
Mata Jesslyn dan Loly menatap ke sekeliling tempat yang menjadi tujuan mereka berlibur, terlihat sangat indah dan sejuk. Banyak sekali orang-orang yang mendirikan tenda disana, bahkan tidak jarang ada yang bermesraan secara terang-terangan juga.
"Aku dan Nicky akan mendirikan tenda, kau duduklah di sana." Tunjuk Jamie pada sebuah kursi yang panjang.
"Baik." Angguk Jesslyn dengan membawa Loly untuk duduk disana, suasana yang sejuk membuat Loly sangat menyukainya.
"Jess, bisakah kau tidur dengan tuan Jamie? aku ingin mengejar sekertaris Nicky...." Bisik Loly yang di balas tawa oleh Jesslyn, melihat itu Loly hanya cemberut dan memukuli lengan Jesslyn dengan pelan.
"Aku mengerti, kau lihat saja nanti...." Senyum Jesslyn dengan mengelus rambut Loly yang hanya mengangguk dan kembali menatap sosok Nicky yang memang tampan, apakah selama ini ada sekertaris jelek? ada mungkin, tapi kebanyakan dari mereka memiliki tampang yang oke.
Jamie dan Nicky mendirikan tenda yang terlihat lebih besar dari tenda yang ada di sekitarnya, keduanya saling berhadapan dengan bagian depan yang terdapat karpet yang di lapisi dengan kasur tipis, bahkan di bagian tenda juga terdapat terpal yang menutupi kedua tenda itu agar tidak terkena panas.
Setelah dirasa selesai, Jamie memberikan kode pada Jesslyn untuk segera datang. Dengan mengangguk paham Jesslyn membawa Loly kembali, namun kali ini Jesslyn justru dengan sengaja menyenggol tubuh Loly saat hendak duduk hingga tanpa sengaja Loly jatuh di atas tubuh Nicky yang sedang duduk di tempatnya.
"M-maaf, maaf. Aku tidak sengaja...." Malu Loly, dia melirik Jesslyn yang tengah berbincang dengan Jamie dan bahkan bermanja-manja di sana.
"Tidak apa-apa, silahkan duduk." Ucap Nicky dengan bergeser sedikit.
"Kau sengaja hmm?" Tanya Jamie dengan mencubit hidung Jesslyn yang hanya menunjukkan cengiran nya saja.
"Malam ini, tidurlah denganku. Loly ingin berduaan dengan Nicky..." Bisik Jesslyn.
"Aku memang berniat seperti itu tanpa kau katakan juga.." Lembut Jamie dengan merebahkan kepalanya di paha Jesslyn.
"Ini masih jam 10 pagi, kau mau tidur?" Tanya Jesslyn dengan mengelus rambut Jamie lembut hingga memperlihatkan kening Jamie yang jika rambutnya terangkat maka ketampanan Jamie akan semakin meningkat.
"Lalu? kau mau jalan-jalan?" Tanya Jamie dengan kembali duduk dan menatap Jesslyn yang langsung mengangguk.
"Oke, kita pergi..." Angguk Jamie.
Mereka bangkit dari tempatnya duduk, Loly yang melihat Jesslyn hendak pergi ingin sekali ikut namun langsung di tahan oleh Nicky.
"Tuan ingin berduaan dengan Jesslyn karena...." Nicky membisikkan sesuatu pada Loly yang saat itu juga langsung menutup mulutnya dengan mata yang terbuka sempurna.
"Kau serius?" Tanya Loly dengan memastikan.
"Tentu saja, tuan sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari." Angguk Nicky dengan santai.
"Kalau begitu, apa yang kita lakukan?" Tanya Loly.
"Mau makan mie?" Tawar Nicky.
"Boleh." Angguk Loly dengan tersenyum.
••••
"Wahhh! ini kebun strawberry?" Kaget Jesslyn yang melihat betapa luasnya kebun tersebut, banyak para pengunjung yang datang juga untuk memetiknya secara langsung.
"Iya, apa kau suka?" Tanya Jamie dengan memegang tangan Jesslyn lembut.
"Sangat, ayo..." Ajak Jesslyn dengan sangat antusias.
Terasa manis dan segar yang membuat Jesslyn tersenyum lebar, Jesslyn kembali melakukan hal yang sama hingga membuat Jamie terkekeh, Jamie segera mengambil ponselnya dan memotret Jesslyn secara diam-diam.
"Kau mau? cobalah..." Ucap Jesslyn dengan memberikannya pada Jamie yang langsung menerimanya langsung dari tangan Jesslyn.
"Enak." Angguk Jamie dengan tersenyum.
"Aku tahu, bantu aku memetiknya. Loly dan Nicky pasti mau..." Ucap Jesslyn dengan memasukkannya kedalam keranjang.
"Hati-hati..." Ucap Jamie karena Jesslyn terlihat begitu senang, bukannya melarang tapi banyak sekali bebatuan disana.
Lapangan yang begitu luas ini ternyata membuat mereka menghabiskan waktunya dengan lama, Jamie menyudahi kegiatan Jesslyn yang sudah mendapatkan banyak sekali buah strawberry. Mereka segera membungkusnya dan pergi dari sana, matahari mulai terlihat terik dan tentunya sangat panas. Jamie melepaskan topi nya dan memakaikan nya pada Jesslyn yang terlihat senang, sikap Jamie benar-benar membuat Jesslyn luluh.
Jamie akan melakukan tindakan tanpa ia minta, sepertinya Jamie merupakan tipikal laki-laki yang peka terhadap pasangannya.
"Aku lapar, ayo kita cari makan..." Ajak Jamie dengan menggandeng tangan Jesslyn.
"Aku melihat tempat makan seafood di jalan tadi, kita pergi kesana saja oke? aku yakin, Nicky dan Loly pasti sudah makan." Ajak Jesslyn.
"Baik, aku akan mengikuti mu kemana pun kau pergi..." Angguk Jamie dengan tersenyum dan mengecup pipi Jesslyn dengan santai, banyak orang-orang yang melihat keromantisan mereka yang terlihat seperti sepasang kekasih yang sempurna, keduanya memiliki paras yang membuat siapapun iri ketika melihatnya.
Mereka selalu beranggapan, apakah ada wanita dan laki-laki yang sempurna seperti mereka?
"Aku mau ikan bakar saus tiram! cumi goreng juga, ehh sekalian dengan ayam panggang nya, tapi sepertinya kerang ini lebih enak, ahh tidak tidak... Itu terlalu banyak." Jesslyn terus mengoceh sendiri.
"Kami pesan semua porsi untuk dua orang, pastikan itu semua yang terenak disini." Ucap Jamie dengan memberikan menu makanan itu pada pelayan yang sebelumnya nampak bingung dengan pilihan Jesslyn.
"Baik tuan, silahkan tunggu sebentar..." Ucap mereka dengan menundukkan kepalanya.
"Kau yakin memesan semuanya?" Tanya Jesslyn dengan menatap Jamie.
"Kenapa? kau mau aku membeli tempat ini juga? akan aku lakukan jika kau ingin darling..." Goda Jamie dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Bukan begitu sayang, aku han..."
"Coba kau ulangi?" Tanya Jamie dengan senang, dia tidak salah dengar kan?
"Tidak." Jesslyn memalingkan wajahnya ke arah samping dan tidak mau menatap Jamie yang justru terlihat senang dan gembira.
"Jessy, aku sangat senang mendengarnya..." Ucap Jamie dengan memegang tangan Jesslyn dan mencium nya pelan.
"Jamie, jangan sembarangan bertindak. Ini di tempat umum...." Ucap Jesslyn dengan sedikit malu karena ada anak-anak yang menatap mereka dan bersorak heboh karena melihat tingkah mesra Jamie.
"Tidak apa-apa, biarkan satu dunia tahu bahwa kau milikku Jessy." Lembut Jamie yang lagi-lagi membuat Jesslyn malu, kenapa laki-laki di depannya sangat mudah membuat nya seperti ini?
••••
Loly diam dengan sesekali memperhatikan Nicky yang sedang memakan makanannya, mereka berdua tidak bisa pergi jauh dari tenda karena jika mereka pergi maka tenda tersebut akan kosong. Jadi, mereka hanya memesan makanan dari kedai yang ada di sekitar sana.
"Kenapa? apa ada sesuatu di wajahku?" Tanya Nicky karena merasa jika Loly terus memperhatikannya sejak tadi, bukannya tidak peka tapi Nicky masih belum bisa membalasnya.