Trouble maker to my youth

Trouble maker to my youth
Tergila-gila



Di tempat lain, Liam duduk termenung dengan apa yang barusan ia dengar. Jelas-jelas di sana Jesslyn mendesah kan nama Jamie, bukankah itu berarti hubungan keduanya memang benar-benar dekat?


"Sial!!!" Liam menggeram kesal, dia ingat bagaimana seksinya tubuh Jesslyn saat masih menjadi istrinya dulu, Jesslyn selalu memakai pakaian tipis untuk menggodanya namun Liam tidak tertarik sedikitpun, justru Liam merasa jijik. Namun sekarang?


"Aku sendiri belum pernah merasakan tubuh mu tapi dia?" Liam menggeram marah dan mengacak-acak mejanya yang terdapat banyak sekali dokumen penting di sana namun dia tidak peduli sama sekali, dia benar-benar marah sekarang.


••••


Jamie tersenyum lebar saat merasakan benda kembar milik Jesslyn yang terasa pas di tangannya, sebelumnya Jamie juga sudah pernah menyentuhnya saat di salon dulu. Namun sekarang efeknya benar-benar berbeda, sekarang Jesslyn nampak sadar dan menikmatinya.


"Shhhh..." Jesslyn mengeluarkan suaranya lagi saat merasakan tangan Jamie yang masuk kedalam bajunya, tangan kasar dan berotot itu menyentuh benda yang selama ini ia jaga. Ujung dadanya terasa mengeras, hal itu membuat Jamie semakin gemas memainkannya.


Jamie menatap Jesslyn yang sedang memejamkan matanya dengan mulut yang terbuka kecil, dengan gemas Jamie mencium bibir Jesslyn dan mengisap nya lembut. Entah sadar atau tidak, Jesslyn justru membalas ciuman tersebut dengan begitu bergairah.


Tangtop Jesslyn sudah di naikan keatas oleh Jamie, tidak ada bra* yang menutupi milik Jesslyn itu karena tangtop tersebut sudah terdapat bra* nya sehingga membuat Jamie merasa senang.


Kedua tangan Jamie sibuk memainkan benda kenyal itu dengan begitu bersemangat, bahkan Jamie juga memainkan ujungnya dengan memilin nya pelan menggunakan jari jempol dan telunjuknya, hal itu membuat Jesslyn semakin di Landa nafsu yang selama ini ia impikan dengan Liam.


Jamie menghentikan ciumannya dan mengangkat tubuh Jesslyn untuk duduk di atas pangkuannya, hingga wajah Jamie kini berhadapan dengan benda milik Jesslyn yang terpampang jelas di matanya.


"J-jamie..." Malu Jesslyn dengan wajah yang memerah, wajah Jamie benar-benar seperti orang tua yang mesum.


"Ini sangat indah darling, tunggu sebentar aku akan mengingatnya dalam otakku..." Balas Jamie dengan mengecup kedua dada Jesslyn sebelum akhirnya memasukkannya kedalam mulutnya, hal itu membuat Jesslyn langsung membungkam mulutnya sendiri agar tidak mengeluarkan suara yang aneh.


Kepala Jesslyn terasa pusing karena gairahnya yang begitu besar sekarang, lidah lembut Jamie begitu lihai memainkan dadanya. Bahkan, Jesslyn langsung di buat lemas seketika, sesuatu di bawahnya terasa basah dan becek, bahkan Jesslyn juga merasakan sesuatu yang menonjol di balik paha yang ia duduki sekarang ini.


"Shhh...J-jamie...H-hentikan... Akhhh.... Ini di parkiran...." Ucap Jesslyn dengan sedikit terbata-bata, dia melihat beberapa orang yang mulai datang dan masuk kedalam mobil yang terparkir di samping mobil mereka.


"Mobil ini kedap suara dan tidak dapat di lihat dari luar...." Balas Jamie dengan menatap Jesslyn dengan mulut yang masih berada di dada Jesslyn, saat Jamie berbicara dengan mulut yang penuh hal itu membuat Jamie terlihat sangat lucu dan menggemaskan.


"T-tapi..."


"Darling, biarkan aku menikmati hal ini dulu...." Ucap Jamie dengan semakin brutal melakukannya, bahkan Jamie juga tak segan-segan membuat banyak kissmark di sekitar dada Jesslyn.


Jesslyn tidak bisa menolak karena dia sendiri pun sangat menikmatinya, angan-angan yang selama ini ia impikan dengan Liam justru malah mendapatkannya dari Jamie yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt


Terdengar ponsel Jamie yang berbunyi, Jamie mengambil ponselnya tanpa melepaskan tautan bibirnya. Jamie mengeryit heran dan segera mengangkat teleponnya, Jesslyn melotot saat melihat siapa yang menelpon Jamie saat ini.


"Kau dimana? bawa Jesslyn ke rumah, mama sudah membelikan hadiah untuk nya dan lupa untuk memberikannya."


"Baik ma..."


Jamie mematikan sambungan teleponnya dan menatap Jesslyn yang tengah menatapnya dengan tatapan yang, begitu heran.


"Mama punya sesuatu di rumah, kita ke mansion dulu." Ucap Jamie dengan melepaskan bibirnya hingga terdengar suara kecil dari sana, Jamie menatap hasil karyanya yang begitu indah. Ujung dada milik Jesslyn terlihat memerah, hal itu membuat Jamie senang.


Cup Cup


"Jamie!" Jesslyn merinding seketika saat Jamie mengecup kedua dadanya dengan gemas dan menutupnya kembali seperti miliknya sendiri.


"Apa darling? kau mau tetap duduk disini?" Tanya Jamie dengan menarik pinggang Jesslyn sehingga semakin menempel pada tubuhnya, bahkan Jesslyn merasakan benda yang menonjol itu kini sudah berada di bawah miliknya.


"Ini benar-benar menyenangkan..." Geram Jamie dengan menggigit pundak Jesslyn pelan, dia benar-benar menginginkan Jesslyn tapi dia tidak ingin melakukannya tanpa izin dari Jesslyn sendiri.


"A-ayo pulang." Ajak Jesslyn dengan mencoba turun dari pangkuan Jamie.


"..... Oke." Angguk Jamie dengan melepaskan pinggang Jesslyn hingga kembali duduk di tempat semula, Jesslyn tidak berani menatap Jamie sekarang. Jesslyn ingin cepat cepat pulang karena ingin berganti celana, saat ini dia benar-benar tidak nyaman. Begitu pun dengan Jamie yang merasa belum terpuaskan, sehingga membuatnya hanya diam sampai di kediamannya.


"Aku akan pergi ke kamar samping, gunakanlah kamarku. Pakaian untuk mu sudah ada di dalam kamarku...." Ucap Jamie dengan mengecup pipi Jesslyn di hadapan para pelayan yang sedang berdiri di sana.


"Hmm...." Angguk Jesslyn dengan tersenyum.


Mereka berpisah di lantai atas, Jesslyn segera masuk kedalam kamar Jamie dan segera pergi ke dalam kamar mandi untuk mandi. Jesslyn melihat dirinya di depan cermin yang terlihat seksi dengan bagian atas tubuh yang terdapat banyak sekali tanda kemerahan, apakah para pelayan itu melihatnya? jelas sekali mereka melihatnya karena Jesslyn lupa untuk menutupinya.


"Benar-benar memalukan...." Gumam Jesslyn dengan menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.


Untuk Jamie sendiri, dia segera masuk kedalam kamar mandi dan segera berdiri di bawah air shower yang sedang menyala itu. Jamie memejamkan matanya dengan terkekeh pelan, dia benar-benar sudah di buat gila oleh sosok Jesslyn.


"Jesslyn, akan aku pastikan kau menjadi milikku selamanya...." Ucap Jamie dengan menatap dirinya di depan cermin, tubuhnya benar-benar sempurna dan mungkin menjadi idaman para wanita.


Jamie melihat handuk yang menggantung disana dan segera mengambilnya, Jamie lupa membawa baju dan mulai kembali kedalam kamarnya tanpa rasa curiga sedikitpun, Jamie pikir Jesslyn sudah selesai mandi karena sudah hampir satu jam dia tinggal mandi.


"Jessy, aku akan mengambil baj....u..." Jamie diam di tempat dengan menatap Jesslyn yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut yang berantakan dan handuk kecil yang membungkus tubuhnya, Jesslyn yang melihat sosok Jamie langsung melotot kan matanya dan lagi-lagi merutuki kebodohannya yang lupa untuk menutup pintu.