Zara Ayyubi

Zara Ayyubi
Bolu Ketan Item



Selesai sholat Dzuhur, Zara dan Shelomita keluar masjid. Sumpah demi apa, Ayyubi masih duduk didepan masjid, berasa kaya lagi nungguin Zara gitu, haha Mulai deh halu. Tapi sayangnya sudah tidak sendirian lagi, melainkan dengan Mas Dafa, tetangga rumah yang super rese.


Berhubung sepatu Zara dan Shelomita di letakan di depan Ayyubi, jadi mau tidak mau Zara harus keluar masjid dari arah yang sama saat masuk.


"Eh, Zara" Sapa Dafa sambil nyengir kuda.


Zara balas dengan senyum kecut. Mas Dafa ini, jika bertemu Zara pasti yang di tanyakan perihal nomor hape terus. Bosen Zara ih.


"Zara" Sapanya lagi.


" Hemm"


"Biasa"


"Gak ada"


Ayyubi mengernyitkan dahinya, mungkin Ayyubi bingung dengan arah pembicaraan Zara dan Dafa.


"Pelit"


"Biarin"


"Kalian ngomongin apa sih?"tanya Ayyubi.


Zara menatap Ayyubi. Sumpah demi apa, Ayyubi kepoin Zara. Zara kan seneng pemirsah.


"Tuh Mas, temenmu, minta nomer hape terus"


Ayyubi menatap Dafa.


"Dih, sama tetangga juga pelit banget," Celetuk Dafa.


" Kan aku bilang, nanti di omelin Bunda, Bunda suka periksa hape aku"


"Heran deh, gimana mau dapet jodoh, deket sama cowo gak boleh, emangnya jodoh bisa keluar dari open Bunda ya Ra?" Ledek Dafa.


" Ih, bisa banget"


Dafa menaikan sebelah alisnya, "Jangan aneh-aneh"


"Bisa banget open Bunda ngeluarin jodoh buat aku"


" Dih tambah ngaco"


"Open Bunda bisa ngeluarin bolu ketan item buat ngrayu cowo ganteng yang demen banget bolket" Zara melirik Ayyubi.


Ayyubi nampak terkejut saat mendengar bolu ketan item. Ayyubi tersenyum. Zara melihat senyuman Ayyubi. Haduh Ayyubi itu ya kalau lagi senyum itu membuat jiwa jomblo Zara meronta-ronta minta di halalin😆.


"Ada emang cowo ganteng suka bolu ketan item" Tanya Dafa.


" Ih ada banget, ganteng, pinter, soleh lagi"


"Yee, halu dasar" Dafa tampak kesal lalu masuk kedalam masjid.


Sedangkan Ayyubi masih duduk di masjid.


"Kak, ayo pulang"ucap Shelomita yang sudah selesai menggunakan sepatunya.


" Ah iya"Jawab Ayyubi sambil memasukan bukunya kedalam tas ranselnya.


"Mas?"


"Iya Zara" jawabnya sambil mendayu.


Adem banget kalau denger Mas Ayyubi ngomong Zara sambil mendayu pelan. Coba di ganti gitu, iya sayang, kan cucok. Hahaha halu banget Zara nih.


"Itu kakinya kenapa?"


Ayyubi mengernyitkan keningnya, "Hah?"


" Kaya luka gitu"


Ayyubi makin bingung, "Engga kok"


" Bisa jalan?"tanya Zara.


" Bisa" Jawab Ayyubi yang langsung berdiri.


" Yuk kapan,hahaha" Zara tergelak, Ayyubi tersenyum sambil mengusap wajahnya.


" Ih modus mulu nih" Shelomita mencubit lengan Zara lalu menggandeng Zara menuju parkiran.


Ayyubi pulang dengan Shelomita sedangkan Zara pulang menggunakan Scoopy kesayangannya.


...***...


Sesampainya di rumah Ayyubi dan Shelomita langsung menuju kamarnya masing. Rumah nampak sepi, sepertinya mama Ganis sedang di taman belakang.


Selesai berganti baju, Ayyubi menuju meja makan, makan siang terlebih dahulu.


"Eh, sudah pulang Kak" tanya Mama Ganis.


"Iya Mah" Ayyubi segera mencium tangan Mamanya.


"Makan dulu, Mita mana?"


" Di kamar Mah"


"Ya udah Mama panggilin Mita dulu yah"


Ayyubi mengangguk, Mama Ganis bergegas ke kamar Shelomita, menyuruhnya makan siang.


Selesai makan Ayyubi mengambil leptopnya, lalu duduk di ruang keluarga. Melanjutkan mengerjakan skripsinya. Shelomita menonton drama korea terbaru.


Filmnya tampak menegangkan karena banyak adegan action di dalamnya.


"Ih, kalau rubahnya kaya gitu Mita juga mau, ganteng banget, tajir melintir lagi" Gumam Shelomita.


Ayyubi sesekali melirik ke arah televisi lalu menggeleng pelan. Heran dengan wanita sekarang kenapa suka sekali dengan drama korea dan menggandrungi oppa korea.


Hari sudah semakin sore. Mita masih fokus menonton Tv dan Ayyubi juga masih fokus mengetik.


" Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam" jawab Shelomita dan Ayyubi serentak.


"Papah."Ayyubi berlari ke arah papahnya lalu mencium tangannya.


Mas Birru lalu duduk disebelah Shelomita. Rengganis lalu menghampiri Mas Birru, mencium tangannya lalu Mas Birru mencium kening Rengganis. Kemesraan mereka memang tak lekang oleh waktu.


"Asyifa mana Mah?"tanya Mas Birru.


"Ada ekstrakulikuler, katanya pulang magrib"


Mas Birru mengangguk, " Skripsinya sudah sampai Bab berapa Kak?"


"Bab 3 Pah"


"Perlu Papah bantu Kak?"


"Tidak Pah, nanti kalau Ayyubi kesulitan pasti Ayyubi tanya ke papah"


"Oke, good Boy"


Mama Rengganis datang membawa teh manis, kopi latte dan beberapa cemilan.


"Mama tau aja kesukaan Ayyubi." Ayyubi langsung mengambil bolu ketan hitam dan memasukannya kedalam mulutnya.


"Pelan-pelan Kak makannya"


" Habisnya enak Mah"


" Oh ya, ada salam dari kasir cantik Zahra Cake, katanya ini bonus buat anak mama yang ganteng kaya oppa korea " Goda Mama Rengganis.


"Kasir Zahra cake? memangnya kenal Ayyubi?" Tanya Papah Birru.


"Kayanya engga sih Pah, cuma bercandaan aja"


Ayyubi jadi teringat ucapan Zara tentang bolu ketan hitam, Ayyubi melirik Shelomita. Tapi Shelomita masih asyik fokus menatap tv, jangan tanya jika Shelomita sudah menonton drakor, ada gempa bumi saja mungkin gak akan terasa itu bocah.


"Mah, kasirnya rambutnya sebahu, emm sebahu panjang dikit lagi lah, rambutnya lurus, belah tengah, pipinya sedikit cubby, suaranya serak basah, kulitnya putih, ya gak sih Mah?" tanya Ayyubi.


Mama Ganis memberi jempol pada Ayyubi, "Bener banget, eh kok kamu kenal Kak?"


"Eh, sejak kapan anak papah begitu detail ciri-ciri perempuan? papah jadi curiga nih? "Goda Papah Ayyubi.


Muka Ayyubi langsung memerah, ia langsung meneguk kopi latte yang masih panas itu.


Haduh, kok malah jadi salting sih,Batin Ayyubi.


"Kakak kenal ya sama kasir itu?"


"Itu kayanya temen Shelomita deh Bun" ujar Ayyubi.


"Iya bener, itu memang temen Shelomita"


Shelomita yang asyik menonton tangannnya ingin mengambil bolu ketan hitam yang ada di piring, tapi langsung di tepis Ayyubi.


" Jangan yang ini, ini tuh orang ngasih buat aku tau"


Shelomita mendelikkan matanya, "Ya ampun, pelit banget sih"


Shelomita mengambil bolu yang lainnnya.


"Itu dari temen kamu Ta, katanya spesial buat Ayyubi," Ledek Mama Ganis.


Shelomita mengernyitkan dahinya,"Temen aku, siapa Budhe?"


"Zara"


Shelomita langsung terkejut, "Oh ,dari Zara, cie, pantesan gak boleh di makan aku"


"Zara siapa sih Mah?" Papah Birru mulai penasaran.


"Nanti kapan-kapan mama ajak kesini deh, nanti minggu depan kan ada kumpul keluarga sama pengajian, nanti mama pesen kue di dia deh Pah, nanti minta bonusnya, Zara datang ke acara pengajian keluarga aja,"ucap Mama Ganis.


"Dih, Mamah" Ayyubi mulai bingung, kenapa orang tuanya begitu antusias ingin berkenalan dengan Zara.


"Ini mama yang udang lhoo Kak"


"Ah bilang aja Kak Ayybi seneng, jangan jaim deh" Ledek Shelomita.


Ayyubi begitu malu di ledek Shelomita, tapi tak di pungkuri, mungkin karena sudah terbiasa melihat Zara yang suka ngebanyol. Seolah banyolan itu menjadi candu bagi Ayyubi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Readers : Thor ini jangan2 kisahmu, suka ngebanyol makane misua langsung melamarmu dulu.


Fix q jd penasaran gegara ada yg komen bgtu🤭😆, kenapa ya dlu misua baru kenal sbentr langsung nglamar, q jd tanya beneran deh.


Aku: Pah, knpa sih dlu kok ga mau pcrn dlu, malah langsung lamar aja


Tik tok tik tok, jwbnya lama bgt..Asem emang. kaya mikir lama bgt tuh.


Aku: takut ya keduluan, soalnya di hape ku dah kya peternakan buaya?😁 maklum jomblo🤭


Masih diem aja tuh misua, ih ngapa lama banget sih mikirnya.


Aku : aku tau, umur kamu dah tua ya, jadi mnta cpet2 nikah deh, ya? iya kan?


Eh doi malah ketawa, ngrasa kayanya.


Aku : Apa di jidat aku ada tulisan "halalin aku bang" makanya langsung buru-buru ngalamar.


Doi tambah ketawa. Yah malah gak d jawab2.


Aku kesel deh.


eh terus di jawab


Misua: ya karena udah mantep aja.


Ya ampun jawaban apa sih itu, ga ngena banget di hati, q manyun, gak mau jawaban itu😆😆


Misua: Bun, ya karena udah mantep, mantep itu datangnya dari Allah, mantep itu juga salah satu petunjuk kalo kamu tuh tulang rusukku yang 29 tahun ini aku cari, walaupun mantep itu alasan klasik, tapi tanpa mantep gak bakal aku nikahin kamu.


Anjay, sekalinya ngomong banyak malah bikin hati adek kaya kuburan baru, berbunga2 gaes, harum banget tuh rasanya kata2,😆😆😆


Udah ah curhatnya😆


Jangan lupa like, komen dan Vote.


Salam sayang,


Santypuji