Zara Ayyubi

Zara Ayyubi
Tembakan Cinta



Hari ini Zara ada jam kuliah tapi nanti jam 11, tanggung sih, tapi ya begitulah jadwalnya. Tapi ini cukup menguntungkan juga bagi Zara karena Zara bisa membantu Bundanya dulu di toko kue nya. Pokoknya kalau bantu-bantu Bunda pasti dapat uang jajan tambahan, baik banget kan Bunda.


Hal seperti ini juga mengajarkan anak-anaknya agar anaknya tahu bahwa mencari uang itu tidak semudah membalikan telapak tangan. Jadi anak pun akan merasakan begitu berharganya uang, tidak menghambur-hamburkan uang, walaupun keluarga Zara cukup berada.


Zara sudah duduk di bagian Kasir, sudah cantik mempesona, siap menyapa para pelanggan tercinta.


Ting tong...


Pintu toko terbuka. Zara segera menyapa pengunjung yang datang.


"Selamat datang di Zahra Cake"


"Assalamualaikum Zara"


Zara langsung mengembangkan senyumnya. Hari ini hoki bener, kedatangan pelanggan camer alias calon mertua. Eh ngaku-ngaku dulu boleh lah yah, siapa tau di ijabah🤭. Kan katanya bercita-citalah setinggi langit. Jadi kalau bercita-cita jangan kerendahan, prosotan itu mah namanya, bukan cita-cita.


"Waalaikumsallam, Ya Allah, Tan, ketemu lagi"


"Iya nih Zara"


" Ih makin cantik aja, cantiknya gak luntur-luntur deh."Zara mulai mengeluarkan jurus gombalnya. Eh tapi ini gak gombal sih, tapi kenyataan, suer deh tekewer-kewer.


"Bisa aja ih perawan satu ini"


Tante Ganis itu asli cantik gaes, wajahnya kalem, tampilannya sih sederhana, tapi Zara tau banget yang di pake Tante Ganis tuh barang branded, persis kaya punya Bunda, apalah daya Zara, KW nya saja tidak mampu beli, hiks.


Mahasiswa yah maklum, tidak makan mie instan saja sudah syukur, hihi, pejuang anak kos, selalu sedia mie instan dan telor. Itu sih menurut teman Zara yang ngekos karena memang rumahnya di luar kota.


"Silahkan pilih-pilih dulu Tante"


" Iya Ra"


Tante Ganis mulai memilah-milih beberapa roti setelah itu menuju kasir menemui Zara.


"Banyak banget tante,"


"Iya keluarga tante suka, apalagi anak tante yang paling gede, doyan banget roti dari Zahra cake ini"


"Yang bener, suka yang mana?" Mulai modus deh Zara.


"Yang ini" Tante Ganis menunjukan bolu ketan hitam.


Zara langsung tersenyum. Bunda ... ajarin Zara bikin bolu ketan item, biar nanti Zara bisa ngerayu Mas Ayyubi pake bolu ketan item, Teriak Zara dalam batinnya.


Zara memberikan paper bag belanjaan Tante Ganis. Tapi sebelum itu Zara berlari menuju tempat bolu ketan hitam, mengambil 2 bungkus lagi dan memberikannya pada Tante Ganis.


" Ini buat anak tante yang kata tante kaya oppa korea itu,hehe"


"Eh jangan Zara"


" Gak apa-apa tante, tante juga udah beli banyak, ini cuma bonus kok"


" Ya ampun makasih banyak yah"


Zara mengangguk, " Ini spesial buat anak tante, bilangin, ini dari kasir cantik di Zahra Cake gitu"


Tante Ganis terkekeh lalu membelai lengan Zara.


"Kamu ini, lucu banget sih"


Tante Ganis akhirnya pamit pulang. Zara teringat 2 kue yang diberikan untuk Ayyubi. Cuma 2 kue ya Bun, Gak bakalan bangkrut kok, hehe, apalagi buat calon mantu lhoo ini,hihi.


***


Jam setengah sebelas Zara pamit pada Bundanya berangkat kuliah. Zara berangkat ke kampus menggunakan Scoopy kesayangannya. Sesampainya di kampus, Zara segera memarkirkan sepeda motornya.


Zara lalu berjalan melewati aula kampus. Nampak begitu ramai. Zara jadi penasaran ada apa sebenarnya disana, seperti ada yang sedang menyatakan cinta. Zara berjalan menghampiri aula kampus.


"Ayyubi, aku sudah suka sama kamu dari semester awal, saat ini sebentar lagi kita lulus, aku gak mau pisah sama kamu, aku sudah berubah demi kamu, aku jadi cewe kalem, aku juga berusaha menjadi wanita solehah demi kamu, kamu mau yah menikah dengan aku" Ucap seorang mahasiswi yang satu fakultas dengan Ayyubi.


Zara membelalakan matanya. " Ternyata ada yang lebih bar-bar dari aku"🤭


Zara melihat Ayyubi nampak tidak enak hati. Zara jadi takut jika Ayyubi menerimanya. Zara tidak rela. Apalagi wanita itu sudah menyebutkan segala pengorbanannya. Sementara Zara, belum berbuat apa-apa. Hanya banyolan-banyolan kecil saja.


" Shena... maaf"


"Ayyubi" Hampir saja wanita yang bernama Shena itu ingin menggenggam tangan Ayyubi, tapi Zara langsung maju dan menghentikannya.


" Eits stop."Zara menginterupsi Shena agar tidak menyentuh Ayyubi.


Ayyubi juga tampak kaget dengan kedatangan Zara.


"Eh, jangan pegang-pengang, dia punya wudlu, batal nanti, ngomong boleh tapi jangan pegang-pegang" Ujar Zara yang langsung ngeloyor pergi. Sementara Shena masih melongo dengan tingkah Zara.


Sedangkan Ayyubi seperti biasa, ia akan tersenyum lebar melihat kekonyolan Zara.


Zara bergegas masuk kedalam kelas. Sebenarnya Zara masih penasaran dengan adegan 'tembakan cinta' tadi, tapi Zara sudah harus masuk kelas karena sebentar lagi pelajaran akan dimulai.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Hai...hai makasih masih setia dengan novel-novel q, q seneng pokoknya dengan antusias kalian, komen positif kalian buat q, saranghaeyo pokoknya bt readers q smw. Jangan lupa, like, komen dan Vote,😘😘😘)