Trouble maker to my youth

Trouble maker to my youth
Liburan bersama



Jamie tersenyum puas saat anak buahnya melaporkan tentang kejadian tadi, di mana mereka benar-benar kagum pada sosok Jesslyn yang begitu luar biasa itu. Jamie merasa ada kebanggaan tersendiri karena bisa bersanding dengan Jesslyn, untuk Nicky sendiri dia sudah lama memang menyetujui hubungan Jamie dengan Jesslyn karena sikap Jesslyn yang begitu baik dan apa adanya.


"Nicky, segera beri mereka semua bonus karena sudah membantu Jessy!" Ucap Jamie dengan tersenyum lebar.


"Baik tuan."


•••••


Pagi ini, Jesslyn dan Loly nampak antusias dengan membawa barang bawaannya. Mereka terlihat begitu bersemangat hari ini, bahkan mereka bangun lebih awal dari biasanya hanya untuk mempersiapkan semuanya dengan matang.


"Sudah?" Tanya Jesslyn pada Loly yang sedang memakai sepatunya.


"Sudah, ayo..." Ajaknya dengan menggandeng lengan Jesslyn.


Jesslyn dan Loly segera menutup pintu apartemennya sebelum akhirnya pergi dari sana menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan apartemen.


"Jess, kau tahu? kakak ku awalnya tidak mengizinkan aku untuk ikut karena itu terlalu berbahaya untuk kita berdua, tapi aku terus membujuknya dan mengatakan bahwa kau yang memintanya send...iri....." Ucapan Loly langsung terhenti saat dia melihat sosok Jamie dan Nicky yang berdiri di depan mobil dengan pakaian santainya.


"Ada apa?" Heran Jesslyn dengan mengikuti tatapan mata Loly yang mengarah pada Jamie, mata Jesslyn mengeryit heran sebelum akhirnya melotot.


"Kau? bagaimana bisa kau ada disini?" Heran Jesslyn dengan menghampiri mereka.


"Kau pikir aku akan membiarkan mu pergi sendiri setelah kejadian tempo lalu? jangan harap Jessy!" Tegas Jamie dengan tersenyum kecil.


"Tapi..."


"Jesslyn, ayolahhhh.... Ini pertama kalinya tuan membawa ku pergi berlibur." Jujur Nicky dengan ekspresi penuh harap, Jesslyn membenarkan hal tersebut dan sedikit kasihan pada Nicky yang terus bekerja tiada henti.


"Loly..." Ucap Jesslyn dengan melirik Loly yang tengah tersenyum-senyum dengan menatap Nicky, melihat itu Jesslyn langsung paham. Sepertinya Loly menyukai sekertaris Jamie yang memang tampan juga seperti bos nya hahaa, meskipun masih lebih jauh dari Jamie sendiri.


"Ayo berangkat..." Ajak Jesslyn dengan masuk kedalam mobil, bagian depan ada Nicky dan Loly karena Jamie tidak mungkin mengendarai mobil saat ada Nicky di sampingnya.


"Kau akan menginap di villa atau membuat tenda?" Tanya Jamie penasaran.


"Membuat tenda di dekat villa tepatnya, awalnya kami ingin di tempat yang lumayan jauh tapi itu sedikit berbahaya dan kami hanya wanita." Jelas Jesslyn dengan menyandarkan kepalanya di pundak Jamie tanpa ragu lagi.


"Kita akan membuat tenda, aku memiliki tempat yang indah. Kau akan menyukai nya nanti...." Ucap Jamie dengan mengecup puncak kepala Jesslyn yang hanya mengangguk pelan.


Loly sudah tidak heran dengan kemesraan mereka berdua, Loly tidak marah justru dia sangat senang karena akhirnya dia bisa melihat sosok Jesslyn yang begitu di sayangi oleh Jamie, dengan begitu dia bisa tenang.


"Jess, aku lapar...." Adu Loly pada Jesslyn.


"Kita makan dulu..." Ucap Jesslyn dengan menatap Jamie.


"Oke."


Nicky hanya mengangguk setelah Jamie mengatakan hal itu, mereka mencari tempat yang enak untuk sarapan di suasana pagi yang masih berkabut ini. Hingga akhirnya Nicky menemukan kedai makan yang sepertinya itu adalah pedagang bubur, dengan cepat Nicky memarkirkan mobilnya di tepian.


"Jesslyn, hanya ada ini yang lebih dekat." Ucap Nicky pada Jesslyn.


"Tidak masalah, kami sudah terbiasa makan di tempat seperti ini." Jujur Jesslyn dengan membuka pintu mobilnya dan segera keluar dengan Loly yang nampak berlari kecil untuk segera duduk di sana.


"Kau mau?" Tawar Jesslyn pada Jamie yang hanya menggelengkan kepalanya.


"Kenapa? apa kau tidak menyukai tempatnya? ini enak dan lezat..." Jujur Jesslyn dengan kembali memakan nya dengan lahap.


"Bukan, aku sudah sarapan tadi dengan Nicky." Jujur Jamie dengan membersihkan bibir Jesslyn menggunakan tisu yang ada disana.


"Oh baiklah." Angguk Jesslyn.


"Oh iya, kenapa kalian bisa tahu bahwa kami akan pergi pagi-pagi?" Tanya Loly penasaran.


"Aku tahu bagaimana kebiasaan mu Jessy .." Balas Jamie dengan santai.


"..." Loly hanya diam dan melirik Jesslyn yang hanya mengangkat kedua bahunya acuh dan memilih untuk segera menghabiskan makanannya.


"Sudah." Ucap Jesslyn dan Loly secara bersamaan.


Jamie bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati pedagang tersebut yang nampak menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap Jamie yang memiliki aura begitu besar, mereka yang hanya orang kecil memang sangat takut berhadapan dengan sosok seorang Jamie ini.


"Ini... Apakah cukup?" Tanya Jamie dengan membayar banyak sekali.


"T-tuan, ini terlalu banyak." Ucapnya dengan gugup dan hanya mengambil satu lembar saja.


"Tidak apa, wanita ku menyukai masakanmu ketimbang masakan ku sendiri." Balas Jamie dengan santai namun hal itu membuat Nicky dan Loly terkejut, tapi tidak dengan Jesslyn yang nampak memutar bola matanya malas.


"Ahh baik tuan, terimakasih banyak..." Ucapnya dengan senang.


"Hm..."


Mereka kembali ke mobil dengan perasaan yang lega karena Loly dan Jesslyn sudah merasa sangat kenyang, hingga keduanya menjadi ngantuk. Karena semalam mereka kurang tidur tidur akhirnya mereka tertidur dengan pulas, untuk Jesslyn sudah ada Jamie yang memeluknya agar tidak gerak kesana kemari, tapi untuk Loly? wanita itu hanya berharap pada sabuk pengaman yang menyangga tubuhnya itu.


"Tuan, anda memasak untuk Jesslyn?" Tanya Nicky dengan melirik Jamie dari kaca.


"Ya, tapi masakan ku tidak enak. Tolong luangkan waktu ku untuk mengikuti les memasak, pastikan tidak ada wanita di sekitarnya." Ucap Jamie yang langsung membuat Nicky mengangguk, Jamie terlihat sangat menyeramkan jika sudah seperti ini.


"Baik tuan." Patuhnya.


Mobil tersebut melaju dengan kecepatan sedang, kini mobil itu mulai memasuki area pegunungan yang nampak sejuk dan tenang. Jesslyn yang sudah puas tertidur pun mulai terbangun dengan jaket yang menutupi tubuhnya, sepertinya itu milik Jamie.


Tapi, tunggu dulu? Jesslyn diam beberapa saat sebelum akhirnya melotot kan matanya pada Jamie yang terlihat santai dan tenang, seolah-olah tidak terjadi sesuatu padanya.


Bagaimana tidak? Jesslyn merasa tangan Jamie sibuk memainkan dadanya dengan masuk ke dalam kaos bagian bawah milik Jesslyn yang memang sangat longgar karena Jesslyn menggunakan kaos oversize hingga membuat celana pendeknya tidak terlihat.


Pantas saja Jamie menutupi tubuhnya, ternyata oh ternyata!!


"Jamie!" Ucap Jesslyn dengan pelan dan segera menarik tangan Jamie dari sana, namun Jamie hanya tersenyum polos dan menatapnya tanpa rasa bersalah.


"Ya darling?" Tanya Jamie dengan mengecup pipi Jesslyn yang nampak meringis karena Jamie terus memainkan miliknya dengan menariknya pelan, hal itu membuat gerakan tubuh Jesslyn menjadi tak nyaman.


"Jamie, hentikan. Disini ada Loly dan Nicky.." Ucap Jesslyn dengan membenamkan wajahnya di pundak Jamie karena menahan rasa tak nyaman dalam dirinya, sejak kapan dadanya menjadi sensitif seperti ini?