Three Lives, Three Worlds

Three Lives, Three Worlds
Bab 46.



Apakah benar yang aku pikirkan ini?" tanya Liu Li.


"Ya," jawab Yang Song tanpa mengalihkan pandangannya dari air terjun yang ada di depannya.


Liu Li pun terdiam, dia sangat terkejut,bahagia,kesal,dan lain-lain. Sekarang pikirannya terbang ke masa lalu, di mana dia di suruh kelima hewan kontranya untuk memasukkan air terjun kecil itu,bahkan mereka bilang kalau suatu saat air terjun itu akan berguna.


"hah,,,,, akhirnya,akhirnya aku menemukan air terjunnya, "


"yah,,, dan pengorbananmu tidak sia-sia, setelah kau mengorbankan sesuatu yang sangat berharga bagi dirimu,"


"Kau benar Yang Song, tidak sia-sia aku memberikan darah hati rubahku untuk menjaga tubuhnya,"


Mereka pun terdiam.


"Tetapi Yang Song?" Yang Song pun melihat ke arah Liu Li


"Kenapa aku bisa sembuh secepat ini?"


"Hmmm,,,, itu karena selama ini kau meminum air surgawi ini. Bahkan, tak ada selain dirimu yang memasak pun pakai air ini," kata Yang Song.


"Ah,,, ia juga,"


"Yah sudah, aku harus segera ke lembah pohon persik untuk memberikan air air terjun ini, " kata Liu Li.


Setelah mendapatkan airnya, Liu Li ingin pergi dari sana, tetapi di hentikan oleh Yang Song.


"Liu Li," panggil Yang Song.


"Ya,, ada apa?"


"Aku sudah mendapatkan jawaban dari tugasmu waktu itu,"


"Lalu,apa yang kau tau, "


"seperti yang aku bilang, kalian satu tubuh tetapi dua jiwa,dan jiwa manusia itu juga memiliki perasaan,"


"Tidak, kalian orang yang sama, tetapi itu semacam kutukan,sehingga jiwa itu tidak meninggalkan tubuhmu,"


"Ah,,,, ia,, aku baru ingat, kalau aku turun ke dunia bawah dengan membawa kutukan yang di tulis oleh dewa takdir,hanya saja, kehidupanku di sana aku tidak tau atau tidak ingat,"


Mereka terdiam sejenak.


"Lalu apakah kau menemukan cara agar kami atau dia keluar dari tubuhku!"


"Entahlah, jiwa itu seperti tertahan di tubuhmu. Seperti ada sesuatu yang belum dia selesaikan, "


"Baiklah, aku akan memikirkannya nanti,selagi jiwa itu tidak menggangguku. Yang terpenting sekarang adalah guruku," lalu beranjak dari sana


"Oh ia Liu Li, " Yang Song kembali menahannya.


"Apa lagi," jawab Liu Li dengan kesal.


"Aku rasa jiwa manusia itu akan berguna suatu saat untukmu,"


"Apa cuma itu, kalau begitu aku harus segera pergi,"


"Baiklah, "


Liu Li pun pergi.


"Aku harap apa yang aku pikirkan tidak salah,dan setelah itu dunia akan aman. Semoga saja" kata Yang Song, sambil menatap di mana arah Liu Li pergi tadi.


Saat ini Liu Li telah kembali ke kamarnya,dan sedang menunggu Rong Bang.Akan tetapi,sejak tadi Rong Bang belum juga kelihatan. Liu Li mondar mandir di kamarnya, karena dia tidak sabar ingin segera pergi menemui Mu Lingyu untuk memberikan air terjun yang telah dia dapatkan.


Akan tetapi, sampai sore hari, Rong Bang belum juga kembali.


Karena tidak sabar lagi, akhirnya Liu Li pergi tanpa pamit.Karena yang ada di pikirannya saat ini, kesadaran gurunya yang telah dia nantikan. Bahkan dia tidak peduli dengan hari yang sebentar lagi akan memasuki malam hari.


"Guru, aku berharap kali ini bukan cuma harapan kosong semata," kata Liu Li dalam hati dengan air mata yang keluar dari matanya.