
"Liu Li,bisahkah kau tenang, kau akan membunuh semua orang nanti," kata Rong Bang dengan mengelus tangan Liu Li yang berada di atas pahanya.
Mendengar itu, Liu Li segera melihat ke sekeliling,benar saja,para pelayan sudah pingsan semua karena tak kuat menahan aura yang di keluarkan Liu Li.Akhirnya Liu Li menarik auranya, dan itu membuat Rong Bang bahkan Baixu menghelai nafas legah.
Setelah selesai makan,Baixu langsung pergi dari sana,dan pergi menyusul Zhi Jun ke kamarnya, karena sejak tadi dia merasakan perasaan tidak enak. Benar saja, sejak tadi Zheng Meng membujuknya untuk keluar,tetapi Zhi Jun tak keluar juga, bahkan pintunya di kunci olehnya.Bahkan walau Baixu yang membujuknya Zhi Jun tetap tidak mau membuka pintu itu.Baixh dan Zheng Meng terus membujuknya, bahkan saking sibuknya membujuk Zhi Jun,sampai mereka tidak menyadarinya kalau hari telah tengah malam.
Baixu tidak tau lagi apa yang harus dia lakukan, dia takut kalau Zhi Jun melakukan sesuatu yang dapat menyakiti dirinya.Karena tak tau harus melakukan apa, maka dia akhirnya berlari menuju ke kamar Liu Li,tetapi sebelum itu dia masih sempat berpesan kepada paman Zheng untuk tetap berada di depan kamar Zhi Jun.
Sesampainya di depan kamar Liu Li,Baixu langsung masuk, karena melihat pintunya masih terbuka, menandakan penghuninya masi terjaga.Terlihat Rong Bang sedang membaca laporan di meja kerjanya, sementara Liu Li sedang duduk santai di ranjang.
"Ada apa Baixu?" tanya Rong Bang yang menyadari kehadiran Baixu. Liu Li pun menoleh pada Baixu.
"Aku…" kata Baixu gugup,tetapi segera di tepisnya.
"Ibu, bisahkah kau mengizinkan Zhi Jun bersekolah," pinta Baixu,tiba-tiba berlutut di hadapan Liu Li.Liu Li kaget, segera turun dan membantu Baixu berdiri dan mengajaknya duduk di samping ranjang.
"Ibu, aku janji akan menjaga Zhi Jun di sekolah nanti, dan aku akan pastikan kalau dia tidak akan mengganggu diriku belajar nanti," pinta Baixu dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya.
"Kenapa kau melakukan ini," tanya Liu Li.
"Aku sangat khawatir,Zhi Jun seharian ini tidak makan, bahkan tidak keluar dari kamarnya, hanya terdengar suara tangis daei dalam kamar," jelas Baixu.
"Biarkan saja seperti itu, aku yakin, dia akan keluar besok," Kata Liu Li.Walau hatinya kurang yakin, karena ini untuk pertama kakinya Zhi Jun bersikap seperti itu.
"Tetapi…"
"Tenanglah, pergilah tidur, besok aku akan pergi melihatnya," kata Liu Li dengan senyuman penuh paksaan.
"Baiklah, aku pergi sekarang,"
"ya, selamat tidur sayang, " kata Liu Li,lalu mengecup kening Baixu.
"yah, selamat tidur ibu,selamat tidur ayah, "balas Baixu lalu mengecup kedua pipi Liu Li,begitu juga dengan Rong Bang,dan pergi dari sana.Rong Bang yang dari tadi menjadi pendengar, sangat senang melihat sifat lembut Liu Li pada Baixu dan Zhi Jun,kasi sayang yang Liu Li berikan kepada mereka sama besarnya. Rong Bang bersyukur,dengan adanya Liu Li di sisinya,hubungannya dengan Baixu yang semula dingin kini kembali menghangat.
Setelah kepergian Baixu, terlihat Liu Li sedang melamun,bahkan dia tidak menyadarinya kalau Rong Bang telah duduk di sampingnya.
"Kenapa melamun sayang," tagur Rong Bang,sambil menepuk pundak Liu Li.
"Ah, tidak.Apakah sudah selesai?" tanya Liu Li sambil menunjuk dokumen yang ada di atas meja.
"Ya sudah dari tadi," jawab Rong Bang.
Mereka pun tidur dengan Rong Bang yang memeluk Liu Li dari belakang. Malam itu Liu Li tidak bisa tidur, karena pikirannya terus tertuju kepada anaknya, berharap esok hari segera tiba.
Sementara di kamar Zhi Jun,anak itu terus saja menangis, bahkan dia tak menghiraukan bijukan dari paman Zheng dan Baixu. Sementara Baixu,dia memutuskan tidur di depan kamar Zhi Jun karwna saking khawatirnya.
Keesokan harinya,setelah sarapan, Rong Bang dan Liu Li menuju ke kamar Zhi Jun,di depan kamar, terlihat ada paman Zheng dan Baixu.Liu Li melihat Baixu tidak berganti baju, yang berarti dari semalam dia di situ.
"Salam ayah, ibu, " salam Baixu.
"Salam tuan,nona," salam Zheng Meng.Yang di jawab anggukan oleh keduanya.
"Apakah Zhi Jun belum keluar juga, " di jawab gelengan oleh Baixu. Saat Liu Li ingin membuka pintu, pintunya terkunci, maka Liu Li pun menggunakan kekuatannya untuk membukanya, setelah terbuka, mereka semua segera masuk.
Di dalam, mereka terkejut meliha Zhi Jun tidak sadarkan diri di lantai. Dengan panik Liu Li segera membopong anaknya keranjang,lalu memerintahkan Zheng Meng memanggil tabib. Dan untuk Baixu, dia sudah menangis di samping Zhi Jun sambil terus menggenggam tangannya. Untuk Rong Bang, dia berusaha menahan emosinya,dia tidak ingin membuat anaknya melihat dia dalam keadaan emosi, dari kemarin ini yang dia takutkan, sekarang karena semua akibat dari kekeras kepalaan Liu Li,akhirnya apa yang dia takutkan terjadi.
Tidak lama, datanglah tabib,Rong Bang dengan dingin memerintahkan kepadanya untuk segera memeriksa Zhi Jun.Setelah di periksa.
"Mohon ampun yang mulia, pangeran kecil pingsan akibat tidak makan seharian dan dia dalam keadaan tertekan.Saya harap buatlah Pangeran selalu senang, karena itu akan membahayakan psikianya,dan ini obat untuk mengobatinya,"kata Tabib.
"Baiklah, kau boleh pergi, Zheng Meng antar dia keluar,dan rebuskan obat itu,"kata Rong Bang.
"Baik tuan, mari, " kata Zheng Meng kepada tabib. Mereka pun pergi dari sana.
Setelah kepergian tabib, Rong Bang segara menarik Liu Li dan membawanya ke kamar mereka.
"Baixu, jagalah adikmu sebentar," kata Rong Bang lalu membawa Liu Li dari sana.
Sesampainya di kamar, Rong Bang segera menutup pintu dan mengeluarkan kekuatannya agar pembicaraannya dengan Liu Li tidak di dengar oleh pelayan.
"Sekarang kau sudah puas Liu Li," kata Rong Bang dengan penuh tekanan.
"Kau sudah puas telah menyakiti anakmu sendiri hah,JAWAB AKU, " bentak Rong Bang sambil mencengkeram kedua bahu Liu Li.Liu Li yang baru malihat Rong Bang marah, dia sangat takut. Dia hanya bisa menangis, dan menggelengkan kepala. Karena dia tak mampu mengeluarkan suaranya, karena takut. Seumur hidup belum ada yang pernah membentaknya.
Rong Bang yang melihat Liu Li menangis sesegukanpun tidak tahan dan tidak tega.Akhirnya dia pun memeluknya.
"Sekarang apakah kau ketakutan," tanya Rong Bang ,di jawab anggukan oleh Liu Li.
"Takut karena aku membentakmu, atau yang lain?"
"Aku sangat takut karena semur hidup baru kau yang membentakku," kata Liu Li.