Three Lives, Three Worlds

Three Lives, Three Worlds
Bab 4.



"Ya sudah,ini ada dua kitab, kitab pedang phoenix dan kitab es surgawi.Pelajarilah sendiri, karena Guru akan melakukan pelatihan tertutup, setelah keluar nanti, Guru harap, kau sudah menyelesaikan mempelajari kedua kitab itu,"


"Baiklah Guru,aku akan menyelesaikan mempelajari kedua kitab ini, dan menunggu Guru menyelesaikan pelatihan tertutup," jawab Liu Li dengat semangat. Dan pergi dari kamar Gurunya, karena Guru akan melakukan pelatihan tertutup.


Hari-hari berikutnya,Liu Li lewati dengan berlatih dan berlatih.Terkadang,jika dia sedang bosan,dia akan ke perpustakaan atau dia akan berbincang-bincang dengan kakak seperguruannya. Kakak seperguruannya juga sangat sayang kepadanya, karena Liu Li sangat ramah, caria, dan energik.Dan dia berlatih di depan kamar Gurunya, takut nanti jika Gurunya keluar,dia tak melihatnya, yang pasti, ketakutan utamanya, takut tak akan di bawah ke tempat yang dapat menaikkan tingkat kultivasinya.


Ternyata, mempelajari kedua kitab itu sangat sulit,di banding dengan kitab-kitab yang pernah Liu Li pelajaran.Karena,di setiap kitab ada 4.Bab.Dan setiap satu bab dia butuh 3 bulan untuk menguasainya.


 --------------


Di daratan Shu zu,biasa di sebut daratan hitam,atau daratan para iblis.


Kerajan iblis di pimpin oleh Raja iblis, Feng Yu Heng. Raja iblis mempunyai dua putra,Feng Zhi Xing dan Feng Yi Xuang. Feng Zhi Xing putra pertamanya telah menikah dengan Huo Xiao Zhu.Huo Xiao Zhu adalah peri bunga, dan sekarang sedang mengandung.Sedangkan Feng Yi Xuang anak keduanya, setiap hari hanya minum-minum dan bersenang-senang dengan para wanita yang berada di rumah bordir.Bahkan terkadang dia tak pulang. Tetapi ayah dan kakaknya tidak pernah memarahinya, karena, mereka sangat memanjakannya.


Raja iblis, merupakan ayah terbaik,menurut anak pertamanya, tetapi tidak untuk anak keduanya, mengapa, itu karena dia pernah mendengar rencana ayahnya mau memberontak, tetapi, karena menurutnya itu bukan urusannya.Jadi dia malas menggubrisnya.


Ternyata benar, Raja iblis sesungguhnya sangat licik dan ambisius.Bahkan dia berencanakan untuk menguasai dunia, dia diam-diam merencanakan pemberontakan kepada kerajaan langit,karena kerajaan langit yang selama ini memimpin semua daratan dan kerajaan.Jadi,karena itulah, makanya dia berambisi mengalahkan kerajan langit, agar ambisinya menguasai dunia tercapai.


Seperti sekarang ini, Raja iblis berencana mencari beast moster tingkat tingkat tinggi yang terdapat di hutan kunlun, atau di antara daratan Tianyuan(kerajaan langit) dan daratan lianjin(para rubah).Sementara area tersebut adalah area terlarang yang tak boleh di masuki oleh para iblis. Sebenarnya bukan tak bisa,hanya saja itu merupakan aturan yang mereka buat perpuluh-puluh bahkan beribu-ribu tahun yang lalu, di saat mereka memutuskan berdamai,dan untuk kemaslahatan semuanya.Karena di dalam hutan itu ada empat makhluk


"Hormat hamba Yang Mulia,bahwa persiapan telah selesai," lapor Li Zijun, prajurit kepercayaannya.


"Bagus, kalau begitu kita berangkat sekarang.Karena,lebih cepat, lebih baik, sebelum mereka menyadarinya," kata Raja iblis.Lalu merekapun berangkat.


 


Sementara itu,di daratan yang paling tinggi, yaitu lebih tepatnya daratan Tianyuan atau kerajaan langit.


Terlihat Raja langit sedang duduk di singgasananya. Karena akan mendengar laporan dari para Dewa.Tiba-tiba masuklah seorang prajurit untuk melaporkan sesuatu yang penting.


"Hormat hamba Yang mulia," hormat prajurit itu.


"Bangunlah," ujar Raja langit, "ada apa!"


"Lapor Yang Mulia, kami melihat ada pergerakan dari daratan Shu Zu. Beberapa waktu lalu hamba melihat ada mata-mata yang mengawasi sekitar hutan kunlun," lapor prajurit tersebut.


"Hmm, baiklah, laporkan ini kepada Dewa perang, biarkan dia yang memutuskan tindakan apa yang akan di lakukan, karena dia yang lebih tau,"


"Baik yang mulia, kalau begitu hamba undur diri," lalu prajurit itu pergi. Setelah prajurit itu keluar, terlihat Raja langit sedang melamun.


 


Di Kunlun.


Liu Li akhirnya telah menguasai kedua kitab itu,dan sekarang dia merasa bosan. Karena, sampe sekarang Gurunya belum keluar juga. Karena bosan, dia pun memutuskan untuk jalan-jalan sebentar di sekitar gunung Kunlun.Tapi tanpa dia sadari ternyata dia sudah terlalu jauh berjalan.


"Fiuh, kayanya sudah mau hujan, " kata Liu Li sambil melihat langit yang mendung.Tidak berapa lama, turunlah hujan. Diapun berlari mencari tempat untuk berteduh. Dan dari kejauhan, Liu Li melihat sebuah gua, dia pun berlari ke arah gua tersebut. Di pertengahan jalan, dia melihat ada burung yang terluka. Liu Li merasa kasihan,dia pun mengangkatnya dan membawanya ke dalam gua.


"Wah, kasian sekali,kenapa kau terluka,siapa yang tega menyakitimu, " ujar Liu Li.Di lihatnya burung itu,ternyata kakinya terluka.


"Tapi tenang saja, aku akan mengobatimu," kata Liu Li. Dia pun mengobatinya, dengan mengambil tumbuhan obat yang kebetulan ada di sekitar goa itu.


Ke esokan harinya, du saat Liu Li sedang mengganti perban burung itu, dia melihat burung itu membuka matanya. Liu Li pun sangat senang.


"Wah, akhirnya kau sadar juga, aku kira kau akan mati, karen luka di kakimu sangat dalam." ujar Liu Li senang. Burung itu kaget melihat ada seorang manusia di hadapannya.Karena penasaran,burung itu pun langsung bertanya.


"Hey, kau,"


Liu Li yang sedang mengganti perban sang burung,mendengar seperti ada yang menegurnya, dia pun menoleh ke kiri dan ke kanan,tetapi tidak ada siapapun di sana.Dan dia meresa, mungkin dia salah dengar, Liu Li pun melanjutkan aktivitasnya tadi. Melihat itu, burung tersebut merasa kesal. Diapun memanggilnya sekali lagi.


"Hey, kau, bagaimana bisa kau masuk kesini," tanya burung itu dengan kesal.


Mendengar itu, Liu Li kembali menengok ke kanan kiri, tetapi tidak ada orang. Dia pun bingung.Melihat Liu Li kebingungan,burung itu kembali bersuara.


"Apa yang sedang kau cari, aku di sini, di hadapanmu," kata burung itu lagi dengan agak kesal.Liu Li pun melihat ke pada burung itu,dengan kening yang berkerut.


"Apakah kau yang memanggilku wahai burung?" tanya Liu Li.


"Ya,dari..." jawab burung itu, tetapi sudah di potong oleh Liu Li.


"Wah, hebat sekali, ada burung yang bisa berbicara," kata Liu Li dengan heboh, " apakah kau beast moster?" tanya Liu Li.


"Ya," jawab burung itu dengan sombong.


"Benarkah," ujar Liu Li,"tapi kenapa kau kecil sekali!" kata Liu Li, seakan-akan tak percaya dengan pengakuan burung itu.


"Hey, aku begini karena aku sedang terluka, " kata burung itu dengan kesal