
Setelah Magrib, Zara dan Mas Renal pamit pulang, padahal Tante Ganis menyuruh mereka untuk makan malam terlebih dahulu, namun Zara menolak karena Bunda sudah menyuruhnya untuk cepat pulang. Siapa sih yang berani membantah titah dari Ratunya Bapak Rama😁.
Tante Ganis dan Ayyubi mengantar Zara dan Mas Renal sampai teras rumah. Ayyubi nampak akan masuk lagi, namun Rengganis mencegahnya.
"Ayyubi mau kemana sih, kok malah masuk lagi?" tanya Mama Ganis.
"Aku mau ke SELATAN aja ah Mah, karena Aku nggak bisa mengUTARAkan isi hatiku ke Zara." Ayyubi menutupi wajahnya dengan telapak tangannya.
"Ih, Genit, nakal." Rengganis mencubit pinggang anak bujangnya.
Zara tergelak, bisa aja nih Ayyubi gombalnya. Zara kan jadi gatel pengen bales, dari pada nggak tahan, Zara gombalin balik deh.
"Bapak, kalau bapak cari yang cantik, aku mundur, tapi kalau bapak cari yang mundur, aku cantik."
Rengganis, Ayyubi juga Mas Renal terlihat bingung. Sedangkan Zara malah tergelak.
" Bingung yah? ya udah ah, Zara juga bingung, pulang dulu ya Tante, Mas Ayyubi." Zara bersalaman dengan Rengganis sekali lagi, lalu cium pipi kanan dan kiri, setelah itu bergegas masuk ke mobil dengan Mas Renal.
Di dalam mobil Mas Renal terus saja menggoda Zara. Mas Renal bilang sepertinya akan di langkah oleh Zara. Lihat saja, Tante Rengganis saja begitu suka dengan Zara. Zara sih cuma bisa mesem manis dan mengamini dalam hati.
Ayyubi dan Mama nya masuk ke dalam rumah. Ayyubi mencari keberadaan Papahnya. Papahnya ternyata ada di.ruang kerjanya sedang merapikan berkas-berkas. Ruang kerja yang memang di biarkan terbuka itu membuat Ayyubi memberanikan diri masuk kedalamnya.
"Papah"
Papah Birru melirik ke arah Ayyubi.
"Kenapa?"
"Pah, mulai sekarang Ayyubi mau kerja Pah" Rengeknya.
"Bukannya kamu mau S2 dulu?"
"Ya nanti kerja sambil S2 kan bisa Pah"
"Kenapa sih tiba-tiba gitu, mau beliin skincare buat seseorang?" Papah Birru langsung to the point.
Ayyubi langsung salah tingkah, " Ayyubi mau belajar mandiri, Ayyubi mau jadi laki-laki mapan Pah"
"Baguslah, anak papah sudah dewasa rupanya, kamu harus tau Bi, pada dasarnya kata mapan, bukan berarti harus selalu berkaitan dengan uang yah. Paling penting kamu punya kerjaan dan berambisi untuk maju. Mapan dari sisi intelektual, karakter, dan akhlak juga penting. Jadi mapan itu tidak selalu berkaitan dengan uang saja, termasuk dilihat dari gaya hidup juga. Kaya kalau pelit males juga kan. Berkecukupan dan bisa membahagiakan pasangan bukan hanya finansial. Tapi juga kesetiaan dan dukungan penuh diantara keduanya." Papah Birru menasehati anak bujangnya tentang sebuah kemapanan yang sebenarnya.
Ayyubi mengangguk tanda mengerti. Ayyubi sangat senang karena papahnya akan mengatur jadwal kerjanya nanti. Papah Birru justru senang karena Ayyubi meminta bekerja atas kemauannya sendiri walaupun kedua orang tuanya mampu untuk mencukupinya. Terkadang cinta memang membawa dampak positif untuk para pecintanya🤭.
...***...
Pagi ini Zara sudah bersiap ke kampus, padahal hari ini mata kuliah jam pertamanya nanti jam 10 siang tapi karena sudah ada janji dengan Shelomita ke perpustakaan mencari buku referensi untuk tugas mereka. Hari ini Ayah Rama libur, jadi Zara berangkat ke kampus menggunakan Scoopy kesayangannya.
Sesampainya di kampus, Zara sudah disambut Shelomita di depan gerbang. Shelomita ikut membonceng Zara ke parkiran. Mereka lalu bergegas menuju perpustakaan.
Baru saja beberapa langkah keluar dari parkiran, tangan Zara di cekal oleh seseorang. Zara langsung menengok kebelakang. Si cantik bahenol, dadanya bak melon ternyata.
" Hih, apaan sih." Zara berusaha melepaskan cengraman tangan Salsa. Namun Salsa semakin mengeratkan genggamannya di pergelangan tangan Zara. Bahkan kukunya yang cantik bak berbie menggores pergelangan tangan Zara.
Shelomita begitu geram, ia langsung menarik tangan Salsa, "Heh, mau apa sih kamu, datang-datang langsung ngamuk, edan yah."
"Heh, jangan sok ngeles lagi deh, kamu kan yang sekarang lagi deket sama Dafa, ngaku deh, Dafa juga ngaku." Sorot mata Salsa menyiratkan sebuah amarah karena kecemburuan.
"Heh, jangan asal ngomong yah." Zara juga akhirnya tersulut emosi.
"Kamu mau merebut Dafa kan dari aku." Salsa semakin tidak terkendali, hampir saja menampar Zara, tapi untung saja Shelomita langsung bergerak cepat menahan tangan Salsa.
"Hey Mbak, pacar Mbak tuh yang kaya NGGARANGAN, berusaha deketin Zara, bukan Zara yang mau deket yah, catet itu." Shelomita menghempaskan tangan Salsa.
"Dih, ngerebut? memangnya si Dafa setampan lee dong wook apa mbak, sampai harus jadi rebutan, PEDE BOROS, maaf aku nggak minat mbak." Zara menarik tangan Shelomita, meninggalkan Salsa yang masih terpaku namun masih terlihat begitu marah.
Salsa hampir saja mengejar Zara, namun Zara mengambil jarum pentul yang terpasang di dagunya.
"Berani maju? aku tusuk dadamu pakai ini biar meletus" Celetuk Zara.
Salsa langsung menghentakan kakinya di tanah sambil memaki-maki Zara.
Zara berniat akan mencari Dafa dan meminta pertanggung jawaban atas perbuatan mantan pacarnya yang bar-bar itu.🤭
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(Up 2 episode nih, Mamak lagi waras nih berarti,😁 q tuh ya klo lg nulis biasa aja nggak ada ketawanya pisan, serius gitu, yg bikin ketawa malah komen2 kalian, kalian juga suka parah konyolnya😆 Jangan lupa, like, komen dan Vote Yah😘😘)
Salam sayang,
Santypuji.