Trouble maker to my youth

Trouble maker to my youth
Hukuman



Hari ini merupakan hari di mana Liam dan Amber akan melangsungkan pernikahannya, Jesslyn sendiri masih sibuk dengan Loly yang kini sedang menghabiskan waktu bersama di mall. Mereka berdua terlihat menghabiskan uang dari Jamie yang menyuruh Jesslyn untuk bersiap hari ini karena mereka akan datang ke pesta malam nanti.


"Jes, aku tidak tahu bahwa hubungan mu dan tuan Jamie sudah sejauh itu." Ucap Loly dengan memakan eskrim nya dengan nikmat.


"Apa maksudmu?" Heran Jesslyn dengan ekspresinya yang terlihat aneh.


"Ini.... Aku tahu ini kau, meskipun tidak terlihat jelas wajah mu namun warna rambut mu sama seperti apa yang ada di dalam foto ini." Jelas Loly dengan memperlihatkan sebuah foto yang di unggah oleh akun Jamie, mata Jesslyn terbuka sempurna saat melihat caption yang di tulis Jamie, My Sexy girls dengan emot api? apa-apaan itu!!!


"Dia!!" Geram Jesslyn.


"Sudahlah, tidak perlu malu. Dan lagi, aku melihat dia begitu menyukai mu Jes. Aku senang melihatnya karena kau bertemu dengan laki-laki sepertinya...." Senyum Loly.


".... Aku tidak tahu." Tunduk Jesslyn.


"Aku mengerti, jangan terlalu terburu-buru. Biarkan saja mengalir deras sendirinya, kau berhak bahagia."


"Hmm..." Angguk Jesslyn.


Jesslyn dan Loly menghabiskan waktunya untuk mencari gaun yang akan mereka pakai, namun Jesslyn lupa bahwa dia sudah memiliki gaun yang di berikan oleh Jamie tempo lalu. Hingga akhirnya dia hanya menemani Loly saja, setelah itu mereka pergi ke salon bersama-sama.


••••


Jamie menunggu Jesslyn di balik pintu, ini sudah lebih dari 15 menit dia menunggunya namun Jesslyn masih belum keluar juga padahal sebelumnya Jesslyn mengatakan akan keluar sebentar lagi.


"Jes..."


"Sudah, ayo.." Balas Jesslyn dengan membuka pintu apartemennya, dia tersenyum kecil dan menatap Jamie yang terlihat begitu tampan dan sempurna.


"Ada apa? apa penampilan ku tidak baik?" Heran Jesslyn.


"Ahh tidak, kau sangat cantik." Jujur Jamie dengan tersenyum kecil.


"Aku tahu." Sombong Jesslyn yang justru malah membuat Jamie terkekeh.


Jesslyn terlihat cantik dengan balutan long dress berwarna hitam yang memiliki belahan hingga pahanya, Tali tali di bagian pundak yang melingkar di leher terlihat rumit namun itu justru membuatnya semakin seksi karena di bagian punggung nya terlihat dengan jelas.


Tak lupa, perhiasan yang di pakainya juga terlihat elegan namun mewah. Jika mereka di sandingkan, itu terlihat sangat cocok bahkan sangat serasi sekali.


"Ayo..." Ajak Jesslyn dengan melingkarkan tangannya di lengan Jamie yang langsung tersenyum kecil.


"Hmm.." Angguk nya yang terlihat begitu senang.


Mereka berjalan dengan begitu penuh aura, banyak yang memperhatikan mereka di lobi apartemen itu namun mereka tidak ada yang berani mendekat ataupun menghalangi langkah mereka.


"Terimakasih." Ucap Jesslyn dengan masuk kedalam mobil setelah Jamie membukakan pintu mobilnya.


"Sama-sama." Balas Jamie yang segera masuk kedalam mobil.


Mobil mewah tersebut melaju dengan kecepatan sedang, keduanya terlihat saling diam dan hanya saling lirik sana. Jamie akui, malam ini Jesslyn benar-benar begitu memukau dan itu membuatnya ingin sekali menerkam Jesslyn yang begitu seksi dan mempesona.


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt


"Aku masih di jalan, sebentar lagi sampai."


"Oh baiklah, aku dan kakakku menunggumu kehadiran mu."


"Baik."


Jesslyn mematikan sambungan teleponnya dan menyimpan kembali ponselnya, namun beberapa detik kemudian Jesslyn di buat ingat dengan postingan Jamie. Dengan cepat, Jesslyn mencari akun Jamie yang memang benar tengah memposting fotonya meskipun tidak terlihat sama sekali.


"Jamie! ada yang ingin kau jelaskan padaku mengenai foto ini?!" Tanya Jesslyn dengan ekspresi kesalnya.


"Foto? oh itu, kau baru melihatnya.." Balas Jamie dengan santai.


"Ishh! Jamie!!!" Kesal Jesslyn dengan memukul lengan Jamie hingga membuat laki-laki terkejut dan langsung memberhentikan mobilnya di pinggir jalan, untuk jalan tersebut sangat sepi sehingga tidak membuat mereka celaka.


"Jessy! apa kau tidak lihat jika aku sedang menyetir?" Tanya Jamie yang sedikit menurunkan nada marah nya, hal itu membuat Jesslyn terdiam. Bahkan, di sana marah seperti ini pun Jamie masih berusaha untuk tidak membuatnya takut.


"Maaf..." Tunduk Jesslyn dengan memainkan ponselnya.


"Hhh... Maafkan aku, aku tidak sengaja." Balas Jamie dengan kembali melajukan mobilnya, mereka sama-sama diam hingga sampai di tempat tujuan.


Seperti sebelumnya, Jamie membukakan pintu mobil untuk Jesslyn yang langsung menerima uluran tangannya. Dengan mesra Jesslyn menggandeng lengan Jamie dan mulai memasuki hotel tersebut, semua karyawan hotel yang melihat sosok Jamie dengan Jesslyn terdiam heran.


Pikiran mereka langsung tertuju pada tempo lalu saat Jamie membawa Jesslyn masuk kedalam kamar hotel, sepertinya apa yang mereka duga selama ini memang benar.


"Ramai sekali...." Gumam Jesslyn yang masih dapat di dengar oleh Jamie yang langsung memegang tangan Jesslyn yang berada di lengannya.


"Jika kau merasa tak nyaman, katakan saja." Ucap Jamie dengan tersenyum kecil pada Jesslyn.


"Baik." Angguk Jesslyn.


Mereka masuk kedalam aula yang sudah ramai itu, melihat sosok Jamie yang begitu di hormati di negara itu mereka langsung antusias dan segera menyapanya termasuk pengantin baru itu yang sedikit terkejut dengan keberadaan Jesslyn.


"Tuan Domenic, senang bertemu dengan anda." Ucap salah satu dari mereka dengan tersenyum.


"Tuan, siapa wanita cantik di samping anda ini?" Tanya mereka dengan penasaran dan menatap Jesslyn dari atas hingga bawah.


"Ahh saya Jesslyn..." Balas Jesslyn dengan sedikit menundukkan kepalanya sedikit dan tersenyum kecil.


"Dia calon istriku." Balas Jamie dengan merangkul pinggang Jesslyn dan mengecup puncak kepalanya dengan penuh kelembutan, hal itu membuat semua orang melotot tak percaya. Bahkan, sosok Liam yang mendengar dan melihat itu hanya bisa menatap Jesslyn datar, bagaimana bisa Jesslyn dengan mudah berpindah hati?


"Tuan Domenic, apakah benar wanita murahan ini kekasih anda? sebaiknya anda pikir pikir dulu, terlebih dia sudah menjadi single parents." Ejek Amber yang membuat semua orang yang ada disana langsung menatap Jesslyn dengan tatapan yang, entahlah.


"Dia memang single parents karena sudah di sia-siakan oleh suami anda, saya mengucapkan terimakasih pada tuan Tire. Terimakasih sudah menyia-nyiakannya, tanpa hal itu saya tidak akan bisa mendapatkan wanita sebaik dirinya." Balas Jamie dengan tersenyum menatap Jesslyn yang semula tertunduk kini langsung menatap Jamie, sorot mata Jamie terlihat serius dan meyakinkan.


"A-apa? apa wanita itu yang tempo lalu membuat masalah di perusahaan Tire itu?" Bisik mereka, mereka sangat tahu bagaimana kehidupan istri Liam dulu, mereka tidak percaya bahwa istrinya sangat cantik. Tapi kenapa malah di sia-siakan? di bandingkan dengan Amber, sosok Jesslyn lebih terlihat sempurna.


"Satu lagi, anda sudah menyinggung hati kecilnya. Mulai sekarang, nama anda akan di blacklist dari perusahaan Domenic! Dan..... Sebentar lagi Perusahaan keluarga anda akan saya ambil alih!" Ucap Jamie dengan ekspresi yang datar, dia sangat tahu bagaimana perasaan Jesslyn sekarang. Hal itu membuat Jamie tidak bisa memaafkan sosok Amber yang sudah membuat wanitanya bersedih.


Mereka yang mendengar itu langsung menciut, tindakan Jamie benar-benar serius dan tidak main-main. Semuanya langsung ia buat hancur, tak ada kata maaf yang ia terima. Semuanya harus benar-benar sesuai dengan ucapannya, bahkan yang sebelumnya ingin mengatakan sesuatu tentang Jesslyn, kini langsung mereka kubur dalam-dalam. Siapa yang mau berurusan dengan Jamie?