Trouble maker to my youth

Trouble maker to my youth
Kekesalan Jesslyn



Jamie Cartain Domenic, seorang milyarder termuda yang berasal dari Italia itu memilih untuk kembali ke negara tempat ibu nya tinggal. Dia baru pertama kali datang ke sana setelah seumur hidupnya tinggal di luar negeri, itu lah kenapa dia terkejut saat melihat Jesslyn yang mengatakan bahwa dirinya mesum hanya karena tato di tubuhnya itu.


"Mesum kah?" Gumam nya, saat ini Jamie sedang membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Dia menatap ke langit-langit kamarnya untuk mengingat kejadian tadi, biasanya para wanita yang melihatnya akan berteriak heboh atau pun begitu kegirangan. Namun sekarang? Bodyguard? apa-apaan itu?!


Tok tok tok tok


"Sayang..."


"Masuk ma."


Jamie bangkit dari tidurnya, dia melihat sosok wanita cantik yang sedang berjalan ke arah nya dengan tersenyum lembut.


"Kau sudah bertemu dengan Jessy bukan?" Tanya mama Lita yang di balas deheman oleh Jamie.


"Jessy, dia wanita yang baik. Tadi sore mama di tolong oleh nya, mama hampir di tabrak oleh mobil. Untungnya Jessy membantu mama dan memberikan ganti rugi pada pemilik mobil tersebut karena mengalami kerusakan di mobilnya, tas mama sebelumnya di ambil oleh pencuri sehingga mama tidak punya apapun dan tidak bisa menghubungi bodyguard." Jelas nya.


"Apa mama tidak apa-apa?" Tanya nya dengan menyentuh tangan mama Lita.


"Mama tidak apa-apa, mama hanya terluka ringan dan dengan baiknya Jessy membawa mama ke apartemennya yang jarak nya memang dekat dari tempat kejadian tadi. Di sana Jessy langsung mengobati luka mama dengan begitu ahli, mama pikir dia seorang perawat atau pun apa lah itu tapi ternyata karena dia sering mendapatkan luka yang membuat nya terbiasa mengobati semua luka." Sambung nya lagi dan Jamie hanya diam mendengarkan.


"Dia sudah berkeluarga, namun sepertinya suami nya itu tidak baik. Sehingga Jessy memilih untuk pergi dan hidup sendiri seperti sekarang, ayah yang ia miliki satu-satunya tinggal di luar negeri dan belum bertemu dengan nya sampai sekarang. Mama harap, kau mau menerimanya di perusahaan. Kau tenang saja, dia sangat pintar dan mudah di andalkan." Senyum Mama Lita.


••••


"Jesslyn Theresa putri? wanita bodoh!!" Jamie menutup laptopnya dengan cepat setelah melihat kejadian kemarin yang di alami oleh Jesslyn saat acara ulang tahun Liam.


"Laki-laki yang jelas-jelas tidak mencintai nya kenapa terus di kejar? rela melakukan apapun untuk nya agar di lihat? sepertinya jika aku bertemu lagi dengannya nanti aku harus menggeplak otak nya agar sedikit tegak!" Kesal Jamie dengan berjalan ke luar balkon kamarnya.


Di isapnya sebatang rokok oleh nya hingga membuat asap mengepul di udara, setelah menghabiskan beberapa puntung rokok barulah dia kembali masuk dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang sebelum akhirnya benar-benar terlelap.


•••••


Pagi ini, Jasslyn segera membungkus semua kue nya yang baru selesai ia buat. Red Velvet kesukaan Loly dan Marsen, setelah selesai membungkus nya baru lah Jesslyn pergi mandi dan berganti pakaian dengan celana jeans pendek sepaha dengan tangtop putih yang ia balut dengan gardingan tipis nya yang berwarna putih juga, setelah itu Jesslyn menggelung rambutnya dengan asal hingga memperlihatkan lehernya yang jenjang dan indah.


Tak lupa, sneaker putih nya juga yang membuat penampilannya terlihat manis. Bahkan tidak akan ada yang menyangka jika dia seorang single parents, karena terlihat masih manis dan masih pantas menjadi anak sekolahan.


Tok tok tok tok tok


Dengan cepat Jesslyn membuka pintunya tanpa melihat nya terlebih dahulu dari lubang yang tersedia, betapa terkejutnya Jesslyn saat melihat sosok Jamie yang sudah berdiri di sana.


"Kau? bodyguard mesum! awas...!!" Jesslyn hendak menutup pintu kembali namun Jamie dengan mudah nya masuk tanpa terusik sedikit pun oleh dorongan tubuhnya.


Dengan santainya Jamie duduk di sofa dan menatap potongan kue di sana yang terlihat baru saja di potong itu, dengan wajah tanpa dosa nya dia mencicipi nya.


"Enak." Ucap nya tanpa dosa.


"Yak!" Jesslyn terlihat kesal dan marah.


TOK!


"AKHHHHHHHHHH!! Apa yang kau lakukan?!" Marah Jesslyn karena merasakan sakit di puncak kepalanya saat dengan enteng nya laki-laki itu mengetuk kepalanya.


"Otak mu sedikit bergeser, aku hanya membenarkan nya sedikit. Duduklah, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan." Ucap Jamie yang kembali duduk di sofa.


Dengan patuh Jesslyn pun duduk di samping Jamie dengan jarak yang lumayan jauh, Jamie yang melihat Jesslyn selalu waspada padanya hanya tersenyum kecil.


"Nona Jesslyn yang terhormat, kedatangan saya kemari atas perintah yang mulia ratu Lita untuk menjemput tuan putri Jesslyn agar bisa pergi ke kantor milik bodyguard ini. Bagaimana? apakah sudah mengerti yang mulia?" Tanya Jamie yang membuat kedua sudut bibir Jesslyn berkedut, apakah laki-laki di sampingnya itu seorang pelawak ulung?


"A-apa yang kau katakan? katakan dengan jelas!! jangan menggunakan bahasa alien itu, aku yakin kau manusia normal." Ucap Jesslyn dengan menahan tawa nya.


"Aku memang laki-laki normal, coba saja pegang. Dia pasti bangun..." Ucap nya dengan menunjuk selengkangan nya tanpa dosa.


"MESUM!!!" Teriak Jesslyn yang langsung melemparkan bantal sofa pada Jamie yang langsung menangkisnya dengan tawa kecil.


"Baiklah baiklah, aku hanya bercanda. Aku adalah Jamie Cartain Domenic, putra tunggal dari mama Lita." Jelas nya dengan mengulurkan tangannya.


"Ya ya, silahkan lanjutkan lagi..." Angguk Jesslyn tanpa menerima uluran tangan tersebut.


"Kenapa tidak menjabat tangan ku? aku rasa aku sudah mencuci tangan ku dan memakai body lotion juga, aku hanya sedikit mengupil saat di mobil tadi, apakah upil nya tertinggal?" Jelas nya dengan melihat-lihat jari tangannya.


"Kau!! Bisakah kau serius!" Kesal Jesslyn, kenapa laki-laki di depannya tidak waras.


"Kau mau serius?" Tanya Jamie dengan menatap Jesslyn yang langsung mengangguk.


"Baiklah, ayo kita ke pengadilan agama. Aku akan menikahi mu agar puas..." Ajak nya dengan bangkit dari duduknya.


BRUGHHHHH


"Sialan kau! enyah kau dari sini bodoh!!" Marah Jesslyn dengan terus mengejar Jamie yang langsung tertawa terbahak-bahak, sudah banyak barang yang di lempar oleh Jesslyn hingga membuat ruangan nya berantakan.


Tok tok tok tok tok


"Jes!!"


"Bukaaaaaa!!"


Deg!


Langkah kaki Jesslyn terhenti saat mendengar teriakan Loly, dia menatap Jamie sebelum akhirnya menarik nya dengan cepat dan membawanya masuk kedalam kamarnya.


"Aku mohon, kau jangan keluar sebelum aku masuk lagi kemari. Apa kau mengerti?" Pinta Jesslyn dengan mengatupkan kedua tangannya di hadapan Jamie.


"Oke." Angguk Jamie dengan duduk bersantai di ujung ranjang Jesslyn dengan tampang yang tidak bisa Jesslyn percayai, namun dia hanya berdoa agar Jamie mendadak jadi patung di sana.