Zara Ayyubi

Zara Ayyubi
Mbah Google



Zara yang sedang melamun langsung mendapat timpukan dari Shelomita.


"Heh Maemunah, malah ninggalin aku di perpustakaan,"ucap Shelomita dengan nada geram.


Zara terkekeh, " Oh iya, lupa, sorry zayang kuh"


Zara kembali terdiam, Shelomita jadi curiga dengan Zara, ada apakah gerangan, biasa kaya tabunan sekarang mengkicep.


"Kenapa sih Ra?"


Zara menatap Shelomita, " Ta, Ayyubi suka Mbak Aira yah?"


Shelomita mengerutkan alisnya, " Kata siapa?"


"Mereka kelihatan akrab banget Ta? Mbak Aira itu pasti type nya Mas Ayyubi banget, cantik membahana, tertutup sempurna, baik, pinter, ya Allah Ta, aku kayanya cuma seujung kukunya doang"


Shelomita mendengus kasar, " Sok tau, kalau Kakakku suka sama dia ya sudah dari dulu lah pastinya, kita tuh tetanggaan, ditambah satu kampus satu fakultas sama Mas Ayyubi, jadi ya akrab lah"


Zara menunduk terdiam, "Ta apa aku nggak pantes sih buat Mas Ayyubi?"


" Ra, kamu lagi kenapa sih, tadi aja pas beli kopi juga masih oke-oke aja, kenapa sekarang malah gini sih, biasanya kan pede mu setinggi langit, ini dari tadi udah gegoleran si pede,"ucap Shelomita. Shelomita merasa Zara jadi agak berbeda setelah mengobrol dengan Ayyubi.


"Tau nggak, tadi tuh Ayyubi bilang ke Mbak Aira, kalau Ayyubi itu cuma nganggep aku adik." Zara meremas jemarinya.


" Ya sekarang Adik, besok-besok siapa tau bisa jadi Adik tercinta," Goda Shelomita.


" Ta, kayaknya aku stop aja deh kejar Mas Ayyubi, aku takut kecewa semakin dalam Ta, ini aja udah nyesek banget, kayanya dada aku tuh penuh sama kecewa gitu, paru-paru mau nafas aja harus geser-geseran dulu sama jantung saking seseknya di dalam sini," ujar Zara sambil memegangi dadanya.


Shelomita terkekeh, " Udah deh, mendadak jadi edan sih kamu, udah ... jodoh nggak akan kemana, nggak akan ketuker, kamu percaya itu kan?"


Zara mengangguk. Dosen mata kuliah berikutnya masuk kedalam kelas. Zara dan Shelomita mengakhiri obrolan mereka berdua.


***


Sepulang dari kampus tadi, Zara langsung mandi lalu makan siang, setelah itu standby di depan TV nonton drama cinta love is sweet. Ah tapi sayangnya tidak se sweet kisah cintanya. Yuk ah nangis bareng-bareng.


Tak terasa sudah 2 jam Zara menonton. Jika sudah menonton drama cina ataupun drama korea pasti lupa waktu🤦. (Kamu ya nggak readers?hehe)


"Assalamualaikum, Assalamualaikum" Mas Renal mengucapkan salam dengan lantangnya. Tapi Zara malah fokus dengan televisinya.


" Assalamualaikum"


Zara terkejut, " Waalaikumsallam, ya ampun Mas Renal, pelan-pelan ngapa Mas ngucapin salamnya, Zara nggak budeg lhoo"


"Dih, Mas udah salam 3x lhoo Ra"


" Masa sih?"


Zara menonton Tv sambil menyemil beberapa snack. Adik kecilnya Rumi sedang tidur siang, sedangkan Mas Renal pergi ganti baju. Bau rumah sakit, hehe.


Setelah Mas Renal berganti baju, Mas Renal menuju ruang makan, menyendok makanan lalu menghampiri Zara. Makan sambil nonton Tv dengan Zara.


"Mas..."


"Hemm"


" Minta obat dong"


Mas Renal mengernyitkan keningnya, " Obat apa? kamu sehat-sehat aja kok itu"


"Obat hati yang kepotek-potek Mas, hiks." Zara menatap Mas Renal dengan wajah memelas. Zara lalu menceritakan kejadian tadi siang pada Mas Renal.


Mas Renal malah tertawa terbahak-bahak.


" Belum juga nembak, udah patah hati aja, apes banget kamu Dek"


Zara mencebikan bibirnya, "Ih jahara Mas mah ih"


"Kamu beneran patah hati nih? beneran sedih? emang udah yakin beneran cinta?"


Mas Renal malah membrondong banyak pertanyaan. Zara hanya mengangguk pelan.


"Ra Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, karena hasil akhir dari semua urusan di dunia ini sudah ditetapkan oleh Allah. Jika sesuatu ditakdirkan untuk menjauh darimu, maka ia tak akan pernah mendatangimu, namun jika ia ditakdirkan bersamamu maka kamu tidak akan bisa lari darinya," ucap Mas Renal sambil menyendokan makanan ke dalam mulutnya dengan begitu santai.


Ya Ampun, Mas Renal ini yah, lagi santai aja ngomongnya berbobot, apalagi kalau lagi serius. Bikin jantung copot kayaknya.


Mas Renal mengangguk, " Ya lah, yang bertugas mengejar itu laki-laki, kamu terima beres aja,"ucap Mas Renal sambil terkekeh.


" Dih, iya kalau ngejar, yang ada juga malah tenggelem Mas"


Mas Renal terkekeh, "Udah sih, kuliah dulu yang bener, masih bocah juga, harusnya Mas nih yang harus mulai waspada, semakin tuir soalnya"


"Hih enak aja ngatain aku bocah, aku udah punya KTP lhoo Mas, kalau Mas ngrasa tuir, ya udah sana di kejar Shelomita nya Mas, dia mah pemalu, jadi Mas harus ngerti lah caranya"


"Kamu tau caranya?"


"Coba Zara cari di mbah Google dulu ya Mas." Zara benar-benar mengambil ponselnya dan mencari cara mengejar cinta di mbah Google.😆


TIPS AJAIB AGAR GEBETAN BERTEKUK LUTUT. (Enter)


Banyak jawaban yang terpampang, Zara langsung membacanya satu persatu.


10 cara ampuh agar doi mencintai kamu.


"Sepuluh, banyak banget sih, kelamaan,"gumam Zara.


10 cara PDKT agar doi klepek-klepek.


"Ih, kaya ayam di potong aja, segala klepek-klepek" Zara terus saja meracau sendiri.


Terima ajian semar mesem, dijamin doi mesam mesem kalau ketemu kamu.


Zara mengerutkan dahinya, "Ih, mesam mesem edan namanya. Haduh, musyrik namanya, ditabok Allah nanti"


Mas Renal mengintip ke arah ponsel Zara.


"Dih, beneran ya di cari di google?"ucap Mas Renal.


"Ya masa mau nanya ke Zara sih Mas, Zara aja gagal, jangan ngikutin produk gagal lah"


Mas Renal tersenyum mengecek. Hih Zara jadi pengen nguwes-nguwes Mas Renal kalau lagi senyum ngejek gitu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Mangap ya readers, tadi cuma 650 kata, tanggung magrib pas ngetik, nih aku tambahin 830 kata lagi, jadi banyak kan🤭🤭)


Jangan lupa like, komen dan Vote.


Salam sayang,


Santypuji