
Jesslyn berlari kecil ke luar gedung perusahaan Jamie, di bawah ada seorang wanita yang terus menyebutkan nama Jesslyn. Namun para penjaga langsung membawa nya pergi, padahal yang datang adalah Loly. Sepertinya Loly sudah tahu mengenai surat undangan itu...
"Loly?" Kaget Jesslyn karena tiba-tiba saja Loly langsung memeluknya dengan mata yang sudah memerah, sepertinya sudah menangis.
"Aku mohon, kau harus tetap kuat. Aku masih ada untuk mu, begitu pun dengan kakak. Kau masih memiliki kami berdua, bertahanlah sebentar lagi......" Ucap nya dengan suara yang parau.
"Aku baik-baik saja Loly, aku sudah mengikhlaskan semuanya." Senyum Jesslyn dengan mengusap rambut Loly yang terlihat berantakan itu.
"Tapi..."
"Ayo masuk, aku akan meminta izin pada bos ku untuk pergi ke luar, mumpung masih jam makan siang." Ajak Jesslyn dengan menarik tangan Loly.
Loly hanya menurut, saat mereka hendak masuk satpam itu langsung terdiam saat Jesslyn menatap mereka penuh kekesalan. Bagaimana bisa mereka memperlakukan Loly seperti ini?
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Jamie yang datang dengan Nicky.
Mereka bertemu di dekat resepsionis, Jesslyn yang melihat itu langsung berlari kecil dan menatap Jamie dengan penuh kelembutan.
"Ada apa? jangan bertingkah aneh Jessy!" Ucap Jamie dengan mendorong kening Jesslyn yang langsung berdecak kesal.
"Aku izin keluar sebentar, ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan Loly. Bolehkan?" Tanya Jesslyn dengan penuh harap.
Jamie menatap Loly yang terlihat diam di tempat karena terpesona oleh ketampanannya Jamie, bagaimana bisa Jesslyn langsung mendapatkan jacpot sepertinya?
"Berapa lama?" Tanya Jamie dengan melihat jam tangannya.
"Ehh 30 menit, bukan bukan... 1 jam! iya 1 jam." Balas Jesslyn.
"Sebentar lagi ada rapat di hotel yang ada di salah satu cabang perusahaan ku, kau langsung datang ke sana saja." Jelas Jamie.
"Oh oke...Kalau begitu aku pergi dulu." Pamit nya dengan berbalik pergi, namun segera di hentikan oleh Jamie.
"Kau tidak membawa mobil?" Tanya Jamie pada Loly yang hanya mengangguk.
"Aku juga tidak membawa mobil karena tadi pagi aku berangkat dengan mu dari apartemen, tidak apa aku akan naik taksi. Ayo..." Ajak Jesslyn pada Loly.
"Pakai mobil ku saja." Balas Jamie dengan memberikan kunci mobilnya pada Jesslyn yang langsung tersenyum lebar.
"Aku akan mengembalikannya nanti malam, sekalian aku juga mau bertemu dengan mama Lita. Babay....." Pamit nya.
Semua orang yang mendengar Jesslyn memanggil ibu Jamie dengan panggilan mama di buat shock, mereka yakin jika keduanya memang lah sepasang kekasih.
Bahkan, satpam tadi yang di tatap seperti itu oleh Jesslyn langsung ketakutan.
Di dalam mobil Loly terus memperhatikan Jesslyn yang sudah tahu bahwa sahabat baiknya itu sedang penasaran dengan hubungan nya, hingga akhirnya dia menceritakan semuanya termasuk dengan pekerjaannya juga.
"SETUJU!! Aku setuju dengan apa yang dia katakan! kau bisa memanfaatkan nya untuk datang ke acara pernikahannya, jika kakak ku yang pergi dengan mu itu bukanlah hal yang luar biasa. Jadi, kau datang saja dengan nya oke?" Ucap Loly dengan begitu semangat.
"Entahlah, aku masih tidak percaya pada nya. Dia terlihat konyol!" Jujur Jesslyn.
"Konyol? itu hanya saat bersama mu Jes, oh ayolah!! apa kau tidak lihat tadi? dia menatap ku seperti apa? begitu pun saat menatap yang lain, dia terlihat jauh berbeda dari apa yang kau katakan tadi. Jika orang lain yang mendengar nya mungkin mereka akan mengira jika kau sedang membual!" Ucap Loly dengan serius.
Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt
"Ya halo?"
"Kau di mana? ada kejutan untuk mu, cepatlah kemari."
"Aku masih di jalan, kejutan apa? katakan saja.."
"Tidak bisa di katakan, harus kau sendiri yang melihatnya. Cepatlah kembali jika kau ingin tahu, aku yakin kau akan sangat senang..."
"Jamie! jangan main-main, jika aku berbohong aku akan memukul pantat mu!"
"Kau seperti ibu tiri sekali, kali ini aku benar-benar serius Jes. Aku sudah menunggu di hotel, masih ada setengah jam untuk membicarakan hal penting ini."
"Oke, aku akan segera ke sana setelah mengantarkan Loly pulang."
Jesslyn meletakkan ponselnya di dasbor mobil, dia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di kediaman Loly.
"Kau mau bekerja apa berdiskusi dengan nya?" Tanya Loly dengan keluar dari mobil Jesslyn.
"Bekerja sambil diskusi, aku akan pergi sekarang...." Pamit Jesslyn.
"Hati-hati..."
"Tentu."
Jesslyn melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tidak peduli jika dirinya sudah di klakson oleh beberapa mobil yang lain. Dia begitu karena ingin meluapkan emosi nya, surat undangan yang ia lihat dengan mata kepala nya sendiri. Kenapa dia tidak di undang? apakah takut jika dirinya akan mengacau di sana?
Mobil yang Jesslyn pakai sudah berhenti di depan hotel mewah milik keluarga Jamie, dengan cepat dia segera bergegas dari sana. Langkah nya langsung terhenti saat dia melihat sosok Liam yang sedang duduk bersama Amber di salah satu kursi yang ada di dekat Jamie.
"Tuan, nona Jessy sudah ada." Bisik Nicky pada Jamie yang segera membalikkan tubuhnya, dia melihat Jesslyn yang berdiri di sana.
"Aku akan pergi ke sana, pastikan tidak ada yang melihatnya." Balas Jamie dengan pergi dari sana.
Jamie menghampiri Jesslyn dan segera membawanya ke lantai atas, setelah sampai di sebuah kamar baru lah dia melepaskan cekalannya pada Jesslyn yang nampak masih diam.
"Apa merelakan nya begitu sakit?" Tanya Jamie dengan menatap Jesslyn.
"Sangat sakit." Balas Jesslyn dengan memejamkan matanya dan merebahkan tubuhnya dengan posisi telentang.
"Seharusnya kau ingat, seberapa sering dia membuat mu kecewa, seberapa sering dia membuat mu terluka, seberapa sering dia membuat mu hampir mati dan seberapa sering nya dia menyakiti mu. Ingat semua itu agar rasa yang tersisa untuk nya hilang dan tergantikan dengan rasa balas dendam yang besar! Aku tahu kau bukan wanita yang lemah Jesslyn, aku harap kau tidak terlalu larut dalam kesedihan." Ucap Jamie panjang lebar.
"Jika dia menikah setelah beberapa bulan atau pun tahun, mungkin aku tidak akan merasa sesakit ini. Tapi dia menikah setelah bercerai satu hari dengan ku, apa kau bisa membayangkan nya?" Tanya Jesslyn dengan menatap langit-langit kamarnya.
"Aku tahu, karena itu lah. Seharusnya kau juga jangan mundur, buat dia melihat bahwa kau juga bisa sepertinya yang langsung mendapatkan laki-laki dan bahagia bersama nya."
"Aku... Aku tidak mau memanfaatkan seseorang, karena aku tahu bagaimana rasa nya tidak di anggap." Jelas Jesslyn yang membuat Jamie terdiam.
"Kalau begitu, terimalah aku secara perlahan. Aku akan membuat mu melupakan nya, aku akan menggantikan posisinya di hati mu. Izinkan aku untuk melakukan nya, Jessy...."