
Malam harinya ....
Max, masuk ke dalam kamar Siena. Ada hal yang ingin ia bicarakan kepada kakaknya itu, Max harap ... kakaknya mau mendengarkannya.
"Ada apa, Max?" tanya Siena.
"Kak, aku besok harus kembali ke Kerajaan Zhufen, aku tidak ingin membuat Ibu Permaisuri khawatir kepadaku." seketika ... senyuman Siena memudar.
Baru saja dirinya senang bisa bersatu dengan adiknya itu. Tapi, kenapa lagi-lagi adiknya ingin kembali ke Kerajaannya. Siena takut terpisah lagi dari adiknya. Tapi, dirinya tidak ingin egois, karna Max sekarang menjadi seorang Pangeran, dan Max juga pasti memilki kesibukan sendiri.
"Kak, aku akan mengajakmu ikut bersamaku," ucap Max dengan semangat.
"Tapi, Kakak tidak bisa untuk tinggal terlalu lama di sana, karna Kakak punya tanggung jawab di sini." Max sebenarnya tidak ingin meninggalkan kakaknya itu.
Jarak antara Kerajaan Harumsy, dengan Kerajaan Zhufen, lumayan cukup jauh. Butuh 2 hari untuk pergi ke Kerajaan Zhufen, itupun jika perjalanan berjalan dengan lancar. Biasanya perjalanan menuju kerajaan Zhufen, ada segerombolan penjahat, yang memalak uang, dan harta berharga lainnya.
"Tidak apa-apa, Kak. Aku akan selalu mengunjungimu kemari, dan meminta izin kepada Ibu Permaisuri untuk tinggal lebih lama di sini."
"Terimakasih, Max." Siena pun langsung memeluk Max, sejenak dirinya terpikir pembicaraannya dengan Pangeran Yu Ting tadi. "Oh iya, Max! Tadi, Pangeran Yu Ting mengajak Kakak, untuk melihat tempat yang indah di wilayahnya. Bagaimana ... jika, kita ikut Pangeran Yu Ting dulu, selepas itu kita langsung pulang ke Kerajaanmu."
"Ide bagus, Kak."
...***...
Keesokan harinya ....
Siena dan Max sudah siap untuk pergi bersama Pangeran Yu Ting. Namun, tiba-tiba seorang pria datang menghampiri Max, dan memberi hormat padanya.
"Ya Mulia, Pangeran Yu Ting sudah menunggu anda dan Nona Siena," ucap pengawal tersebut.
"Baik, aku akan segera ke sana, Kak! Kamu naik kereta kudaku saja," ajak Max, Siena mengangguk.
Sebelum Siena pergi, dirinya meminta kepada Kaili, Falresia, dan ibu Rong. Untuk menjaga toko, Siena merasa jika dirinya hanya merepotkan mereka saja.
"Kaili ... aku percayakan tokoku kepadamu, maafkan aku yang lagi-lagi harus meninggalkan kalian. Sepulang dari sana, aku akan membawakan sesuatu untuk kalian," ucap Siena.
"Pasti saya akan menjaga toko Nona, kami di sini selalu mendoakan Nona, agar pulang dengan selamat," ucap Kaili.
"Kak Falresia, Kaili, Ibu Rong, dan Chio. Siena berangkat, dah ...." Siena berlari menuju kereta kuda, sembari melambaikan tangan kepada mereka berempat.
Akhirnya Siena, Max dan Pangeran Yu Ting berangkat menuju tempat yang dituju, selama diperjalanan ... ada banyak sekali tanaman yang sangat cantik, hingga membuat Siena senang melihatnya. Pemandangannya juga sangatlah indah, berbeda dengan masa depan ... yang pemandangannya adalah gedung pencakar langit.
"Kak, Kakak membawa biola? Apa itu ... biola yang Ibu beri?" tanya Max, yang diangguki oleh Siena.
"Iya, ini biola yang Ibu beri. Bukannya, kamu juga diberi Ibu gitar, ya?" kini giliran Siena yang bertanya kepada Max.
"Iya, gitarnya aku tinggal di Istana," jawab Max.
"Wah! Bagus! Sampai sana aku ingin memainkan gitarmu."
"Dasar," ucap Siena, sementara Max memasang wajah datarnya.
3 jam kemudian ....
"Wow! Ini sungguh luar biasa, Pangeran Yu Ting, terimakasih sudah membawaku kemari," ucap Siena dengan sangat senang.
"Sama-sama Siena, aku senang melihatmu bahagia seperti ini," jawab Pangeran Yu Ting, yang mendapat senyuman dan anggukan dari Siena.
"Max! Kamu mau request lagu apa?" tanya Siena, Max pun sedang berpikir untuk memilih lagu.
Request? Apa itu? Pikir Pangeran Yu Ting.
"Naomi Scott - Speechless, Kak!" jawab Max.
Lagi-lagi Pangeran Yu Ting dibuat bingung oleh keduanya, dirinya tidak tahu ... bahasa apa yang dua makhluk itu gunakan.
Akhirnya Siena mulai menggesekkan senarnya itu, dan melodi indah mulai berterbangan ... mengelilingi mereka, Pangeran Yu Ting yang mendengar itu, tidak bisa berkedip, dirinya seakan terhipnotis oleh permainan Siena. Baginya ... Siena, adalah wanita luar biasa, dirinya baru pertama kali bertemu wanita sehebat, dan secantik Siena. Beruntung bagi Pangeran Yu Ting, bisa membuat Siena senang.
Setelah puas menikmati pemandangan di sana, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke Kerajaan mereka masing-masing. Namun, saat perjalanan pulang ... mereka dihalang oleh 3 orang.
Siena, Max, dan Pangeran Yu Ting, memutuskan untuk turun dari kereta mereka. Siena juga membawa biolanya, dirinya takut jika biola peninggalan ibunya hilang. Sementara itu, pengawal mereka langsung menghajar sekomplotan penjahat itu.
"Max, mari manfaatkan Karate kita," ucap Siena, diangguki oleh Max.
Mereka berdua hendak membantu pengawal mereka untuk melawan penjahat itu. Tapi, tangan Siena dicekal oleh Pangeran Yu Ting.
"Kamu di sini saja, biar aku yang melawan mereka," ucap Pangeran Yu Ting.
"Tidak perlu, aku juga bisa melawan mereka, bagaimana jika kita berbagi penjahat saja, kamu yang menggunakan pakaian hitam, sementara aku yang memakai pakaian coklat." Pangeran Yu Ting setuju mendengar ucapan Siena.
Mereka bertiga pun melawan para penjahat itu. Tapi, pejahat yang Siena urus berlari ke dalam hutan. Siena pun mengejar penjahat itu, dan akhirnya ia kembali melawan pejahat tersebut.
"Kenapa kamu berbuat jahat!" tanya Siena.
"Bukan urusanmu," jawab penjahat tersebut. Tapi, di sana Siena lengah dan penjahat tersebut berhasil kabur dari Siena.
Saat Siena hendak berlari mengejar penjahat itu, justru dirinya masuk ke dalan sebuah lubang, yang cukup lebar.
"Aaaaaaa, akh!" teriak Siena, sembari memeluk biolanya, kemudian dirinya mendarat di atas tanah.
Tempat apa ini? Kenapa tempat ini sangat indah? pikir Siena.
"Kenapa di bawah tanah ada tempat seindah ini?" ucapnya pada diri sendiri, ini baru pertama kalinya ia melihat tempat yang sangat indah di bawah tanah.
Hamparan rumput yang luas dan subur, dirinya mengikuti cahaya yang ada di hadapannya itu. Bisa disimpulkan sedang berada di dalam sebuah gua, sementara itu. Siena melihat tempat yang tadi Siena masuk ke dalam gua ini—tertutup oleh bebatuan yang besar. Jalan satu-satunya adalah mengikuti cahaya itu,
Saat Siena keluar dari gue tersebut, ia melihat sebuah pemandangan yang luar biasa, tempat ini sangatlah indah jika dibandingkan dengan tempat yang Pangeran Yu Ting tujukan tadi.
Tiba-tiba Siena mendengar seseorang yang sedang memainkan kecapi dengan sangat indah, Siena pun mencoba untuk mencari sumber suara itu. Dan pada akhirnya ia melihat seorang pria sedang bermain kecapi di Paviliun yang berada tidak jauh darinya.
Di sana pria tersebut menyadari kedatangan seseorang, dan memasang sebuah senyuman di bibirnya.
Akhirnya, kita bertemu kembali, batin pria tersebut.
Tbc