
Pagi harinya Zara sudah menatap cermin dengan pandangan takjub. Ya Allah Zara, kenapa nggak pakai jilbab dari dulu aja sih, tuh lihat, cantik peripurna kan, jelmaan bidadari syurga KW super.
Zara belajar tutorial cara menggunakan jilbab pashmina. Kaos panjang dan rok levis panjang sudah melekat di tubuh Zara. Zara memutar tubuhnya di depan cermin, senyum cantik mengembang di wajahnya.
"Unchh cucok meong,"gumamnya. Zara lalu keluar dari kamarnya. Jalan perlahan menuju meja makan.
"Assalamualaikum semuanya," Sapa Zara. Bunda Dian dan Ayah Rama melongo melihat penampilan Zara. Zara menghampiri Ayah Rama lalu memeluknya.
"Ayah, maafin Zara, selama ini Zara bandel" ucap Zara, matanya mulai berkaca-kaca. Zara lalu beralih memeluk Bunda.
"Bunda maafin Zara juga, Zara nggak dengerin Bunda selama ini." Zara mencium pipi Bundanya. Bunda lalu menarik lengan Zara dan berbalik mencium pipi Zara.
"Ya Allah, Terimakasih, akhirnya Zara hijrah,"Ujar Bunda menitikan air mata.
Zara langsung menghapus air mata Bunda Dian.
"Bunda nggak boleh nangis, nanti luntur bedaknya, Bunda lihat Zara, Zara sudah secantik Bunda kan waktu Bunda muda dulu?" Zara mengibas-ngibaskan roknya sambil memutar tubuhnya. Zara tidak mau Bundanya menangis lagi.
"Kamu cantik, bahkan lebih cantik dari Bunda dulu,"puji Ayah Rama sambil melirik Bunda. Bunda mencubit lengan Ayah Rama dengan mesra.
"Eh, cantiknya udah Bunda titiskan untuk Zara Yah, makanya sekarang udah memudar nih,"ucap Bunda terkekeh.
Rumi turun dari kursi, lalu memeluk Zara.
"Kakak cantik, Rumi suka." Rumi mencium pipi Zara.
Zara mengangkat tubuh Rumi, diletakan di pangkuannya. Zara mencium balik pipi Rumi.
"Rumi juga ganteng, lebih ganteng dari Mas Renal sama Ayah Rama." Zara melirik ke arah Mas Renal juga Ayah Rama.
Tapi cius deh. Rumi itu paling ganteng, haduh masih kecil aja udah keliatan gantengnya, nggak kebayang nanti gedenya. Mirip oppa Kim Bum kayanya😆. Walaupun sisa-sisa adonan dari proses pembuatan Zara dan Mas Renal, tapi entahlah, kenapa bisa ganteng banget, kayaknya Bunda sama Ayah ngadonnya sambil dzikir terus nih, makanya Rumi bisa ganteng banget.🤭
"Mau Kakak suapi?" tanya Zara.
Rumi menggeleng, "Kata Bunda, Rumi sudah besar, nggak boleh disuapin, harus makan sendiri, kecuali kalau lagi sakit"
Zara tersenyum, lalu menurunkan Rumi dari pangkuannya. Rumi kembali duduk di kursinya. Mereka semua sarapan dengan penuh kebahagiaan pagi ini.
Zara berangkat ke kampus bersama Ayah Rama. Di dalam mobil Ayah Rama menanyakan perihal Zara berjilbab. Kenapa Zara ujug-ujug berjilbab. Padahal selama ini seluruh nasehat Ayah dan Bunda nya seperti tertelan bumi😆.
"Laki-laki hidup di bumi ini ternyata tak seberuntung yang Zara pikirkan. Perlu diketahui, bahwa tugas, tanggung jawab, dan kewajiban seorang laki-laki sangatlah besar terhadap perempuan. Tanggung jawab tersebut adalah bagaimana seorang laki-laki mampu memberikan keselamatan, mengingatkan, menasehati, mendidik, membimbing, merawat, menjaga, dan kebaikan kepada perempuan. 4 perempuan yang kelak akan Ayah pertanggung jawabkan. Zara sayang banget sama Ayah, Zara nggak mau memberatkan Ayah lagi, Maafin Zara semalam ini ya Yah." Zara menatap Ayahnya sambil berkaca-kaca.
Ayah mendengarkan alasan Zara dengan seksama, Ayah lalu tersenyum, mengelus kepala Zara.
"Zara, minta maaflah pada Allah, Allah maha pengasih lagi maha pengampun. Nabi, Rasul, para sahabat, orang alim serta para ulama pendahulu kita mempunyai kebiasaan untuk senantiasa meminta hidayah,"ucap Ayah Rama.
"Walaupun kita harus mengakui bahwa mereka pastilah sangat berhati-hati dalam segala hal, amalannya tidak perlu diragukan lagi, hidupnya bertabur iman. Namun mereka tidak malu dan tidak pernah berhenti untuk senantiasa meminta diberikan petunjuk. Karena mereka sadar bahwa Allah Maha Membolak balikan hati, karena dengan kezuhudan mereka sadar bahwa tidk ada yang menggaransi dan menjamin bahwa mereka akan meninggal dalam keadan iman kecuali Allah. Masyaa Allah. Lalu bagaimana dengan kita ? Yang imannya saja masih pas-pasan, beramal kadang masih sering malas-malasan, tapi pinginnya hidup lurus dan nyaman. Kita apa pernah menjamin, bahwa kita akan meninggal dalam keadaan husnul khatimah? Bukankah Allah sudah menunjukkan lembaran-lembaran kehidupan sejarah? Banyak orang yang diawal hidupnya bertabur iman, tetapi mereka matinya murtad," sambung Ayah Rama.
Nasehat Ayah Rama benar-benar menusuk relung hati Zara yang paling dalam, Zara terisak. Zara merasa selama 20 tahun ini terus saja ngeyel tidak mau menutup aurat. Belum kesalahan yang lain, bertumpuk sudah dosanya.
"Menangislah nanti dihadapan Allah Kak, sudah ... sudah nangisnya, tuh kan jadi kaya lenong, bedaknya luntur tuh"
Zara langsung menyeka air matanya. Zara mengambil kaca di tasnya.
" Mana ada luntur Ayah, kan Zara cuma pake bedak bayi"
"Lah, kamu kenapa percaya?"ucap Ayah sambil terkekeh.
Ayah Rama dan Zara akhirnya sampai kampus. Zara turun terlebih dahulu. Berpamitan ke Ayah Rama lalu langsung masuk kelas. Di sepanjang perjalanan berpasang-pasang mata memperhatikan penampilan Zara. Zara ya tetap Zara, dengan rasa percaya dirinya, Zara malah melambaikan tangan pada mahasiswa mahasiswi yang memperhatikannya. Dih berasa selebriti 😆😆.
Zara masuk kedalam kelas. Di kelas semua teman-temannya juga melongo melihat penampilan baru Zara.
"Eh, gimana, aku tambah cantik kan?"tanyanya sambil terkekeh. Shelomita yang sudah datang terlebih dahulu langsung memeluk Zara.
" MasyaAllah, kamu kok cantik membahana gini Za, demen ih,"Shelomita mencium pipi Zara.
Shelomita langsung mendelik lalu menonyor kepala Zara, " Heh Maemunah, aku juga masih normal, sembarangan"
Zara tergelak, " Cantik kan?" Zara memegangi kepalanya.
"Banget, Mirip bunda Dian"
"Dih, aku kira mirip Song hye kyo"
"Pret,"Celetuk Shelomita.
Mereka lalu segera duduk di kursinya masing-masing karena Pak Dosen Rama sudah datang. Yah hari ini jadwal mengajar Ayah Rama.
Disela-sela pelajaran Ayah Rama, Zara izin ke toilet, tiba-tiba kebelet fifis.
Di depan toilet suasana begitu ramai, Zara melihat ada seorang perempuan cukup sexsoy, dadanya montok, hampir meledug dari sarangnya. Ajib deh itu, alien dari mana sih itu bisa sampai masuk di kampus ini.
"Dafa, aku nggak mau di putusin sama kamu." wanita itu menggelayut manja di lengan Dafa. Zara melihat disana juga ada Mas Ayyubi dan teman-temannya yang lain.
"Kita sudah putus lama Salsa, aku sedang berusaha move on." Terlihat Dafa yang berusaha melepaskan diri dari gelayutan manja si wanita sexsoy itu. Tapi wanita itu semakin menempel bak cicak-cicak di dinding.
Zara malah sibuk memperhatikan adegan nyleneh itu, lupa kalau sudah kebelet fifis😁. Zara berjalan mendekat kearah toilet. Terlihat Wanita itu malah memaksa ingin memeluk Dafa, sambil menempel-nempelkan dada sintalnya. Zara jadi geram juga. Zara melangkah kearah Dafa dan mantan pacarnya itu.
Zara mencolek wanita itu, " Mbak...mbak, tahu bulat yang digoreng dadakan aja lima ratusan lhoo, mbaknya itu punya yang bulat nan nikmat malah gratisan gitu, sengaja di tempel-tempelin,"ucap Zara. Setelah itu Zara langsung ngeloyor masuk kedalam toilet. Bahkan Dafa dan Ayyubi juga masih tidak sadar bahwa yang berbicara tadi adalah Zara.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
( Akhirnya bisa up🤭 baru pulang jadi pager kebon nih di nikahan anake pak kepsek, lumayan lelah, tapi demi cintaku padamu, aku nulis, mengobati rindu Zara Ayyubi)
Jangan lupa like, komen dan Vote.
Salam sayang,
Santypuji