
"Ya masa mau nanya ke Zara sih Mas, Zara aja gagal, jangan ngikutin produk gagal lah"
Mas Renal tersenyum mengejek. Hih Zara jadi pengen nguwes-nguwes Mas Renal kalau lagi senyum ngejek gitu. Mas Renal mengacak rambut Zara.
"Kasihan, cantik-cantik di tolak." Mas Renal terkekeh.
"Ih aku belum ditolak, nembak aja belum, Mas Renal ih ngledeknya nggak pake diskon, tega." Zara mengerucutkan bibirnya.
"Kita ke Mall aja yuk Ra, mumpung masih sore, Mas habis gajian, nanti Mas traktir deh, dari pada galau," Ajak Mas Renal, ia lalu bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju kamarnya ingin berganti baju lagi.
"Ih belum juga di jawab, udah ngeloyor aja." Zara pun mau tidak mau akhirnya ke kamar juga untuk berganti baju.
Kini Mas Renal dan Zara sudah rapi, mereka berdua bersiap-siap pamitan ke Bunda dan Ayah terlebih dahulu. Setelah mendapat izin mereka langsung bergegas ke mall terdekat.
"Mas"
"Hemm"
"Mas aku mau berhijab." Zara melirik Mas Renal, begitupun Mas Renal. Nampak di raut wajah Mas Renal berseri-seri.
"Serius Ra?"
Zara mengangguk,
" Bukan karena Ayyubi kan Ra?"
Zara menggeleng, "Justru aku udah nggak mau kejar dia lagi Mas, seperti yang Mas bilang, jika sudah di takdirkan mendekat, nanti juga akan mendekat sendiri"
"Ih, adek Mas pinter banget sih, pasti karena punya Kakak pinter,"ucao Mas Renal jumawa.
Zara memutar kedua bola matanya. Mas Renal terkekeh, Mas Renal menyalakan radio di mobilnya.
🎵🎵🎵
Aku t'lah tau kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu?
Aku t'lah tau hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Senyuman itu hanyalah menunda
Luka yang tak pernah kuduga
Dan bila akhirnya kau harus dengannya
Mengapa kau dekati aku?
Kau membuat semuanya indah
Seolah takkan terpisah
Aku t'lah tau kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu?
Aku t'lah tau hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Bila memang hatimu untuk aku
Salahkah ku berharap
Berharap kau memilih diriku, cinta?
Tapi mengapa kita selalu bertemu?
Aku…
Zara melirik Mas Renal, " Dih lagunya, nyindir aku banget, asem"
Mas Renal tergelak, " Untuk apa mencintai dia yang tidak mencintaimu, mending cintai ususmu, minum yakult tiap hari,"Ledek Mas Renal.
Zara geram sekali, Mas Renal benar-benar puas meledeknya sedari tadi. Kakak Nggak ada akhlak emang. Untung ganteng, baik nan soleh, coba kalau nggak, udah Zara lempar ke tempat cabe-cabean.
...***...
Sesampainya di Mall, Mas Renal langsung mengajak Zara ke toko baju muslim. Zara memiliki banyak baju panjang, tapi tidak punya jilbab apalagi rok, jeans semuanya ketat. Kata Mas Renal, Mas Renal rela membelikan Zara beberapa rok, bahkan rela menghabiskan gajinya untuk membeli keperluan Zara hijrah, asal Zara istiqomah. Tuh kan, Mas Renal memang baik hati, tidak sombong, idola janda dan perawan pokoknya mah🤭.
Zara memilih beberapa rok dan beberapa jilbab segi empat dan jilbab pasmina, kalau jilbab langsungan Bunda pasti punya banyak, Zara tinggal pinjam saja di Bunda.
Setelah selesai belanja, Zara dan Mas Renal jalan-jalan lagi mencari minuman.
"Dokter Renal," Panggil seorang wanita sexy yang tergopoh-gopoh menghampiri Mas Renal, lalu langsung menggelayut manja di lengan Mas Renal.
" Ih, jodoh emang kita Mas"
Jodoh Mbahmu, Batin Mas Renal.
"Lisa ... Eh, jangan begini, nanti pacar aku marah nih." Mas Renal berusaha melepaskan tangan Lisa yang tengah menggelayut manja di lengannya.
Lisa langsung terpaku, lalu menatap Zara yang ada di sebelah Renal.
" Kamu bercanda kan Dok?" Lisa merasa tidak percaya dengan ucapan Renal.
Zara melirik ke arah Mas Renal, Mas Renal mengedipkan matanya. Ini mah kode sandiwara nih.
"Nggak lah, masa bercanda, ni buktinya aku habis belanjain pacarku"
Zara lalu menggelendot manja pada Mas Renal.
"Iya ini pacar saya Mbak, Mbak nya yang sopan dong jangan main menclok di pacar orang, udah kaya cicak aja menclak menclok sesuka hati"
Lisa menatap Zara dengan pandangan sinis, "Dok, aku nggak nyangka kamu fedofil, seleranya ABG begini"
Eits, ABG enak saja. Zara sudah punya KTP lhoo. Tapi biar lah, berarti Zara dipandang awet muda dong.
" Eh mbak, ABG begini juga bisa bunting lhoo kalau kewong, jangan sembarangan"
Mas Renal menyentil kening Zara. Zara langsung memegangi keningnya sambil mencebikkan bibirnya.
Setelah aman, Mas Renal melepaskan genggaman tangannya.
" Mas itu siapa sih?"tanya Zara penasaran.
"Itu buaya betina"jawab Mas Renal serius.
"Hah?" Zara tergelak.
Zara kira buaya hanya sebutan untuk laki-laki, ternyata ada juga lhoo buaya betina versinya Mas Renal.
"Kamu mau tau nggak Ra, kenapa Mas menjulukinya buaya betina?"
"Iya, Zara aja penasaran, kenapa coba?"
"Suara buaya betina tuh gini Ra, ngga tau kenapa aku tuh kalau sama kamu tuh nyaman banget, aku tuh sama pacar aku ribut mulu, makanya aku senengnya deket sama kamu karena aku tuh merasa di ayomi gitu"
Zara tergelak.
"Padahal dia sudah punya pacar iya, gebetan juga iya, doi juga, yang di deketin banyak juga, Mas risih banget." Sambung Mas Renal.
" Ih, yang laris mah laris begitu ya Mas, kita jomblo wae"ucap Zara.
"Kita kan jomblo bukan karena nggak laku Ra, tapi kita tuh nggak suka mengobral cinta sana sini aja"
"Aku suka mengobral cinta sama Ayyubi, udah di obral juga tetep nggak laku Mas,"ucap Zara terkekeh tapi sebenarnya hatinya cukup miris.
"Sudah sudah, mau ke gramedia kan tadi, beli buku referensi buat kuliah?"Tanya Mas Renal.
Zara mengangguk,
" Kamu sendiri aja yah pilih bukunya, Mas laper Ra, laper lagi, nanti Mas WhatsApp Mas di tempat makan mana, Mas juga mau cari dulu soalnya"
"Okeh, tapi mana uangnya sini buat beli buku"
Mas Renal mengeluarkan beberapa lembar uang, lalu diberikan pada Zara. Mas Renal lalu berjalan sendiri mencari tempat makan.
Mas Renal berhenti disalah satu kedai bakso.
Enak nih kayaknya makan bakso yang pedes, seger.
KEDAI BAKSO JOMBLO.
Mas Renal mengernyitkan dahinya.
Kenapa mesti namanya begitu. Mentang-mentang aku jomblo.
Mas Renal memasuki kedai bakso jomblo tersebut. Mas Renal langsung di sambung dengan ramah oleh salah satu pegawai disana.
" Masih single ya Mas?" tanya pegawai itu.
Mas Renal mengangguk. Pengalaman pertama makan di tempat makan yang di tanya masih single kan Mas. Hadeh, berasa gimana gitu setua ini masih single.
Pegawai itu mempersilahkan Mas Renal di tempat duduk yang sudah ditentukan. Mas Renal nampak aneh karena ada tirai putih yang menjadi penghalang di tengah-tengah mejanya.
"Pesan apa Mas?"
"Bakso 1 porsi sama jus jeruk ya Mbak"
"Oke." Pegawai itu mencatat pesanan Mas Renal. Setelah itu menyuruh Mas Renal untuk menunggu.
Sekitar 10 menit Mas Renal menunggu, akhirnya bakso yang ia pesan di suguhkan juga.
"Kalau mau minta sambel tekan tombol ini ya Mas."Pegawai itu memberi perintah aneh pada Mas Renal.
Mas Renal jelas ingin sambel, ia ingin makan bakso yang super pedas. Mas Renal pun memencet tombol yang telah dikatakan pegawai itu.
Eh tapi malah tirai di depan Mas Renal terbuka. Mas Renal terkejut, apalagi di depannya ada seorang wanita berhijab. Wanita itu juga terkejut karena tirainya terbuka. Karena wanita itu memencet tombol yang ada didepannya juga. Ternyata sambel ada di meja wanita itu, dan Saos ada di meja Mas Renal.
Mereka berdua saling terkejut, "Mas Renal?"
"Lhoo, Shelomita?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(Kok emak perhatikan dunia pernovelan lagi sepi amat pembaca😆😆apa karena lagi musim hujan ya,pada sibuk kelon gitu😁😁🤭)
Jangan lupa like, komen dan Vote.
Salam sayang,
Santypuji