirahat. Bimbingan skripsi membuatnya cukup pusing tujuh keliling. Tapi ya begitulah, kata Mbah Tugiyem penjual gorengan legendaris di depan kampus bilang, kalau skripsi itu tugas akhir kuliah, kalau doi itu cinta terakhir kamu. Jadi antara skripsi dan cinta harus sama dikejarnya, jangan cuma cinta-cintaan tok yang dikejar. Mbah Tugiyem juga bilang, ngejar cinta itu gampang, lulus dulu Mas, kerja, nabung yang banyak, karena kelemahan wanita itu bukan perihal cinta, tapi kelemahan wanita itu adalah harta. Wanita itu butuh disenengin pake uang, bukan pake dupa๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†. Jadi... kalau belajar yang bener biar otak tokcer jangan cuma haha hihi kaya kunti.


Warung legendaris depan kampus menjadi tempat tongkrongan favorit mahasiwa, selain murah harganya, ada service plus-plusnya juga, mendapat motivasi gratis dari sang motivator legend, yaitu Mbah Tugiyem.๐Ÿคญ


Sebelum pulang, Ayyubi sempat mampir ke warung Mbah. Ya hanya sekedar ngopi, sambil ikut mendengarkan nasehat Mbah Tugiyem. Dan ternyata nasehatnya itu pas sekali dengan perasaan yang sedang dirasakannya saat ini. Bravo Mbah!!!


Ngopi di warung Mbah Tugiyem lumayan membuat otaknya kembali pada mode WARAS, karena bimbingan skripsi itu cukup membuat stres bagi mahasiswa semester akhir. Tapi tidak jadi masalah jika dosen mencorat-coret skripsinya, yang penting jangan aku yang tercoret dalam hatimu. Ciat-ciat๐Ÿคญ


Sambil ngopi sambil mikir, kali ini Ayyubi sedang tidak memikirkan skripsi, sekali-kali ingin memikirkan yang lain. Ayyubi sedang memikirkan Zara. Hah aneh, tiba-tiba memikirkan Zara. Zara tiba-tiba tidak banyak bicara apalagi menggombalinya. Ayyubi merindukan banyolan Zara. Ayyubi memegangi dadanya. Menanyakan pada hatinya, rindu pada banyolannya, apakah pada sosoknya. Sejak Zara mengenakan jilbab, kecantikan Zara tak pernah lepas dari fikiran Ayyubi. Tapi justru saat itu tiba, Zara malah seakan menghindarinya.


Apa benar kata si Mbah, bahwa untuk menaklukan perempuan bukan hanya dengan modal cinta apalagi dupa.


Papah Birru, Ayyubi ingin kerja, biar bisa beliin Zara skincare.


Akhirnya Ayyubi bergegas pulang, ia tidak ingin berfikir terlalu keras. Ayyubi ingin istirahat, lalu malamnya berkonsultasi dengan pakar cinta, yaitu Papah Birru. Ingin menanyakan perihal Papah Birru, bagaimana mendapatkan cinta Mama Rengganis.


...***...


Zara ke kantor dosen, Ayahnya pasti sudah menunggu disana, menunggu pulang bersama Zara. Dan benar saja Ayah sedang duduk sambil menikmati secangkir kopi.


"Ayah, pulang Yuk"


Ayah Rama segera merapikan meja kerjanya, Zara meraih tas di atas meja Ayahnya. Zara membawakan tas Ayah Rama menuju parkiran.


Zara dan Ayah Rama segera bergegas pulang ke rumah. Zara ingin meminta izin ke Bunda Dian, mengerjakan tugas Bu Rita di rumah Shelomita. Kata Shelomita biar nanti kalau ada kesulitan bisa bertanya pada Mas Ayyubi kalau tidak Pakde Birru.


Di dalam mobil Zara bermain ponsel. Zara melirik Ayahnya yang sedang mengangkat telfon. Ayah Rama menloadspeakernya, sehingga Zara bisa mendengar dengan jelas suara perempuan di sebrang telfon sana, sepertinya mahasiswi ayah yang ingin di ajarkan materi akuntansi. Setelah 2 menit berbincang, Ayah mengakhiri panggilan telfonnya.


Zara menatap Ayahnya, "Ayah, Bunda memangnya tidak pernah periksa ponsel Ayah? apa Bunda nggak khawatir, kan mahasiswi Ayah cantik-cantik?"


Ayah Rama tersenyum, " Bunda dan Ayah sudah sepakat tidak akan mengorek-ngorek sesuatu yang memang tidak kita ketahui, Bunda dan Ayah sepakat untuk tidak mengorek-ngorek isi ponsel pasangan, kita tidak mau mengambil alih tugas malaikat Kak, iya toh? Allah menciptakan malaikat ada di kanan kiri kita, tugasnya nulis, nulis segala apapun yang kita lakukan, cukup itu yang Bunda dan Ayah ingat, jadi kita tidak menghianati janji akad nikah. Seandainya Ayah melenceng, Ayah yang akan mendapat balasannya. Begitu juga dengan Bunda. Tanamkan dalam diri kita takut Allah, bukan takut pasangan Kak, insyaAllah rumah tangga akan adem ayem"


Ya Allah, ada stok kaya Ayah Rama lagi nggak sih. Zara jadi meleleh denger pernyataan Ayah Rama dan Bunda Dian yang mempunyai kesepakatan begitu epik.


"Nggak salah deh Ayah jadi cinta pertama Zara, Zara sayang banget sama Ayah, Zara percaya Ayah nggak akan pernah nyakitin Bunda"


Ayah Rama tersenyum lalu mengelus kepala Zara yang tertutup jilbab Pashmina.


...***...


Sesampainya di rumah, Zara langsung mengucapkan salam terlebih dahulu sebelum masuk rumah. Bunda yang menjawabnya dengan lantang. Bunda itu walaupun punya toko kue, tapi setiap Dzuhur Bunda akan pulang ke rumah. Intinya saat Ayah Rama pulang, Bunda harus sudah menyambutnya dengan senyuman termanisnya. Kata Bunda tuh, saat Ayah Rama cape pulang kerja, terus melihat senyuman Bunda, itu capenya langsung lebur, hilang begitu saja. Ah Ayah Rama, bisaan.๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


Zara langsung masuk ke kamarnya, mandi lalu berganti baju. Zara menghampiri Bunda Dian yang berada di ruang Tv, menemani Dek Rumi nonton kartun.


"Bunda Dian, cantik paripurna, body bahenol kaya gitar spanyol, Zara izin mau ke rumah Shelomita yah, mau ngerjain tugas kelompok, yah Bun, yah." Zara merengek Bak anak kecil yang minta dibelikan escream.


Bunda mengernyitkan dahinya "Nanti Bunda suruh Mas Renal nemenin yah, kalau ada temennya Bunda izinin"


"Memangnya Mas Renal sudah pulang?"


"Sudah, dari jam 2, coba kamu cek di kamarnya"


Zara langsung menghampiri kamar Mas Renal, lalu mengetuknya perlahan.


"Mas... Zara ini Mas"


Terdengar suara kunci pintu yang sedang di Buka. Mas Renal membuka pintunya.


"Kenapa Ra?"


"Hih, Mas Renal, berantakan banget sih, pantesnya udah punya istri ini, biar ada yang beresin kamarnya, nikah ngapa Mas, yang lain udah punya buntut lhoo, Mas boro-boro buntut, partner buat ngadon buntut aja nggak ada." Zara tergelak. Gemes ih sama Mas Renal, masa Kakaknya yang ganteng mirip ji chang wook ini bisa telat sold out gini sih.


(Yang mau liat Mas Renal, balik deh ke episode visual๐Ÿคญ๐Ÿคญ)


" Disegerakan sih Mas," Sambung Zara lagi.


Mas Renal menyentil kening Zara," Yee, Menikah itu memang seperti buka puasa Ra, harus disegerakan, tapi kan waktu Magrib tiba disetiap negara itu berbeda-beda, sama hal nya jodoh, waktu datangnya juga berbeda-beda"


Zara melirik Mas Renal, "Sa ae ih kuncoro"


Mas Renal tergelak.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Akhirnya, bayar utang kemarin LUNAS๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†, eh ngemeng2, siapa sebenarnya ferguso, ๐Ÿ˜† ferguso itu guguk kesayangan Marimar ๐Ÿ˜† pasangan marimar itu sergio, gitu lhoo esmeralda)


Jangan lupa, like, komen dan Vote.


Salam sayang,


Santypuji