
"Apa itu!" kata Liu Li.
"Kamu akan menjadi manusia biasa di sana, itu semacam kutukan, kalau kamu akan kehilangan kekuatan Dewimu,kekuatanmu akan kembali, hanya aku tak tahu itu kapan, itu adalah aturannya," jelas Dewa Takdir. Liu Li berpikir sejenak, kemudian di setuju.
"Baiklah," aku setuju.Setelahnya Dewa takdir membuka teleportasi ke dunia bawah, dan tentu saja membuat kutukan pada Liu Li. Bahwa dia akan merasakan sesuatu yang sangat menyakitkan, sama dengan seauatu yang telah merenggut senyumnya.Oh ia, untuk menutup identitasnya, Liu Li keluar memakai cadar.
Di daratan Lijing,labih tepatnya kerajaan ming. Terlihat seorang gadis sedang bercocok tanam di atas gunung.Dia tampak tersenyum melihat hasil panennya." Aku akan membawa kalian untuk di jual, " ujarnya sambil menunjuk sayuran yang dia panen.
Setibanya di ibu kota, dia menuju ke warung makan langganannya.
"Yo, Baihe, kali ini sayur yang kau bawa sangat banyak, " kata bibu restoran.
"Ia,bibi,kebetulan ini panen terakhir, saat ini aku sedang menanam yang baru," kata Baihe.
Di saat mereka sedang melakukan jual beli, tiba-tiba terdengar kegaduhan di luar, orang-orang di warung makan pun berhambur keluar termaksud Baihe, mereka penasaran dengan apa yang terjadi di luar.
Di luar, sedang terjadi perkelahian antara hewan iblis, dengan seseorang pria.Melihat itu, orang-orang pada panik, sehingga memecahkan kosentrasi pria tersebut. Hewan itu sekarang bersiap menyerang seorang anak kecil, Baihe melihat itu, segera berlari dan melindungi anak tersebut,mengakibatkan luka di punggungnya akibar cakaran hewan tersebut,diapun langsung tak sadarkan diri. Karena tak ingin semakin banyak korban, orang itu mengeluarkan kekuatannya,yang langsung memusnakan hewan iblis tersebut.
Setelah selesai,pria itu menghampiri Baihe dan anak tersebut. Tidak lama ayah anak tersebut menghampiri anaknya, kemudian membawanya pergi dari sana. Karena tak ada keluarga yang datang menolong Baihe, dia pun bertanya kepada orang di sekitarnya, sambil membopong tubuh Baihe.
"Permisi,bolehka aku bertanya nyonya," yang kebetulan saat itu yang di tanyainya adalah Bibi pemilik warung makan langganan Baihe.
"Ia tuan," jawab bibi,tapi dia tidak memperhatikan apa yang di bawa oleh pria itu.
"Apakah, bibi mengenal gadis ini," sambil melihat Baihe.Bibi pun menoleh ke gadis yang ada di dekapan pria itu.
"Yah, aku mengenalnya," kata bibi,
"Apakah nyonya tau di mana keluarganya?" tanya pria itu.
"Anak ini tak memiliki keluarga,dia tinggal sendirian di atas gunung sana," kata bibi sambil menunjuk gunung yang terlihat dari warungnya.
"Baiklah, terima kasih nyonya, kalau begitu saya membawa dia pulang untuk di obati, " lalu pergi dari sana dan menuju rumah gadis itu.
Sekarang sampailah mereka di depan rumah yang sangat sederhana, di sekitar rumah itu banyak tumbuh-tumbuhan seperti sayuran dan bunga.
Tanpa menunda lagi pria itu langsung masuk ke dalam dan membaringkan Baihe di atas tempat tidur.Setelah membaringkannya, iapun melepas pakaian Baihe,dan mengobatinya, setelah selesai,dia membiarkan Baihe beristirahat.
Sambil menunggu Baihe sadar, pria itu berniat memasak, dia bergegas memetik sayur dan menuju dapur.Setelah usai, dia menata semua masakannya di sebuah meja di dalam kamar Baihe.
Tak lama kemudian,Baihe sadar dari pingsannya, dan mendapati dirinya sudah berada di ranjangnya. Melihat Baihe telah sadar, pria itu segera memeriksanya, dengan menyentuh nadinya.
"Siapa anda, dan mengapa anda berada di sini?" tanya Baihe.
"Aku yang menolong tadi, karena kata orang di pasar kau tak punya keluarga,jadi aku berinisiatif untuk menolong dan mengobati mu," kata pria itu sambil tersenyum. "Oh ia, kemarin lah, aku sudah memasak untukmu," kata pria itu lagi. Karena lapar, Baihe berusaha bangun, tetapi dia merasakan sakit pada punggungnya.Karena kasian, pria itu akhirnya menggendongnya dan di dudukan di salah satu kursi di depan meja makan tersebut.
"Terima kasih karena telah menolong ku," kata Baihe sambil menunduk.
"Tidak masalah, sekarang makanlah," kata pria itu dan menyendok sayur dan di letakan di piring Baihe. Akhirnya mereka makan dengan lahap, lebih tepatnya Baihe yang makan sangat banyak.
"Oh ia, bagaimana aku memanggilmu?" tanya Baihe.
"Aku Rong Bang, Lalu kamu," tanya balik Rong Bang.
"Aku Baihe, " kata Baihe dengan senyuman.
"Baiklah,istrahatlah lagi, agar kau cepay pulih," di balas anggukan oleh Baihe.Rong Bang pun menggendonnya lagi ke tempat tidur.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, tidak terasa mereka hidup bersama selama empat bulan. Luka Baihe pun telah sembuh total, sehingga Rong Bang ingin kembali ke asalnya. Tetapi di saat tadi dia ke pasar, dia mendengar Baihe dan dirinya di gosipkan, kalau mereka menjalin hubungan terlarang. Untuknya, selama dia tinggal dengan Baihe,dirinya lah yang ke pasar untuk berbelanja kebutuhan.Tapi,bagaimana kalau dia pergi nanti, pasti Baihe akan ke pasar dan mendengar gosip itu,.Di saat dia sedang melamun, dia di kagetkan oleh suara seseorang yang sangat di kenalnya.
"Dor," ucap Baihe dengan girang, karena tidak di respon, Baihe pun menanyakannya.
"Rong Bang, ada apa, apa yang menggaggu pikiranmu?" tanya Baihe.
"Tidak ada," kata Rong Bang dengan senyuman.
"Lalu apa yang membuatmu melamun, apakah kau memikirkan keluargamu?" tanya Baihe, dan di balas gelengan oleh Rong Bang.
"Baihe, mari menikah," kata Rong Bang tiba-tiba, dan mengagetkan Baihe. Tidak bisa di pungkiri kalau dia sangat bahagia, karena mereka telah tinggal bersama, sehingga menimbulkan benih-benih cinta di hati mereka. Sebenarnya Rong Bang juga memiliki perasaan padanya, akan tetapi dia sudah terikat perjodohan dengan dewi Liu Li. Tetapi, untuk kebaikan, dia pun memutuskan untuk menikah dengan Baihe,untuk perjodohanya dia akan memikirkannya lagi.
"Baiklah, " jawab Baihe, dengan senyuman.
"Baiklah, kita akan melaksanakannya dua hari lagi," kata Rong Bang.
"Kenapa cepat sekali," kata Baihe
"Karena,aku ingin, sebelun menemui keluargaku,aku ingin menikahimu lebih dulu," kata Rong Bang, mendengar itu, Baihe hanya tersenyum.
"Baiklah, tunggulah di rumah, aku akan ke pasar membeli persiapan dan mengundang beberapa kenala," kata Rong Bang,kemudian bergegas ke pasar.
Di pasar,setiap orang yang bertemu dengan Rong Bang bertanya padanya, kenapa membeli peralatan pernikahan, yang hanya di jawab dengan senyuman dan ajakan untuk turut meramaikan.
persiapan telah selesai, sekarang Baihe sedang di dandani oleh bibi langganannya. setelah selesai, dia dk suruh menunggu, bibi pun keluar untuk menyambut mempelai pria.