Zara Ayyubi

Zara Ayyubi
Main Ular Tangga



"Zara" panggil Tante Rengganis.


"Slamet lagi" Gumam Zara. Tadi slamet dari bocah sekarang slamet dari emak-emak.


Eh slamet itu artinya kita selamat gitu, bukan slamet mantannya para readers yah😆😆. Ah udah ah nanti slamet jadi booming lagi😁.


"Ayuk sini, kumpul disini sama emak-emak." Tante Rengganis menggandeng tangan Zara, berjalan ke ruangan keluarga yang berisi bapak-bapak juga emak-emak.


"Ih, bukan emak-emak tante, tapi ini tuh para bidadari, semuanya cantik paripurna, oma saja masih cantik maksimal gitu, Zara jadi penasaran dulu oma mirip siapa waktu muda" Goda Zara.


"Mirip aku dong,"Tante Alisha mengacungkan jempolnya.


"Oma sama Opa Wijaya bener-bener bibit unggul, gak ada yang jelek disini, ah Zara jadi gak pengen pulang, hihi"


"Ya sudah nanti malam tidur disini saja" ucap Tante Ganis.


" Waduh, bisa-bisa besok nama Zara sudah tidak ada lagi di kartu keluarga bapak Rama dan Bunda Dian,"Ujar Zara sambil terkekeh.


"Ya nanti Oma pungut, masuk keluarga Wijaya."Oma juga terkekeh.


"Gak mau Oma kalau jadi anak Oma mah" Goda Zara.


"Maunya jadi apa dong?" Celetuk Shelomita.


Ih sahabat Zara ini paling tau banget kapan waktunya harus ngasih kode,haha😆.


"Maunya jadi mantu ajah." Zara tergelak, di ikuti dengan yang lain juga ikut tergelak.


"Teteh, kalau teteh mau jadi mantu, nanti tungguin Yusuf tamat SMA yah,"ucap Yusuf.


Astagfirullah, sedih mamat, yang nyautin malah si bocah satu ini.


"Kelamaan Mbak Zara, mending sama aku aja, 1 tahun lagi tamat SMA,"Ujar Fatih.


MasyaAllah, ganteng sih, tapi kan berondong, nanti malah Zara yang ngemong lagi. Kan padahal Zara maunya di mong-mong. Ih kaya bayik aja di mong-mong.


Zara berharap Ayyubi menyaingi tawaran dari kedua bocah itu. Tapi nyatanya zonk, Zara ngarep deh jadinya. Yah begitulah, Ayyubi ya Ayyubi, gak banyak omong, tapi sekalinya ngomong, bikin jantung Zara terguncang.


"Dih, masih sekolah, udah ngebet nikah, emangnya nanti bisa beliin skincare mbak Zara" Om Reihan meledek Fatih anaknya.


Eits, tau aja nih Om Reihan, kebutuhan rumah tangga gak cuma beras minyak doang, tapi skincare juga perlu,hihi.


"Ayyubi, diem bae" Celetuk Shelomita.


Shelomita memang sahabat paling cucok meong. Bagus deh, kasih kode ke Ayyubi.


"Hehe, gak Ta, mereka berdua lucu." Ayyubi menunjuk ke arah Fatih dan Yusuf.


"Kakak gak ngebet nikah kaya mereka?" Ledek Shelomita.


"Enggak lah, nanti aja kalau udah kerja tetap Ta, kata Om Reihan biar nanti bisa beliin skincare buat istri,hehe," jawab Ayyubi.


Haduh, Zara harus sedih apa seneng sih, Ayyubi itu belum mau menjalin hubungan serius jika belum lulus. Ah Rasanya hati Zara kepotek-potek nih. Tapi mendengar jawaban selanjutnya, hati Zara juga luluh, kan biaya rumah tangga itu juga besar. Kalau suami gak kerja mau makan apa? makan batu kali gitu.


"Zara kan masih punya Kakak, jadi Zara tuh maunya Mas Renal dulu aja yang nikah" ucap Zara. Kode juga buat Mas Renal biar mau membuka hatinya buat perempuan, jangan kerja-kerja terus, lupa umur nanti.


"Wih, coba kalau aku udah gede, aku mau banget sama dokter Renal"ucap Asyifa.


"Tau banget yang unggul," Ledek Papah Birru.


"Tau dong, Asyifa kan punya sinyal-sinyal penangkap cowo-cowo unggul Pah" jawabnya tidak kalah meledek.


Semua yang ada diruangan tergelak.


"Ya sudah, nanti aku tungguin sampai dewasa yah," Ledek Mas Renal.


"Ah gak mau, kalau nunggu Asyifa dewasa nanti keburu Mas Renal udah jadi om-om, gak mau ah,haha"


"Yang udah dewasa juga ada, gak usah nunggu Asyifa" Godaku sambil memberi kode juga.


"Yang dewasa juga diem aja sih, kayanya masih belum mau menikah," Ucap Mas Renal.


Et dah ini si Shelomita, udah Zara kasih kode juga masih aja diem. Gak peka banget sahabat Zara yang satu ini.


"Yang dewasa malu-malu kucing,"ucap Tante Alisha.


"Ih, udah ah udah, ayo kita main ular tangga aja yuk." Shelomita malah mengalihkan topik pembicaraan. Ah dasar paijem, padahal tadi Mas Renal sudah memberi lampu hijau.


"Yuk, yuk" jawab Asyifa dan yang lainnya begitu antusias.


Shelomita bergegas mengambil permainan ular tangga yang lumayan besar. Setelah itu memberikan bolpoin dan kertas putih pada Opa. Jadi dalam permainan ular tangga ini, sesiapa yang hasilnya turun atau mendapat kepala ular maka harus mengambil satu kertas pertanyaan yang ada di dalam toples. Pertanyaan itu yang buat Opa. Yang jelas Opa lebih suka memberi pertanyaan seputar agama, mengetes sepintar apa cucunya dalam hal agama.


Yang ikut dalam permainan ini jelas hanya mereka para bocah🤭. Zara, Shelomita, Asyifa, Yusuf, Fatih dan Ayyubi. Mas Renal sudah merasa tua, jadi tidak mau ikut, haha, Mas Renal itu gak tua yah, tapi dewasa.


Mereka berenam bersuit untuk menentukan sesiapa yang mulai lebih awal. Setelah semuanya suit kini mereka mulai bermain, dimulai dari Shelomita, lalu Ayyubi, Fatih, Yusuf, Zara dan Asyifa. Mereka bermain fokus bermain dengan melempar dadu yang berisi angka satu sampai enam.


Pertama yang mendapat kepala ular hingga akhirnya harus turun ke bawah lagi adalah Yusuf. Ah bocah ganteng namun pede nya setinggi langit ini mengambil satu gulung kertas yang ada di dalam toples. Yusuf lalu membukanya dan membaca pertanyaannya di depan semua peserta.


"Sebutkan 10 sahabat Nabi Muhammad SAW yang di jamin masuk surga?" Yusuf mengernyitkan dahinya.


Zara mulai tegang, haduh pertanyaannya lumayan sulit nih bagi Zara. Tapi untung bukan bagian Zara.


" Ini sih gampang Opa,"


Opa Wijaya tersenyum. Yusuf mulai menjawab pertanyaan yang tertulis di kertas.


" Abu bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awam, Abdurrahman bin Auf , Sa'ad bin Abi Waqash," Yusuf lalu nyengir kuda di depan Opa nya.


"2 lagi lupa opa,"ucap Yusuf.


"Ada yang mau menambahkan?" tanya Opa.


"Sa'id bin Zaid, Abu Ubaidillah bin Jarrah" jawab Fatih.


Zara geleng-geleng. Suasana seperti ini bagaikan di taman surga nih. Penghuninya cantik-cantik, ganteng-ganteng, pinter-pinter lagi agamanya.


Opa mencium kening kedua cucunya dengan penuh kasih sayang. Hati Zara rasanya nyes banget. Indah banget sih keluarga ini.


Permainan di mulai lagi. Mereka berenam bersaing untuk sampai puncaknya. Dan kali kedua yang mendapat kepala ular adalah Asyifa. Asyifa lalu mengambil kertas pertanyaan yang ada di dalam toples. Asyifa langsung membacakannya.


"Bacakan bacaan duduk diantara dua sujud dan artinya"


"RABBIGHFIRLI WARHAMNII WAJBURNII WARFA'NII WARZUQNI WAHDINI WA'AAFINI WAFUANNII. Artinya : "Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajat kami dan berilah rizqi kepadaku, dan. berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku"


Opa mengacungkan jempolnya pada Asyifa, lalu mencium kening Asyifa juga.


"Ingat ya anak cucu Opa, jangan sampai terburu-buru membaca doa diantara dua sujud, banyak makna terkandung didalamnya, jangan asal ewes ewes ewes, lain arti nanti" Kata Opa menasehati semuanya.


Opa lalu menjelaskan makna dari doa diantara dua sujud dengan mendetail, semua memperhatikan dengan seksama.


Pertama, (rabighfirlii), "wahai Tuhan ampunilah dosaku." Dosa adalah beban berat yang wajib dikurangi, bahkan dibuang. Karena dosa, hati menjadi kotor, bahkan mati. Dosa pula yang menjadi sebab seorang hamba malas beribadah. Perlu istighfar setiap waktu agar dosa-dosa itu gugur.


Kedua,  (warhamnii), "sayangilah diriku." Tidak ada kasih sayang terindah di dunia ini selain kasih sayang Allah. Tidak pula kasih sayang manusia yang satu dengan yang lain, kasih sayang orang tua kepada anak, suami kepada istri, bahkan seseorang atas dirinya sendiri. Kasih sayang Allah jauh di atas segala kasih sayang.


Ketiga, (wajburnii), "tutuplah segala aibku." Siapakah yang mampu menutup aib seseorang selain Allah? Bersyukur sebab meski aib kita banyaknya tak terkira, Allah telah menutupnya dari hadapan manusia. Bayangkan andai setiap aib yang dilakukan manusia itu Allah tampakkan?


Keempat, (warfa'nii), "tinggikanlah derajatku." Siapakah yang mampu meninggikan derajat seorang hamba beriman kalau bukan Allah SWT? Apa yang terjadi jika manusia tidak punya derajat? Atau jika derajatnya sama dengan hewan? Lihatlah hewan ternak atau melata, adakah di antara makhluk itu mempunyai derajat di hadapan manusia? Tidak ada. Semua hewan tetap sama.


Kelima, (warzuqnii),"berikanlah aku rezeki." Jangankan makhluk bernama manusia, semut hitam kecil pun diberi rezeki oleh Allah Taala, apalagi manusia yang Ia ciptakan sebagai wakil-Nya di muka bumi ini. Sebagai seorang hamba, pasti kita membutuhkan rezeki dan Allah adalah satu-satunya sumber rezeki itu. Untuk mendapatkan rezeki yang berkah, seorang Muslim harus memperhatikan halal haramnya. Sebab, dengan rezeki itulah ia akan semakin bersyukur kepada Allah SWT.


Keenam,  (wahdini), "berikanlah aku petunjuk ke jalan kebahagiaan." Petunjuk adalah hal terpenting dalam hidup seorang hamba. Bagaimana seseorang bisa melakukan kebaikan jika dia tidak mempunyai petunjuk? Kita tidak hanya minta petunjuk yang berkaitan dengan akhirat, tapi juga minta petunjuk agar terhindar dari mengambil keputusan yang salah untuk kebahagiaan di dunia.


Ketujuh , (wa'aafinii), "berikanlah aku kesehatan." Bila seorang Muslim itu sehat fisik dan imannya, ia bisa memberi dan menambah kemaslahatan bagi yang lain. Tetapi, tentu saja tidak bisa berbuat kemaslahatan maksimal ketika Allah SWT mengujinya dengan sakit.


Kedelapan (wa'fuannii),"Maafkan segala kesalahanku." Allah SWT Mahapemaaf kepada setiap hamba-Nya. Sejatinya manusia tak mendendam kepada manusia lain selama akidah keimanannya tidak diusik. Islam dan umatnya cinta damai serta senang memaafkan. Karena itulah contoh dari Rasulullah SAW dan para sahabatnya. 


"Maknanya didalamnya itu semuanya doa, jadi jangan terburu-buru yang membacanya, di resapi, di minta benar-benar dari hati yang terdalam"ucap Opa.


Semua anggota keluarga mengangguk tanda mengerti, begitu juga dengan Zara. Zara mengusap wajahnya dengan telapak tangannya. Ya Allah rasanya indah banget dengerin nasehat Opa. Rasanya lain aja.


Permainan kembali di mulai, hingga beberapa menit masih bersaing ketat, sampai akhirnya Ayyubi finish terlebih dahulu, di susul Shelomita. Zara masih bersaing dengan ketiga bocil lainnya.


Namun gak bejo hari ini, Zara mendapat kepala ular dan harus turun, mau tidak mau Zara mengambil kertas pertanyaan yang ada di dalam toples lalu membacakannya.


" Menurutmu, seperti apa sih wanita solehah itu?"


Zara jadi deg-degan, mau jawab takut salah jawab. Tapi Zara percaya diri aja deh.


" Wanita solehah menurut Zara itu yang patuh, nurut ke suami dan rajin beribadah"


Opa tersenyum, "Bagus Zara, tapi ada yang bisa menjelaskan ciri yang ada di dalam Al-Qur'an?"


Ayyubi mengacungkan tangannya.


"Oke, jawab Kak"


" Ehm..." Ayyubi berdehem terlebih dahulu sambil melihat ke arah Zara. Zara pun demikian menatap Ayyubi, ingin mendengarkan jawaban Ayyubi.


"Wanita solehah yang di sebutkan dalam Al-Qur'an Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (An-Nisa: 34)


Di antara sifat wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan kepada suaminya dalam perkara yang ma’ruf lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya.


Tugas seorang istri adalah menunaikan ketaatan kepada Rabbnya dan taat kepada suaminya, karena itulah Allah berfirman: “Wanita shalihah adalah yang taat,” yakni taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.” Yakni taat kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada (sedang bepergian, pen.), dia menjaga suaminya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya."


Zara begitu fokus mendengarkan Ayyubi.


Haduh, liat Ayyubi begini, berasa kaya lagi di bimbing suami. Bunda, rahim Zara tiba-tiba anget nih.😆😆


Opa mengacungkan jempolnya pada Ayyubi.


"Nanti opa transfer ya Kak"


Ayyubi mengangguk.


" Nanti opa transfer uang jajan tambahan buat cucu opa semua"


Semuanya bersorak kegirangan. Zara benar-benar betah, rasanya gak mau pulang. Hahaha mana mungkin bisa, nanti di seret Mas Renal pastinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.(Wuih, tau nih dapet wangsit dari mana😁😁, rekor, nulis 1 episode 1800 kata, selamat menikmati, bila ada gejala senyum-senyum sendiri segera minum bodrex🤭)


Jangan lupa like, komen dan Vote.


Salam sayang


Santypuji