
Mereka masih belum mandi karena dingin, mungkin siang nanti mereka akan mandi sebelum pergi ke taman hiburan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sana. Saat ini Jesslyn dan Loly sedang memasak makanan yang sederhana, telur ceplok, sosis goreng dan nasi goreng sederhana. Meskipun begitu, aroma masakan Jesslyn tercium di sana hingga membuat beberapa orang penasaran dengan apa yang di lakukan Jesslyn.
"Kau membuat ku selalu merasa waspada Jessy..." Ucap Jamie yang melihat banyak laki-laki yang terus mengagumi sosok Jesslyn.
"Aku pun sama." Balas Jesslyn dengan singkat.
"Ini minum." Jesslyn memberikan dua kopi pada Jamie dan Nicky yang langsung menerimanya.
"Aku tidak menyangka kau bisa memasak." Ucap Nicky pada Loly.
"Aku tidak bisa masak seperti Jesslyn yang sangat mahir dan ahli, aku baru belajar beberapa bulan saja kepadanya." Balas Loly dengan tersenyum kecil pada Nicky.
"Itu bagus, kau selalu ada kemajuan." Ucap Jesslyn dengan bangga.
"Terimakasih." Senyum Loly.
Setelah beberapa saat lamanya, Jesslyn menatap ke arah sekeliling dan melihat seorang pedagang yang membawa dagangannya dengan di pikul. Mereka terlihat tidak asing dan....
"Loly, bukankah mereka itu orang-orang yang kita temui di kedai sate tempo lalu ya?" Tanya Jesslyn.
"Ah kau benar, mereka seorang pedagang? aku kira mereka seorang bodyguard karena sebelumnya pakaian yang mereka kenakan terlihat mahal dan keren." Ucap Loly dengan mengangguk.
"Hmm..." Angguk Jesslyn yang saling bertatapan dengan orang-orang yang terlihat kalang kabut, mereka segera pergi dengan membawa dagangan nya.
"...." Nicky melirik Jamie yang terlihat biasa saja, sepertinya kedatangan mereka kesana karena ada sesuatu yang penting.
"Aku sudah selesai, makanannya enak. Aku akan pergi sebentar...." Ucap Jamie dengan mengecup kening Jesslyn.
"Jangan lama-lama." Ucap Jesslyn.
"Aku tahu."
Jamie memberikan kode pada Nicky untuk menjaga Jesslyn, Nicky hanya mengangguk paham dan kembali makan. Untuk Jamie, dia mencari tempat yang sepi sebelum akhirnya menghampiri mereka yang terlihat menundukkan kepalanya, Jamie menatap mereka satu-persatu.
"Ada apa?" tanya Jamie.
"Bos, keluarga bos sudah tiba di mansion. Mereka semua datang berkunjung karena ada sesuatu yang ingin mereka sampaikan mengenai..... Nona Sabrina." Ucapnya dengan memperlihatkan sekumpulan orang yang ada di kediamannya.
"Baiklah, saya sudah mengatakan hal ini pada nyonya Lita bahwa kami pergi berlibur. Mungkin akan kembali besok..." Ucap Jamie dengan serius.
"Baik bos, kalau begitu kami permisi..."
"Kalian jangan terlalu menonjol dihadapan Jessy! dia sudah mengenali kalian...."
"Maafkan kami bos.."
••••
Siang ini, mereka pergi dari tempat tersebut karena akan pergi ke taman hiburan yang ada di pusat kota, karena hari ini bukan hari libur maka keadaan di sana tidak terlalu ramai sehingga Jamie bisa bernafas lega, tidak ada yang tahu selain Nicky bahwa di sekeliling mereka terdapat banyak sekali anak buah Jamie yang menyamar, entah itu menjadi pengunjung ataupun menjadi pedagang.
"Aku mau naik biang Lala, kau mau naik?" Tanya Jesslyn pada Jamie yang hanya mengangguk.
"Kita naik berdua saja, tidak apa-apa kan?" Tanya Jamie pada Loly yang menjadi kikuk itu, dia juga ingin naik tapi bagaimana memintanya pada Nicky?
"Oh tidak apa-apa..." Senyum Loly.
Jesslyn menatap Nicky sebelum akhirnya pergi dengan Jamie, Nicky melirik Loly yang terus menatap kepergian Jesslyn dan Jamie yang sedang naik biang Lala.
"Kau mau naik?" Tanya Nicky.
"Ahh iya.." Angguk Loly dengan pelan.
Ajak Nicky yang membuat senyum di wajah Loly muncul, mereka segera membeli tiket dan ikut mengantri untuk naik ke sana.
Jamie terus menatap Jesslyn yang terlihat sumringah saat biang Lala itu sudah mulai naik, Jamie melihat ke sekeliling yang memang terlihat indah.
"Jamie, ini indah sekali...." Girang Jesslyn dengan mengeluarkan ponselnya dan mengambil beberapa gambar untuk dia posting di akun pribadinya.
"Ya, tapi kau jauh lebih indah." Jujur Jamie dengan menatap Jesslyn yang hanya mencibir.
"Ayo foto..." Ajak Jesslyn dengan tersenyum.
"Hmm.." Angguk Jamie.
Jesslyn mendekatkan wajahnya ke wajah Jamie agar bisa berfoto, mereka tidak bisa leluasa gerak karena takut tidak seimbang. Jamie ikut menempelkan wajahnya di pipi Jesslyn dan tersenyum kearah kamera, padahal sebelumnya Jamie tidak pernah melakukan foto seperti ini dan ini pertama kalinya untuk dia.
"Sekali lagi..." Ucap Jesslyn dengan menatap Jamie yang ikut menatapnya, Jamie tersenyum dan menempelkan bibirnya pada bibir Jesslyn yang hanya tersenyum dan segera memotretnya.
"Ini lucu sekali..." Senang Jesslyn dengan terus cekikikan.
"Lagi ya..." Tawar Jesslyn yang hanya di balas anggukan oleh Jamie.
Kali ini Jesslyn memberanikan diri untuk mengecup pipi Jamie, sesekali mereka melakukan pose lucu, ada juga yang terlihat datar, tegang, takut dan romantis.
"Terimakasih, apakah tidak apa-apa jika aku memosting nya?" Tanya Jesslyn dengan penuh harap.
"Lakukan apapun yang membuat mu senang darling..." Ucap Jamie dengan lembut.
"Terimakasih..." Ucap Jesslyn.
"Kemari kan tanganmu..." Ucap Jamie.
"Untuk apa?" Tanya Jesslyn dengan mengulurkan tangannya, Jamie tidak menjawab dia hanya memegang tangan Jesslyn dan memotretnya, sebelum akhirnya Jesslyn sadar bahwa Jamie tengah memotret cincin yang terpasang di jarinya.
"Sudah." Ucap Jamie dengan tersenyum.
"Hmm.." Jesslyn mulai mengutak-atik ponselnya, Jesslyn memikirkan caption yang pas untuk itu dan akhirnya dia hanya memberikan emoticon love berwarna merah dan menandai akun Jamie.
"Lihatlah..." Ucap Jesslyn dengan memperlihatkan ponselnya.
"Seharusnya kau memberikan caption, suamiku." Ucap Jamie yang justru membuat Jesslyn tertawa kecil.
Jamie tersenyum melihat wajah cantik Jesslyn yang terlihat bahagia itu, Jamie juga memposting fotonya dengan Jesslyn yang sedang berciuman dan Jesslyn yang sedang mencium pipinya, dan terakhir foto tangan Jesslyn yang terdapat sebuah cincin berlian.
"Terimakasih." Ucap Jamie dengan mengecup tangan Jesslyn.
"Aku yang seharusnya berterimakasih padamu.." Senyum Jesslyn.
•••••
Loly yang sedang memegang ponselnya di buat iri dengan postingan Jesslyn yang terlihat romantis dengan laki-laki yang disukai nya, Nicky melihat hal itu dan hanya diam karena dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, dia selalu merasa canggung jika berduaan dengan wanita.
DUGHHHHH...
"Akhhhhhhhhhh...." Loly yang sedang bengong jatuh kedepan dan menghantam tubuh Nicky yang langsung menahannya, gerakan biang lala yang nampaknya macet itu membuat gerakan tidak stabil sehingga membuat Loly terjatuh.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Nicky.
"Hmm ya, terimakasih." Ucap Loly dengan malu, saat dia terjatuh tadi Loly tidak sengaja menyentuh selengkangan Nicky dan itu pasti terasa sakit karena di lihat dari ekspresi Nicky yang memerah karena menahan sakit.
Loly pura-pura tidak sadar akan hal itu karena dia sangat malu, begitu pun dengan Nicky yang tidak mau membahasnya karena takut jika Loly semakin canggung padanya.