
"Baiklah, tunggulah di rumah, aku akan ke pasar membeli persiapan dan mengundang beberapa kenalan," kata Rong Bang,kemudian bergegas ke pasar.
Di pasar,setiap orang yang bertemu dengan Rong Bang bertanya padanya, kenapa membeli peralatan pernikahan, yang hanya di jawab dengan senyuman dan ajakan untuk turut meramaikan.
persiapan telah selesai, sekarang Baihe sedang di dandani oleh bibi langganannya. setelah selesai, dia di suruh menunggu, bibi pun keluar untuk menyambut mempelai pria.
Mempelai priapun datang, kemudian bibi membawa Baihe keluar untuk menjalankan penghormatan pernikahan.
Pernikahanpun selesai di malam hari. Bibi dan orang-orangpun telah bubar. Kini tinggallah mereka berdua di dalam kamar, Baihe meremas kedua tangannya karena saking gugupnya. Rong Bang sebenarnya juga sangat gugup, tetapi dia bisa menutupinya dengan senyuman.
Di bukanya kain penutup kepala Baihe, setelahnya dia melepas pernak pernik yang ada di kepalanya. setelah selesai, dia memandang wajah Baihe yang sangat cantik dan merah di kedua pipinya, dia tau, saat ini istrinya sangatlah gugup. Di genggamnya kedua tangan Baihe.
"Istriku wajahku berada di sini, bukan di lantai," kata Rong Bang, dengan mengangkat dagu Baihe agar melihat dirinya. Tatapan mata keduanya pun bertemu. Di usapnya pipi Baihe.
"Istriku,bolekah aku merasakan ini," kata Rong Bang sambil mengusap bibir Baihe. yang di jawab anggukan oleh Baihe, Saking gugupnya, Baihe tak mempu mengeluarkan suara.
Karena sudah mendapat izin, Rong Bang pun langsung menempelkan bibirnya kepada bibir Baihe. Tak cukup sampai di situ, dia pun m*****tnya, dan Membaringkan Baihe di kasur, karena tak bisa menahan gairah yang ada, dia segera menurunkan tirai. Dan terjadilah penyatuhan untuk dua insan sang saling mencintai.
Keesokan paginya, terlihat sinar matahari telah bersinar, dan masuk ke selah-selah jendela, karena merasa silau, akhirnya Rong Bang membuka matanya, dan pertama yang di lihatnya adalah wajah cantik istrynya yang ada di dekapannya. Dia tersenyum dan mengecup kening dan bibirnya. Tetapi istrinya sama sekali tak terusik. Rong Bang pun tersenyum dan mengingat betapa buasnya ia menggagahi istrinya,sampe istrinya itu sangat kelelahan.
Tak ingin mengganggu istrinya,diapun bangun untuk mandi dan memasak untuk istrinya itu. Saat dia menyajikan masakannya, dia melihat istrinya telah bangun dan bersandar di tiang ranjang. Dia mendekatinya dan bertanya, karena tampaknya istrinya itu sedang kesakitan.
"Istriku,ada apa, apakah ada yang tidak enak dari tubuhmu?" tanya Rong Bang, sambil mengecek tubuh istrinya.
"Suamiku,bisakah kau menggendongku ke kamar mandi?" tanya Baihe dengan malu-malu,berharap suaminya itu mengerti akan keadaannya.
"Ada apa, apakah kau sakit sehingga tidak bisa berjalan,berbaringlah,aku akan memeriksa mu?" tanya Rong Bang lagi.Dia sangat tidak mengerti dengan keadaan istrinya,bahkan dia tidak tau kalau istrinya sekarang ini sangat malu.
"Tidak perlu," kata Baihe cepat, kemudian dengan wajah yang sangat merah dia menjelaskan pada suaminya, "aku tidak sakit, hanya butuh penyesuaian.Ini karena aku berhubungan untuk pertama kalinya,dan itu wajar untuk seorang wanita," kata Baihe lagi.
Hari-hari mereka lewati dengat penuh kebahagiaan,tidak terasa sudah dua bulan mereka menjalani hubungan suami istri. Dan sekarang,tibalah waktunya Rong Bang pulang ke rumahnya. Jika ditanya apakah Beihe sedih, jawabanya tentu saja sedih, karena,dia tidak tau,kapan suaminya itu kembali. Dan Rong Bang pun tidak memberinya kepastian,kapan dia akan pulang.
Baihe tidak pernah sekalipun bertanya di mana rumah suaminya itu, karena suaminya cuma bilang kalau rumahnya sangatlah jauh. Baihe berpikir mungkin rumahnya ada di kerajaan tetangga. sedangkan yang dia tau, alasan kepulangannya adalah karena waktu cutinya telah berakhir, dan dia akan masuk bertugas. Jadi dia mengizinkan suaminya itu.
"Aku akan berangkat sekarang,jagalah dirimu baik-baik, dan jika ada waktu senggang, aku akan mengunjungimu," kata Rong Bang.Yang di jawab anggukan oleh Baihe. Baihe mencoba menahan air matanya, tetapi tetap saja air matanya keluar. Melihat air mata istrinya,Rong Bang pun memeluk istrinya itu dengan sangat erat, di ciumnya keningnya dengan penuh kasih sayang. Setelahnya diapun pergi dari sana, sebenarnya tak tega, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa.
Setelah kepergian suaminya,Baihe tidak keluar rumah sama sekali,karena kesedihannya,dia hanya duduk di kursi yang ada di ruangan itu. Setelah dua hari tak makan atau pun minum, dia merasa kalau kepalanya sangatlah berat,diapun berniat ingin membaringkan tubuhnya,karena tidak kuat dengan sakitnya diapun pingsan.Untung saja, sebelum pergi, Rong Bang menitipkan istrinya kepada bibi langganan di pasar. Dan pada saat ini bibi dan anaknya sedang berkunjung,tetapi karena tak mendapat jawaban,merekapun memaksa masuk.Dan betapa kagetnya bibi melihat Baihe tergeletak tak sadarkan diri.merekapun dengan bersusah payah mengangkat tubuh Baihe ke ranjang. setelah itu bibi memerintahkan kepada anaknya utuk pergi memanggil tabib, anaknyalun bergegas pergi memanggil tabib.
Tabib pun datang dan langsung memeriksa Baihe. setelah selesai,dia ingin berbicara berdua dengannya, bibipun mengangguk, dan menyuruh putrinya untuk menemani Baihe.
Di luar.
"Ada apa tabib, apaka penyakitnya serius?" tanya bibi.
"Yah, bisa di bilang serius bisa juga tidak," kata tabib.
"Tolong jangan bertele-tele, apa maksudnya?" tanya bibi dengan emosi.
"Begini, wanita itu sedang mengandung," bibi pun tersenyum bahagia mendengarnya, "Tetapi, kandungannya sangat lemah," lanjut tabib, bibi sangat sedih sekarang, setah tadi sempat bahagia.
"Lalu apa yang bisa kita lakukan,apakah anaknya tidak bisa di selamatkan?"
"mereka bisa selamat, tetapi ibunya harus istrahat total, dan selalu memakan-makanan yang bergizi," kata tabib. Bibi sangat senang sekaligus bingung sekarang.Dia harus berdiskusi dengan keluarganya dulu.
"Baiklah tabib,terimahkasi,"
"Baiklah,ini abatnya,rebus sesuai resep,dan di minum selagi hangat," pesan Tabib,dan pergi dari sana.Setelah tabib pergi,bibi segera memasak dan merebus obatnya.,setelah selesai,dia menata makanan di meja yang berada di dalam kamar,dia juga membawa dengan obat yang telah di rebusnya.