Trouble maker to my youth

Trouble maker to my youth
Tahan



"Jessy, aku tidak akan melakukannya sebelum kau yang memintanya..." Ucap Jamie dengan tersenyum pada Jesslyn yang hanya diam dengan menundukkan kepalanya, saat ini mereka berada di tempat pakaian milik Jamie yang sangat luas. Di sana juga sudah tersedia banyak sekali baju untuk Jesslyn yang semuanya sangat bermerek dan juga sesuai dengan selera nya, sepertinya Jamie benar-benar menyiapkannya dengan baik.


"Aku mengerti." Angguk Jesslyn dengan mengambil pakaiannya dan memakainya di sana dengan posisi yang memunggungi Jamie.


"Kau akan kemana setelah ini?" Tanya Jamie yang sama-sama memunggungi Jesslyn.


"Aku akan menemui Loly dan menjemputnya di perusahaan Liam, kau tenang saja aku tidak berniat untuk menemuinya...." Ucap Jesslyn dengan membalikkan kepalanya namun segera ia balikan kembali karena melihat Jamie yang sedang memakai celananya.


"Aku mengerti, aku akan mengantarmu kesana dan minta jemput pada Nicky agar kau bisa membawa mobilku. Jangan menolak ku Jessy..." Balas Jamie.


"Oke."


Mereka segera memakai pakaiannya masing-masing dan segera bersiap, Jesslyn sibuk mengepang rambutnya dengan anak rambutnya yang berjatuhan, wajahnya yang cantik sangat cocok dengan kepang tersebut.


Jesslyn memakai kaos putih pendek yang di masukan kedalam rok putih pendek juga yang terlihat pas di pahanya, tak lupa tas kecil yang ia bawa juga untuk menambah penampilannya yang terlihat seperti anak sekolahan.


Sepatu sneaker yang masih berada di dalam kotaknya itu terlihat bagus sekali dan tentunya sangat mahal, Jesslyn memilih yang cocok hingga akhirnya pilihannya jatuh pada sepatu putih dengan corak berwarna mint.


"Kenapa kau cantik sekali, aku tidak bisa membiarkanmu pergi sendirian Jessy! bagaimana jika mantan suami mu itu menginginkan mu lagi? ahh tidak, dia memang menginginkan mu sekarang..." Ucap Jamie dengan memeluk Jesslyn dari belakang yang baru saja memakai sepatunya.


"Kau pikir kau tidak? kau tidak melihat betapa banyaknya wanita yang menyukai mu itu?" Balas Jesslyn dengan membalikkan tubuhnya hingga saling berhadapan dengan Jamie yang lagi-lagi melingkarkan kedua tangannya di pinggang Jesslyn.


"Aku tidak menyukai mereka, aku hanya menyukai mu seorang." Jujur Jamie dengan tersenyum lebar.


"Hati manusia tidak ada yang tahu Jamie! seperti aku contohnya, dulu aku begitu tergila-gila padanya tapi sekarang? kau tahu sendirilah...." Ucap Jesslyn dengan tersenyum kecil.


"Aku tidak seperti itu, kau bisa membunuh ku jika hal itu sampai terjadi." Serius Jamie yang justru malah membuat Jesslyn tertawa.


"Aku tidak sejahat itu Jamie, selagi orang yang aku sukai bahagia maka aku akan melakukan apapun untuknya termasuk pergi dari hidupnya jika itu membuatnya bahagia." Ucap Jesslyn dengan tatapan mata yang terlihat yakin dan serius.


"Aku tahu, tapi aku tidak akan melepaskan wanita seperti mu dengan percuma." Lembut Jamie dengan mengecup kening Jesslyn yang langsung mendorongnya.


"Jangan di lanjutkan, aku tahu kau akan membuat ku kembali terlambat." Ucap Jesslyn dengan pergi begitu saja, Jamie yang melihat itu hanya terkekeh pelan dan ikut menyusul Jesslyn yang sudah pergi.


Setelah mengejarnya, Jamie membawa Jesslyn ke ruang tamu dan memberikan paper bag yang di berikan oleh mama Lita sebelumnya. Dengan rasa penasaran, Jesslyn membuka paper bag tersebut dan melihat sebuah kotak persegi.


Betapa terkejutnya Jesslyn saat melihat satu set perhiasan yang baru saja launching tadi malam dan kini sudah berada disini? bukankah itu berarti mama Lita memilikinya sejak malam?


"Mama tidak suka di tolak, pakailah..." Ucap Jamie dengan mengambil kalung tersebut dan memakaikan nya pada Jesslyn yang hanya diam.


Setelah itu, Jamie juga melepaskan anting yang sebelumnya di pakai oleh Jesslyn dan menggantikannya dengan anting itu. Untuk yang lainnya, Jesslyn langsung menolak dan mengatakannya akan memakainya nanti.


"Aku akan mengucapkan langsung rasa terimakasih ku pada mama Lita saat dia sudah kembali nanti, ayo pergi..." Ajak Jesslyn dengan menggandeng lengan Jamie.


•••••


Jesslyn berlari kecil untuk menghampiri Loly yang terlihat menunggunya di depan perusahaan Liam, Loly terlihat lucu dengan baju kodok nya yang berwarna pink, rambut pendeknya di ikat dua sehingga membuat nya terlihat seperti anak-anak.


"Kau dari mana saja?" Cemberut Loly yang justru malah membuat Jesslyn tertawa kecil.


"Maafkan aku, aku ada sedikit urusan tadi pagi." Ucap Jesslyn dengan merangkul pundak Loly.


"Hhh, Kalau begitu ayo kita pergi ke mall. Kita harus membeli kebutuhan kita untuk nanti menginap di villa." Ucap Loly dengan semangat.


"Tentu saja, hari ini kita habiskan waktu kita bersama...." Ucap Jesslyn dengan senang.


Saat mereka hendak pergi, seseorang justru malah memanggil nama Jesslyn yang langsung berhenti seketika. Jesslyn membalikkan tubuhnya dan melihat sosok Liam yang sedang berlari kearahnya, Liam tersenyum lebar saat melihat sosok Jesslyn yang sangat ia rindukan itu.


"Kau mau kemana?" Tanya Liam dengan menatap Jesslyn penuh kerinduan.


"Ahh, aku akan pergi dengan Loly untuk bermain." Balas Jesslyn dengan sedikit tersenyum kecut.


"Apa aku bisa berbicara dengan mu?" Tanyanya dengan penuh harap, tangannya sedikit terkepal kuat saat mengingat suara Jesslyn tadi pagi saat sedang bersama Jamie.


"Aku.... Itu..."


"Darling, kau lupa membawa ATM mu." Ucap seseorang yang datang dengan memberikan kartu berwarna hitam pada Jesslyn, Jesslyn terdiam dan menatap sosok Jamie yang tengah tersenyum padanya.


Kartu? itu jelas-jelas milk Jamie, apakah sejak tadi Jamie belum pergi dan terus memantau nya dari jauh?


"Ahh ini..."


"Tidak apa-apa, semua kebutuhan mu aku yang akan menanggungnya. Kalau begitu, aku pergi.... Jangan pulang terlalu malam, aku tidak bisa tidur tanpa memeluk mu." Ucap Jamie dengan mengecup bibir Jesslyn singkat dan pergi begitu saja, tapi setelah itu Jamie kembali lagi dan menatap Liam yang tengah menatapnya.


"Tuan Tire, harap jaga sikap anda terhadap calon istriku. Keluarga Domenic tidak pernah main-main terhadap ucapan!" Ucap Jamie dengan penuh tekanan dan sedikit senyum meremehkan.


"Aku pergi dulu..." Pamit Jamie dengan mengedipkan sebelah matanya pada Jesslyn yang hanya mengangguk.


"Hati-hati.." Teriak Jesslyn yang di balas acungan jempol oleh Jamie yang sudah masuk kedalam mobil yang terparkir disana, ternyata benar jika Jamie sejak tadi terus memantaunya.


"Itu, kami pergi dulu..." Pamit Jesslyn yang langsung menarik tangan Loly yang hanya diam sejak tadi, bagaimana tidak? dia melihat sahabatnya yang tengah di perebutkan oleh dua laki-laki tampan yang sangat di gilai oleh banyak wanita itu.


"Jesslyn, kau menggunakan sihir apa untuk memikat mereka berdua? aku sudah bosan menjadi jomblo sejak dulu...." Ucap Loly dengan tampang polosnya.