
"Aku ingin ke istana langit kak, aku ingin melihat guru," kata Liu Li lagi. Karena melihat kesedihan di mata adiknya, akgirnya kakak ke dua luluh juga.
"Baiklah, aku akan mengantarmu, "
Mereka pun bergegas ke kaisar langit. Sesampainya di gerbang, mereka di tahan oleh pengawal, karena kesal tidak di izinkan masuk, akhirnya Liu Li pun melumpuhkan mereka. Sesampainya di aula, dia melihat sebuah peti,yang dia yakini di dalamnya adalah gurunya.Diapun mendekat, kaisar langit dan para dewa dewi yang melihatnya sangat terkejut, pasalnya dia sudah memberikan penjagaan yang ketat.
Setelah sampai di samping peti yang terbuat dari es itu, dia memandang gurunya yang sangat pucat, dia tersenyum,setelahnya dia menghadap kepada kaisar langit.
"Hormat hamba yang mulia," hormat Liu Li
"Bangunlah," kata kaisar langit
"Aku ke sini ingin mengambil jasad guruku," kata Liu Li tanpa berbasa basi lagi.Kaisar dan yang lainnya sangat terkejut.
"Lancang, siapa kau berani mengambil jasad dewa perang," kata dewa Mu Ning Xin, anak dari kaisar langit.
"Siapa aku, itu tidak penting. Karena, yang lebih berhak terhadap jasad guru adalah aku,bahkan kaisar pun tidak berhak," kata Liu Li dengan tatapan yang tajam.
"Beraninya kau,uhuk uhuk, " belum selesai Dewa Ning Xin berbicara, tetapi sudah di serang oleh Liu Li. Kaisar langit akhirnya melerai mereka, karena dia tau seberapa kuatnya Liu Li.
"Baiklah, tetapi kau hendak membawanya ke mana," kata Kaisar langit,karwna dia tidak ingin terjadi pertumpahan darah.
"Mau aku bawa ke mana itu urusanku, kalian tidak perlu tau," karena sudah mendapat persetujuan dari kaisar,akhirnya dia memasukkan gurunya ke lautan spiritualnya, dan pergi dari sana.Dan itu adalah terakhir kalinya mereka bertemu dengan Dewa Yun Hai, murit kesayangan Hua Rong, dia menghilang seperti di telan tanah.
Kembali ke kerajaan langit.
"Ayah, kenapa anda membiarkannya membawa jasad dewa Hua Rong?" tanya Ning Xin.
"Aku hanya tidak ingin terjadi pertumpahan darah di sini, kau tidak tau betapa kuatnya dia, bahkan aku tak berani menyinggungnya," dewa dewi yang mendengar penuturan dari kaisar langit mengerti, sehingga mereka tidak mempermasalahkannya.Walau tak paham tetapi dia setuju dengan ayahnya,karena pada saat itu dia tidak ikut berperang karena ia menemani istrinya yang akan melahirkan.
"Bersiaplah, kita akan ke kerajaan iblis untuk memilih siapa raja selanjutnya," kata kaisar,
"Baik, jawab para kasim dan menteri.
Di kerajaan iblis
Mereka sedang bersiap,karena,sebentar lagi kaisar langit akan berkunjung. Tidak lama, datanglah kaisar langit. Mereka semua menunduk hormat.
"Baiklah, kedatanganku di sini untuk menunjuk raja yang akan memimpin, " kata kaisar langit, "dan aku akan mengangkat Feng Yi Xuang.Mulai sekarang, raja kerajaan iblis adalag Feng Yi Xuang," titah kaisar langit. Mereka yang mendengar itu cuma menunduk dan menerima, sementara Yi Xuang maju dan menerima titah itu.Sementara Feng Zhi Xing, menunduk dengan kekesalan, kenapa harus adiknya yang di pilih kenapa bukan dirinya.Setelah menyampaikan titahnya, para rombongan kaisar langit pun kembali ke kerajaan langit.
Setelah peperangan itu,yang membuat mereka membayar mahal untuk kedamaian dengan kehilangan Hua Rong.Sekarang setelah 50.000 ribu tahun, kedamaian itu terusik, pasalnya,segel di panggoda telah melemah. Dan orang yang bisa membuat segel itu kembali adalah murid kesayangan Hua Rong. Akan tetapi,sampe sekarang dia sudah tidak kelihatan lagi. Bahkan,para murit berpencar untuk mencarinya ke seluruh pelosok dunia.
Terlihat seorang gadis sedang meminum arak sambil rebahan di dahan pohon persik, tampaknya itu adalah rutinitas yang selalu dia lakukan.
"Mau sampai kapan kau seperti ini," tegur seseorang.Gadis itu pun melihat ke bawah. Dan ternyata, gadis itu adalah Liu Li.
"Aku tidak tahu," ujarnya sendu.
"Huh. Aku punya berita untukmu," kata Mu Lingyu. yah, sekarang mereka ada di lembah pohon persik.
"Tapi ini sangat penting,"
"Baiklah, katakan, seberapa pentingnya itu,"
"Panggoda yang menyegel raja iblis mulai melemah," kata Mu Lingyu akhirnya, dia menunggu respon dari Liu Li.
"Oh, lalu aku harus apa," ternyata yang di respon biasa saja oleh Liu Li.
"Yah, tentu saja kau harus pergi memperkuat segelnya,karena hanya kau yang tau segel itu," kata Mu Lingyu akhirnya. mendengar itu, akhirnya Liu Li turun dan duduk bersama Mu Lingyu.
"Baiklah, aku akan ke sana," kata Liu Li, dan di balas senyuman oleh Mu Lingyu, " dan berjanjilah, jagalah dia untukku," kata Liu Li lagi.
"Baiklah, aku akan menjaganya untukmu, kau tenang saja, seakan-akan kau tak kembali lagi," mendengar Liu Li menitipkan dia padanya, membuatnya merasa aneh, seakan-akan Liu Li tak akan kembali dalam waktu lama.
"Baiklah, aku akan berangkat sekarang," kata Liu Li, kemudian beranjak pergi dari sana.
------------
Memang selain Dewa Yun Hai, terdengar kabar juga kalau anak dari dewa rubah juga sangat hebat, sehingga banyak yang ingin menjodohkan anaknya dengan Liu Li. Tetapi tidak satupun di terima olehnya. Sampai datang titah, kalau dewi Liu Li di jodohkan dengan Mu Rong Bang, cucu dari kaisar langit.Karena titah dari yang berkuasa, sehingga dewa rubah tidak dapat menolaknya. Akan tetapi alasan yang paling kuat adalah, kaisar langit dan dewa rubah bersahabat.
--------
sementara di sisi Rong Bang.Dia hanya menerima perintah itu,karena dia tidak ingin membangkang kepada kakeknya. Hanya saja, ada wanita di sisinya yang tidak menyetujui perinta tersebut, sehingga dia berusaha membujuk Rong Bang untuk menolak perjodohan itu.
"Rong bang, " sapa Liu Jiaojiao, dia adalah kemenakan mendiang istri kaisar langit, yaitu nenek Rong Bang. Mendengar ada yang memanggilnya, Rong Bang cuma mengangkat kepalanya, kemudian kembali lagi melihat pada buku yang di bacanya.
"Rong Bang, apakah kau benar-benar akan menerima perjodohan dengan orang yang lebih tua dari mu?" tanya Jiaojiao. Tetapi tetap tidak di tanggapi oleh Rng Bang. Malahan Mu Rong Bang beranjak pergi dari sana. Sehingga makin kesal Jiaojiao di buatnya.
-----------
Sampailah Liu Li di daratan darah, di saat dia menginjakan kakinya di sana, itu seperti mengorek luka lama yang hampir sembuh. tetapi dia berusaha untuk tegar di hadapan orang lain. Sesampainya di depan panggoda itu, di sana terdapat dewa Xiong xin,yaitu dewa takdir. Merasa aneh akan kehadiran Liu Li dia pun bertanya.
"Nona, apa yang sedang anda lakukan di sini," kata dewa Xiong Xin, akan tetapi tidak di tanggapi oleh Liu Li, " nona ini bukan tempat yang bisa anda kunjungi, " kata Xiong Xin lagi.
"Berisik, tidak bisahka kau diam. kau cuma bisa mengoceh tetapi tidak bisa melakukan apapun," kata Liu Li dingin. Akhirnya Dewa Xiong Xin memilih diam dan mengamati.
Sesampainya di depan panggoda itu, Liu Li segera mengeluarkan kekuatannya, untuk memperkuat segel. Di luar dugaannya, ternyata memperkuat segel itu membutuhkan tenaga lebih.Seperti sekrang ini,Liu Li terluka karena dia telah mengeluarkan semua kekuatannya.
Dewa takdir mendekat, karena melihat Liu Li sedang terluka.
"Nona, kau sedang terluka, seharusnya kau memperkuat energi internal dalam tubuhmu agar keuatan dalam dirimu seimbang, dan tidak saling menyakiti," kata Dewa Xiong Xin.
"Lalu aku harus apa," taya Liu Li,
"Kau harus ke daratan Lijing(tempat manusia tinggal).Karena di sana kau bisa mengembangkan energi internal dalam tubuhmu, disana terdapat energi bumi yang sangat besar." Jelas Dewa Xiong Xin.
"Tetapi, ada harga untuk itu, " kata Dewa Xiong Xin lagi.
"Apa itu!" kata Liu Li.
"Kamu akan menjadi manusia biasa di sana, itu semacam kutukan, kalau kamu akan kehilangan kekuatan Dewimu,kekuatanmu akan kembali, hanya aku tak tahu itu kapan, itu adalah aturannya," jelas Dewa Takdir. Liu Li berpikir sejenak, kemudian di setuju.
"Baiklah," aku setuju.Setelahnya Dewa takdir membuka teleportasi ke dunia bawah, dan tentu saja membuat kutukan pada Liu Li. Bahwa dia akan merasakan sesuatu yang sangat menyakitkan, sama dengan seauatu yang telab merenggut senyumnya.Oh ia, untuk menutup identitasnya, Liu Li keluar memakai cadar.