
Posisi Jamie yang tertidur di paha Jesslyn membuat Jesslyn tak tega untuk memindahkannya ke takut membuat Jamie terbangun, dia melihat ponsel Jamie yang ada di saku bajunya itu sedang berbunyi.
Dengan perlahan, Jesslyn mengambilnya untuk melihat siapa yang memanggil Jamie sekarang karena takut itu sangat penting.
Terlihat nama seorang wanita yang menghubunginya, tanpa rasa bersalah Jesslyn mematikan ponsel Jamie dan meletakkannya di samping.
"Mengganggu saja." Gumam Jesslyn dengan membuka ponselnya untuk menghilangkan rasa bosannya sekarang.
Namun, entah kenapa Jesslyn juga merasa mengantuk dan ikut tertidur dengan posisi duduk. Salah satu tangannya berada di dada Jamie dan satunya lagi di tergeletak di samping.
Mereka berdua terlihat kelelahan, entah karena pekerjaan ataupun karena kehidupan. Yang jelas, keduanya benar-benar membutuhkan istirahat penuh sekarang.
Tok tok tok tok
Tok tok tok tok
Tok tok tok tok tok
Merasa tak ada balasan dari dalam Nicky mulai membuka pintu ruangan Jamie secara perlahan, dia sedikit terkejut saat melihat Jesslyn dan Jamie yang tertidur dalam posisi yang sangat manis.
"Tuan Nicky, ada apa?" Tanya seseorang di balik tubuh Nicky.
"Ahh itu, sepertinya tuan Jamie tidak bisa di ganggu. Saya akan memberitahukan tuan Jamie bahwa kalian sudah datang...." Jelas Nicky dengan menutup pintu itu kembali.
"Memangnya apa yang terjadi?" Heran mereka dengan melihat pintu ruangan Jamie yang sudah tertutup rapat lagi.
"Itu, tuan sedang tidur. Ini tidak seperti biasanya, mungkin tuan Jamie sedang tidak enak badan." Ucap Nicky yang tidak mungkin mengatakan bahwa saat ini Jamie sedang tertidur dengan Jesslyn.
"Ah begitu, baiklah. Tolong sampaikan rasa terimakasih kami pada tuan Jamie, kami akan datang lagi setelah beliau sehat." Ucap mereka dengan tersenyum kecil.
"Baik, mari saya antar." Balas Nicky.
••••
"Sayang...." Amber berjalan mendekati Liam yang sedang duduk di kursi kerjanya, Amber sengaja duduk di atas pangkuan Liam seperti biasanya.
"Ada apa?" Balas Liam dengan tetap fokus pada layar komputernya.
"Kau tahu? aku selalu di usir dari hotel tempat kita nanti melangsungkan pernikahan. Bagaimana menurutmu?" Cemberutnya.
"Tidak apa-apa, bukankah kita akan melihatnya setelah H-1 nanti? dan lagi, jika kau terus mengacau disana yang ada kita nanti di blacklist dari semua perusahaan itu." Jelas Liam dengan menatap Amber yang terlihat cantik dan seksi itu.
"Tapi...."
"Sudahlah...."
"Baiklah..." Pasrah Amber dengan merebahkan kepalanya di pundak Liam dan tangannya sibuk memainkan dada Liam yang terhalang kemeja putihnya.
"Amber! jangan mengganggu ku, banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan sebelum acara pernikahan kita nanti." Ucap Liam dengan menurunkan tangan Amber yang terus menggodanya itu.
"Kenapa? bukankah selama ini kau tidak pernah menolak ku?" Cemberut nya.
"Bukan begitu sayang tapi..."
"Sudahlah!" Kesalnya dengan bangkit dari sana dan segera pergi, Liam yang melihat itu hanya menghela nafas berat dan kembali fokus pada pekerjaannya. Entah kenapa dia tidak berselera lagi pada Amber, pikirannya selalu mengarah pada Jesslyn.
•••••
Jamie membuka matanya secara perlahan-lahan, hal yang pertama kali ia lihat adalah sosok Jesslyn yang masih memejamkan matanya. Jamie terdiam beberapa saat dengan terus menatap Jesslyn yang nampak cantik dalam tidurnya, dengan perlahan-lahan Jamie bangkit dari paha Jesslyn dan duduk di sampingnya.
Mata Jamie terus menatap wajah cantik Jesslyn, tiba-tiba saja Jamie terkekeh karena Jesslyn tertidur dengan mulut yang terbuka kecil dan terdengar sedikit dengkuran kecil dari mulutnya.
Jamie bangkit dari sofa dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 2, melihat itu Jamie langsung melotot kan matanya. Bagaimana bisa dia tertidur begitu lama? dan itu rasanya sangat nyaman, apa karena dia kurang tidur dan kelelahan? atau karena.... Nyaman berada di pangkuan Jesslyn?
Jika saja Jamie tahu, mungkin dia akan meringis karena Jesslyn sudah berkali-kali bangun dan tidur untuk melihat apakah Jamie sudah bangun atau belum. Namun nyatanya, Jamie masih lelap dalam tidurnya. Bahkan, Jesslyn sempat panik karena takut jika Jamie jatuh pingsan, namun hal itu tidak mungkin kan?
Jamie keluar dari ruangannya untuk menemui Nicky, dia segera membuka pintu ruangannya dan melihat ada beberapa karyawannya yang sedang berdiskusi dengan Nicky.
"Sir?" Sapa mereka dengan menundukkan kepalanya.
"Hm... Nicky, pesankan beberapa makanan dan juga pakaian ganti untuk kami berdua. Kau tahu bukan ukuran tubuh Jesslyn?" Tanya Jamie tanpa sungkan sedikit pun, untuk mereka yang mendengar itu langsung menundukkan kepalanya karena itu adalah pembicaraan yang tidak pantas mereka dengar.
"Baik sir." Angguk Nicky.
Setelah mengatakan itu, Jamie kembali masuk kedalam ruangannya dan kembali menghampiri Jesslyn yang masih tertidur. Kini giliran Jamie yang menaruh kepala Jesslyn di pahanya, dia tahu bahwa tidur dalam posisi duduk itu membuat pinggang Jesslyn sakit dan pegal.
Merasa posisinya lebih nyaman, Jesslyn membalikkan tubuhnya hingga menghadap ke arah perut Jamie dan bahkan Jesslyn kembali melingkarkan kedua tangannya di pinggang Jamie yang membuat laki-laki itu terdiam dengan menelan ludahnya.
"Jesslyn! kau benar-benar!" Gumam Jamie dengan sedikit merubah posisinya agar semakin membaik.
Merasa bosan, Jamie mengambil ponselnya dan segera memotret posisi Jesslyn saat ini. Yang terlihat hanya rambutnya saja dan ada sebelah tangannya yang sedang memegang kepala Jesslyn, terlihat tangan Jamie yang begitu menggoda.
Setelah memotret beberapa angel yang menurutnya bagus, Jamie segera mengunggahnya di akun pribadinya yang jarang sekali ia gunakan. Mungkin hanya ada beberapa foto saja yang baru ia posting, itu pun sudah lama sekali.
Baru beberapa detik Jamie mengunggah foto tersebut, sudah banyak yang mengomentari postingannya itu. Bahkan, ada yang secara terang-terangan mengatakan bahwa itu hanyalah seorang ****** yang ia sewa, tapi tidak sedikit juga yang sangat penasaran dengan sosok Jesslyn jar tidak terlihat sedikit pun wajahnya.
"Emghhh..." Jesslyn menggeliatkan tubuhnya hingga ponsel yang di pegang Jamie terjatuh ke wajah Jesslyn yang saat itu juga langsung mengaduh kesakitan.
"Akhhh!!" Pekiknya dengan langsung duduk.
"M-maafkan aku, aku tidak tahu jika kau sudah bangun." Ucap Jamie dengan melihat wajah Jesslyn, Jesslyn sendiri terus menutup mulutnya yang terasa sakit karena tertimpa ponsel Jamie.
"Kau!! haishh!!" Kesal Jesslyn dengan mengambil kaca dari dalam tasnya, terlihat sudut bibirnya yang berdarah karena tertimpa benda pipih itu.
"Maafkan aku, aku akan mengambil obat dulu." Ucap Jamie yang langsung beranjak dari sana dan segera mendekati Jesslyn lagi.
"Tidak usah." Balas Jesslyn dengan terus menghindari tangan Jamie yang hendak memeriksa bibirnya.
"Jesslyn!" Tegas Jamie.
"...." Jesslyn menghela nafas kesal dan kembali diam dengan menurut, Jamie yang melihat itu segera membantunya untuk mengobati bibir Jesslyn. Dengan jarak yang sangat dekat itu, mereka bisa mencium aroma tubuh mereka masing-masing.
"Jamie..." Panggil Jesslyn dengan menatap dalam mata Jamie yang langsung menatapnya juga.
"Ya?" Balas Jamie, dia merasa suasana kali ini sangat cocok dan romantis.
"Di matamu, ada belek." Ucap Jesslyn yang membuat ekspektasi Jamie hancur seketika.